Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Archive for the ‘Reflection’ Category

Pesan Ayah: Ringankanlah Kesalahan Orang Lain

Posted by Darwis Suryantoro on January 1, 2013


wiseman

Papa with Me

Satu yang tak pernah kulupa dari banyak kalimat ayah yang menginspirasi adalah: “Ringankanlah kesalahan orang lain.”  Yup, adalah bagaimana cara kita bersikap ketika orang lain sedang menyakiti kita, atau berbuat kesalahan kepada kita, atau bahkan menghambat saat kita tengah berusaha berbuat kebaikan untuk sesama.

Ayah tak sekedar mengucapkan kata-kata tersebut untuk anak-anaknya, namun beliau sendiri benar-benar mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia selalu menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah bersama. Sontak saja, pengalamannya yang lebih dari 30 tahun mendidik para pelajar, membuatku menjadi mengerti, betapa pentingnya arti kesabaran dan bijaksana.

Ayah, ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagiku. Bahwa memberi maaf adalah sebuah kemuliaan. Bahwa menghargai adalah sebuah toleran. Bahwa berbuat baik adalah sebuah keindahan. Dan pribadimu yang tanpa pamrih, mengajarkanku bahwa keihklasan akan berbuah keberhasilan.

Betapapun setiap sakit yang kurasakan dari orang-orang sekitar, pribadiku belum mampu mengalahkan ketangguhan, kesabaran, dan keikhlasan jiwamu. Tentu ini bukan karena aku tak mengerti apa yang kau maksud, Ayah. Namun ini adalah sebuah pengakuanku bahwa engkau telah lebih banyak terlibat dalam menghadapi kerasnya hidup, bahwa engkau lebih banyak menghadapi cacian, hujatan, dan kerasnya orang-orang yang ingin menjatuhkan tahta kebaikan lakumu.

Ayah, bahkan engkau masih sempat tersenyum ketika fitnah datang kepadamu. Bahkan engkau masih SEMPAT tersenyum ketika fitnah datang kepadamu. Bahkan engkau masih sempat TERSENYUM ketika fitnah datang kepadamu, Bahkan engkau masih sempat tersenyum KETIKA FITNAH DATANG KEPADAMU.

Rasululloh dengan teladannya juga mengajarkan bagaimana sikap kita terhadap orang yang berbuat tidak berkenan kepada kita. Sebagaimana pengalaman Anas bin Malik ketika bersama Rasululloh, ia berkata:

Aku pernah berjalan bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang ketika itu beliau mengenakan selendang yang tebal dan kasar buatan Najran. Kemudian seorang Arab Badui datang lalu menarik beliau dengan tarikan yang sangat keras hingga aku melihat permukaan pundak Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berbekas akibat kerasnya tarikan selendang itu. Lalu orang itu berkata, “Berikanlah aku harta Allah yang ada padamu.” Kemudian beliau memandang kepada orang Arab Badui itu seraya tertawa, lalu beliau memberikan sesuatu kepadanya. (HR. Al-Bukhari No. 5809 dan Muslim No. 1057).

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

Menyerah Nih?

Posted by Darwis Suryantoro on December 14, 2011


Bagaimana kesetiaan mampu merajut asa, sementara perihnya menandak-nandak hati, dan geloranya menusuk-nusuk jiwa? Tidak ada kekuatan lagi untuk mempercayai, tidak ada kesempatan lagi untuk berbenah, tidak ada cinta, hilang sekejap kerlipan mata. Dilupakan, tenggelam dalam palung terdalam, menembus batas terdalamnya nadi, terkumpulnya trombosit, tertampungnya merah dalam jantung yang selalu mengejar-ngejar, berjibaku dalam lingkaran kesetiaan yang tercampakkan, kesetiaan yang tak mampu memecah karang di lautan, kesetiaan yang dipatahkan, dihancurkan bersama ketulusan hati.

Saat kondisi tersulit menghadap. “Menyerah nih?” Lantas aku menjawab, “engga, aku engga menyerah kok.” Bagaimana aku harus berjuang, sementara ragaku memburu bayang-bayang, dan pikiranku mengembara tiada arah. Lantas apa maksud pertanyaan itu? Aku masih bertanya-tanya, entah sampai kapan, sampai ajal menjelang.

Masih adakah cinta yang disebutkan Cinta, bila kasih sayang kehilangan makna? Ternyata mengagungkan cinta, harus ditebus dengan duka-lara… Tetapi akan tetap kuhayati, hikmah sakit hati ini.  (Ebiet G. Ade – [tidak untuk dinyanyikan]).

