Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Menyerah Nih?

Posted by Darwis Suryantoro on December 14, 2011

Bagaimana kesetiaan mampu merajut asa, sementara perihnya menandak-nandak hati, dan geloranya menusuk-nusuk jiwa? Tidak ada kekuatan lagi untuk mempercayai, tidak ada kesempatan lagi untuk berbenah, tidak ada cinta, hilang sekejap kerlipan mata. Dilupakan, tenggelam dalam palung terdalam, menembus batas terdalamnya nadi, terkumpulnya trombosit, tertampungnya merah dalam jantung yang selalu mengejar-ngejar, berjibaku dalam lingkaran kesetiaan yang tercampakkan, kesetiaan yang tak mampu memecah karang di lautan, kesetiaan yang dipatahkan, dihancurkan bersama ketulusan hati.

Saat kondisi tersulit menghadap. “Menyerah nih?” Lantas aku menjawab, “engga, aku engga menyerah kok.” Bagaimana aku harus berjuang, sementara ragaku memburu bayang-bayang, dan pikiranku mengembara tiada arah. Lantas apa maksud pertanyaan itu? Aku masih bertanya-tanya, entah sampai kapan, sampai ajal menjelang.

Masih adakah cinta yang disebutkan Cinta, bila kasih sayang kehilangan makna? Ternyata mengagungkan cinta, harus ditebus dengan duka-lara… Tetapi akan tetap kuhayati, hikmah sakit hati ini.  (Ebiet G. Ade – [tidak untuk dinyanyikan]).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: