Archive for the ‘Memory & Experience’ Category
Posted by Darwis Suryantoro on February 23, 2009
Kakekku bernama Mochtar, adalah seorang pejuang dan tercatat sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia, dengan pangkat terakhir Sersan Mayor. Beliau adalah sosok ayah dari ibu dan kakekku yang tegas, berkharisma, dan disegani oleh masyarakat sekitar.
Sosok kakek yang begitu perhatian terhadap cucu-cucunya, membuat seluruh anggota keluarga menjadikannya teladan dan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Rajin sholat dan berdzikir, itulah yang kulihat dalam kehidupannya sehari-hari. Beliau dikenal masyarakat sekitar karena keramahannya, dan sempat menjabat sebagai perangkat desa, orang-orang menyebutnya Pak Carik.
Berbagai penghargaan (meskipun jangan terlalu dibanggakan) diraih oleh kakekku ini, salah satunya ialah dari presiden republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno. Beberapa lainnya diperoleh dari Ir. Juanda. Salah satu operasi yang ia ikuti ialah Gerakan Operasi Militer.
20 Juni tahun 2000, kakekku tutp usia karena sakit. Menjelang kematiannya, beliau serasa merasakan kalau hari itu adalah hari terakhirnya. Pesan beliau adalah agar menjaga kerukunan sesama anggota keluarga. Kini, tahun 2009, hampir 9 tahun kakek meninggalkan kami, namun kenangan itu masih membekas. Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | Tagged: ingat, kakek, kubur, mati, mochtar, ziarah | 1 Comment »
Posted by Darwis Suryantoro on February 20, 2009
Melabuhkan asa. Hari itu, 24 Agustus 2008, adalah hari resmi pindahan kos Cidika, Grup Nangka, menuju Pandega, hijrah menuju kehidupan selanjutnya, setelah menapaki perjalanan panjang kuliah di STMIK Amikom Yogyakarta, dari tahun 2005 hingga April 2008. Melelahkan, Nangka 27 ialah alamat rumah kosku terakhir sepanjang kuliah, setelah sebelumnya pernah menempati dua tempat kos yang berbeda.
Nangka 27, selama masa itu, banyak sekali pengalaman yang telah kudapatkan. Bagaimana kesabaranku ditempa dan tantangan-tantangan keseharian yang penuh dengan suka-duka, bercampur menjadi satu.
Nangka 27 yang kutempati triwulan ketiga tahun 2006 itu, adalah cikal bakal pertama kalinya aku masuk ke dunia IT yang sebenarnya, menuju gerbang riset kampus yang bernama IT Department, kumpulannya programmer-programmer pemula untuk mengais secercah pengalaman untuk menjadi programmer yang handal, meski sebelumnya aku juga pernah menjadi salesman panci presto. Ya, panci presto, tentu teman-teman kaget (walaupun sedikit mungkin
). What?? kenapa jadi sales? Jawabannya adalah… aku tersesat. Tapi karena tersesatnya itu, aku menjadi mengerti bahwa, hidup itu butuh perjuangan.
Jenuh. Setelah beberapa lama menjadi asisten DBA di departemen IT STMIK AMIKOM Yogyakarta, aku mengalami gejolak hati yang meresahkan jiwa. Iya, aku jenuh, alasannya??? Alasannya adalah… aku tidak menikmati kehidupan di dunia itu. Sistem yang membuatku menjadi seperti itu. Iya sistem. Kesalahan siapakah itu? Tentu… pembaca bisa mengetahuinya sendiri. Maka alasan aku resign ialah, jenuh dengan sistem, dan jika diteruskan, khawatir akan merusak sistem. Yup benar juga…
Banting setir, akhirnya aku berhasil menjadi Asisten Praktikum di kampus selama 2 semester. Yup, beberapa dosen dan asisten dosen cukup senang aku bergabung dalam tantangan ini. Kerap beberapa kali aku diminta untuk mengajar praktek di depan kelas, sebagai presentator mata kuliah yang kusampaikan kepada mahasiswa tingkat bawah… Hmmm… senang sekali. Dari kegiatan ini aku sadar, bahwa inilah sebenarnya yang cocok dengan duniaku, adalah… MENGAJAR… Ya, hingga terbesit di pikiranku, aku ingin menjadi dosen. Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | Tagged: 24 agustus, amikom, kos-kosan, nangka 27, pengalaman kerja, perjuangan | 2 Comments »
Posted by Darwis Suryantoro on February 4, 2009
Jumat, 30 Januari 2009, pukul 17.30 WIB di Jogja, telah bersiap rombongan 5 orang, akan menuju Kabupaten Malang dengan menaiki Tank berwarna silver (Suzuki APV). Hujan menyertai perjalanan kami dari awal hingga akhir. Karena hujan lebat, beberapa titik di daerah Solo terkena banjir, sehingga terpaksa perjalanan kami dilempar oleh polisi ke rute alternatif yang memakan waktu hampir 2 jam, perjalanan dari Solo ke Sragen.
