Ibu, aku pulang
Posted by Darwis Suryantoro on October 24, 2011
Kamis, 20 Oktober 2011 di kala pagi aku menangis, tak jelas mengapa, tak seperti biasanya. Keyakinan ini adalah bahwa kekecewaan akan berbuah keindahan. Kuhentikan sejenak langkahku, aku teringat sosok yang sangat mencintai kelemahanku, mencintai kekuranganku. IBU. Hanya ibu yang satu-satunya makhluk Allah yang mencintai kita apa adanya.
Ibu, di kala aku sakit, kau adalah perantara satu-satunya yang dikirim dari langit untuk membantu menyembuhkanku atas ijinNya. Ibu, di kala aku jatuh, kau adalah satu-satunya perantara yang dikirim dari alam kedamaian untuk mendamaikan hatiku, memberiku semangat. Ibu, kau adalah favoritku, impian-impianku melambai selalu, ingin kurengkuh bersama dirimu.
Ibu, aku menangis saat menulis cerita ini, aku hanya ingin mengatakan, bahwa aku hari ini sakit Bu, aku ingin selalu di sampingmu… Tapi aku tak mau kau merasakannya juga… Biarlah pesanku kusampaikan pada Allah, Rabb kita Bu, yang menyatukan kita….
Ibu, aku ingin pulang… Aku ingin bersandar… Aku ingin melabuhkan jiwa sejenak bersamamu, aku rindu…
Ibu, aku mencintaimu, tulus…. Ibu, ini suara hatiku:
Kunyanyikan semua lagu (tapi ini tidak untuk kunyanyikan lho Bu…)
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih
Ku kepadamuTanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukkuIjinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmuDidalam hati kuyakin
Serta percaya
ada kekuatan doa yang
engkau titipkanLewat Tuhan membuat semangat bila diri
ini rapuh Dan tiada berdayaAda surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimuAda surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surgaKasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu-Gita Gutawa-




