Aku belum bisa berpikir panjang bagaimana aku melupakannya, namun setiap ada malam, hingga saat ini mengapa selalu terbayang asma cinantya nan budi luhurnya, selalu saja tertancap dalam pikiranku.
Aku hampir jenuh, tapi tak kunjung jua datang, kejenuhan yang kutunggu hingga saat ini. Aku ingin tenang, namun belum jua menjemput jiwa. Aku masih terombang-ambing, masih jauh dari logika berpikir seorang yang kritis, tidak relevan. Aku belum sempat memikirkan bahwa dara sudah ada pemiliknya.
Aku belum sadar bahwa cinta tak mungkin dikejar. Aku belum bangun dari tidurku. Aku Read the rest of this entry »