Sampai di Malang sekitar pukul 03.30 pagi, tanggal 31 Januari, aku tidak tidur sepanjang perjalanan, karena memandu perjalanan, seperti co-pilot. Ngantuk, setelah sampai di rumah, tak tertahankan untuk tidur, keudian bangun lagi sekitar jam 5, untuk melaksanakan kewajiban 1 dari 5 waktu. Kemudan tidur lagi hingga sekitar jam 10.00, sungguh melelahkan.
Pukul 11.00, aku dengan Pak Rahman, rekan kerjaku, telah merencanakan sebelumnya untuk berekreasi menuju Coban Rondo. Iya, Coban Rondo, yang pada tahun 2002 lalu menjadi tempat digemblengnya aku dalam PLDK (Pendidikan Latihan Dasar Kepemimpinan) SMK Telkom Sandhy Putra Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | 1 Comment »
Posted by Darwis Suryantoro on October 30, 2008
Alhamdulillah, akhirnya setelah beberapa lama aku sedikit vakum (ingat, sedikit vakum, hehehehe) menulis, kini aku mencoba aktif lagi. Insya Allah semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Selama kevakuman itu, banyak sekali yang udah aku jalani. Susah-senang, sedih-gembira, berwarna warni seperti nano-nano.
Anak muda (eh, aku udah menjelang dewasa nehh, halah padahal udah dewasa), biasanya terjangkit virus cinta, sebelum akhirnya ia menuju ke peraduannya menjalani kisah menyempurnakan separuh ibadah. Iya, betul sekali. Ternyata mengagumkan cinta (kepada makhluk), harus ditebus dengan duka lara, begitu kata Pak Dhe Ebiet.
Khilaf, begitulah… kadang-kadang seseorang dengan mudahnya mengatakan hal itu… Dua perempuan yang hadir beberapa waktu lalu, yang satu mengetuk pintuku, yang satunya lagi aku ketuk pintunya. Mbulet… Kisah yang mbulet… Sepertinya cinta itu dicabut, kedua-duanya pergi… Iya.. setelahnya, ketika ia memintaku datang, tiba-tiba memintaku pergi (padahal pengharapanku sudah besar kepadanya)… Tidak begitu jelas alasannya.
Sakit hati.. Apa itu sakit hati? Semua orang sudah tahu kok… Dari Desember menuju Oktober untuk satu, muncul yang kedua dari Mei menuju Oktober… Di saat pengharapanku yang dari Desember menuju Oktober itu tinggi, tiba-tiba ia memintaku pergi, sekiranya 2 tahun lebih aku berdiam, berharap, dan berjuang, kini sirna… Cinta itu sudah dicabut… diantara satu dan keduanya terhadapku… Hancurlah aku pada saat itu… Jika kau lemah iman, mungkin kau sudah bunuh diri…
APA HIKMAHNYA?
Hingga kemudian kutemukan ayat-ayat yang menyejukkan hatiku:
Bismillahirrahmanirrahim… Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | Tagged: aduh cp dee, ikhlas, kesabaran, sabar, sakit hati | 5 Comments »
Posted by Darwis Suryantoro on April 30, 2008
Several minutes ago, Codesign Indonesia has called me to confirm that I was qualified to follow the next test of their job openings. A woman from HRD Development noticed me that writing test will be happened on Saturday, May 3rd next month. But (being shocked), I never apply an application letter before, because my job status is still as IT Volunter @ Oxfam GB Yogyakarta.
Hey Darwis! Are you crazy? Why did you refuse the opportunity? Hey, bro, bro, bro.. “I don’t think so”. I need a breathing space to refresh myself after a couple of years I had applied the mind to study hard. Almost 6 years I didn’t live with my parents and my little sister also brother. Please be noticed, my rest isn’t mean I have a lazy attitude or habitual, but it’s time to prepare myself more and more on facing the future. So? so what gitu loch!
I plan to look for a job in Surabaya or Semarang area after I finishing my job in Oxfam GB (or maybe East or Centre of Java area). Both of them are my main destination city I want continue my study and develop my job experiences. If I have academician degree-holder, then I will be focus on my career, or may build a trading business then, hehehe. Wish me luck ya!
Posted in Memory & Experience | Tagged: codesign, lowongan, programmer | 2 Comments »
Posted by Darwis Suryantoro on December 12, 2007
Bro, setelah dipikir2, kayaknya gw perlu memberi nilai plus ma foto yang satu ini (eh, dua ding). Masih teringat 5 tahun yang lalu pas kita lagi imut2nya jadi anak yang punya kekuatan putih abu-abu. Tengoklah bro, aku yang dulunya masih kurus keramping (kiri, red) bersama ama si hacker ambisius, Bang Armind (middle, red), dan ama Bang Ely, seorang pengoleksi game-game terupdate.

Ingat waktu itu ketika kami yang tiap hari musti (cocoknya siy dibilang sering) bangun sebelum jam 5 pagi, pastinya bikin rusuh kos-kosan dunk, Buyan Street yang menjadi kenangan sepanjang sejarah putih abu-abu. Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | 9 Comments »
Posted by Darwis Suryantoro on December 2, 2007
Di kota perantauan yang dingin,
29 Agustus 2004.
Tulisan I, ba’da Magrib s.d. 21.35 BBWI.
(Ini adalah tulisan saya menjelang laporan pertanggungjawaban kepengurusan OSIS untuk Sie II periode tahun 2003/2004. Saya ketik di Kota Malang, pada tanggal tertera. Semoga dapat menjadi bahan kajian. Hehe, maaf kalo kebanyakan tulisane sok banged, biasa lah anak muda, waktu ntuh kan jaman2nya menjemput jati diri).
Assalamualaikum wr. wb.
Puji syukur ke-hadirat Allah swt, pada kesempatan ini saya dapat memberikan sedikit sumbangsih tentang garis besar pelaksanaan tugas Sie II OSIS dalam bentuk buku yang berjudul “Garis Besar Panduan Pelaksanaan Tugas Sie II.”
Alhamdulillah, selesai sudah tugas saya dalam kepengurusan OSIS masa bakti 2003 – 2004 yang sekaligus mengakhiri jabatan saya (meskipun saya tidak ingin hal ini disebut jabatan) sebagai KaSie II, Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Jabatan ini merupakan Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | Tagged: arsip hidup, darwis suryantoro, kenangan | 2 Comments »
Posted by Darwis Suryantoro on November 24, 2007
Aku belum bisa berpikir panjang bagaimana aku melupakannya, namun setiap ada malam, hingga saat ini mengapa selalu terbayang asma cinantya nan budi luhurnya, selalu saja tertancap dalam pikiranku.
Aku hampir jenuh, tapi tak kunjung jua datang, kejenuhan yang kutunggu hingga saat ini. Aku ingin tenang, namun belum jua menjemput jiwa. Aku masih terombang-ambing, masih jauh dari logika berpikir seorang yang kritis, tidak relevan. Aku belum sempat memikirkan bahwa dara sudah ada pemiliknya.
Aku belum sadar bahwa cinta tak mungkin dikejar. Aku belum bangun dari tidurku. Aku Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | Tagged: darwis suryantoro, peribahasa, renungan | 2 Comments »
Posted by Darwis Suryantoro on October 25, 2007
Assalamualaikum Bro,
Yah, pake kata kebangsaan lagi. Ya dong, gak pake malu gitu loch. Secara mulai tanggal 10 malam aku dah mengawali mudik ke beberapa kota penuh kenangan, Malang-Jember-Banyuwangi. Betapa tidak? Jember ialah titik tengahnya, karena rumahku di Jember, sementara di Malang ama Banyuwangi, rumahnya bokapnya mokap ma bokap. Nah Lo, bingung khan?
20.30 menuju bandara (sebelah depan bandara maksudnye), nyegat bus Sumber Kencono Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | Tagged: bus, mudik, sungkem | 2 Comments »
Posted by Darwis Suryantoro on October 5, 2007
Alhamdulillah syukron, hari ini aku sedikit shock liat pengumuman di kampus, namaku terpampang sebagai penerima beasiswa karya tulis ilmiah. Hehe, gag sia-sia dunk dah lembur siang malem tuk nyelesaiin n nyiapin tuh presentasi. Pikirku aku gag ada harapan, ee malah dapet. Emang rezeki datangnya dari arah yang gag diduga-duga tuh, gratis SPP 1 semester euyy.
Berarti aku dah dapet dua kali niy, yang pertama beasiswa study program achievement Read the rest of this entry »
Posted in Memory & Experience | Tagged: amikom, beasiswa, gratis, sekolah | 2 Comments »