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

Alhamdulillah, Inilah Hikmah Dikecewakan

Posted by Darwis Suryantoro on December 5, 2011


Ya Allah Yaa Rabb, berikanlah jalan kemuliaan dan kebaikan, serta petunjukMu yang paling lurus bagi muslim/ muslimah siapapun yang pernah menyakitiku.

Allah, aku bersyukur atas semua nikmat dan karuniaMu. Kuharap Engkau memaafkan semua kekhilafanku ini. Hari ini aku bersyukur kepadamu atas semua isyarat yang telah Kau tunjukkan kepadaku. Sebelum aku jauh melangkah, Engkau telah memberikan peringatan yang sangat berarti buatku.

Hari ini pula ingin kusampaikan kepada dunia bahwa bersabar adalah kunci menuju kebahagiaan selanjutnya, bahwa ikhlas adalah kunci menuju ketentraman hati berikutnya, bahwa jujur adalah kunci keanggunan diri dan kesuksesan dunia akherat.

Tidak setiap orang memberikan kesempatan kepada kita untuk menunjukkan semua kebaikan kita terhadap orang yang dituju. Celakanya adalah, ketika kita berbuat kesalahan satu saja yang kiranya manusia mampu memaafkan, malah dianggap hilang semua kebaikan kita di masa lalu. Iya, benar, pernahkah kita dilupakan orang begitu saja ketika kita berjuang dan berkorban untuk kebaikannya? Pernahkah kita dikorbankan untuk menjadi yang terlupakan ketika orang lain memintanya untuk melupakan semua kebaikan kita?

Aku ingin beritakan kepada dunia bahwa komitmen adalah janji yang kuat, dan itu berarti hutang ketika kita tidak berniat dan bersungguh-sungguh memperjuangkannya, apalagi melupakannya. Inilah dua peristiwa besar berkaitan dengan komitmen yang terpatahkan, lebih tepatnya dipatahkan. Dipatahkan karena ia melupakan semuanya, meniatkan untuk melupakan semuanya, meniatkan diri untuk melupakan semuanya, meniatkan diri untuk melupakan semuanya… Fa haarun ‘alaikum bagi siapapun yang telah memperlakukan aku seperti ini. Dan aku benar-benar memohon kepada Allah untuk menyadarkannya, melalui peringatan-peringatan yang sekiranya kelak mampu ia pahami, apa itu arti komitmen, sehingga peristiwa yang ia alami, membuatnya lebih menjaga dan mengerti, bahwa setiap orang butuh untuk dihargai, dan ia dapat memanusiakan manusia. Semoga ia menjadi lebih baik atas semua peringatan dan pelajaran yang Insya Allah akan dialami olehnya.

Sungguh aku tidak memiliki rasa dendam yang berkepanjangan. Aku hanya memohon kepadaNya, kepada Rabbku yang memiliki segala kuasa, agar sekiranya ia mengerti, ia memahami, dan mampu mengambil resiko dan hikmah, atas apa yang pernah ia janjikan kepadaku sebagai niat yang baik, namun ia patahkan, lagi-lagi dengan pernyataan yang hanya menyandarkan kepada kepentingannya sendiri, melupakan semuanya.

Allah, aku jadi mengerti,

bahwa tidak setiap pengorbanan yang aku lakukan harus terbalaskan oleh orang yang aku berkorban kepadanya, bahwa tidak setiap perjuangan yang aku lakukan harus mendapat penghargaan oleh orang yang aku berjuang untuk kebaikan dan kebahagiaannya.

Allah, jadikan kepada siapapun yang pernah mengecewakanku, menjadi lebih baik atas semua peringatan dan pelajaran yang Kau berikan kelak (sungguh aku tak mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang karena ini adalah ketentuanmu Ya Rabb). Namun berserahku kuwujudkan dengan doa-doaku kepadaMu Yaa Rahiim, sebagai seorang hamba yang lemah dan merasa terdzalimi atas semua perlakuan seseorang yang pernah melukai dan mengecewakanku.

Ya Allah, ternyata mencari ilmu ikhlas itu sangatlah berat. Kuasakan kepadaku Ya Allah, sampaikan ilmu itu menembus palung hatiku dan inti pikiranku, sehingga berserahku terhadap semua masalahku adalah total kepadaMu… Allah, aku ingin semua yang terbaik dariMu, bimbinglah aku menuju jalanMu yang paling lurus Yaa Rabb, Ihdinas shiraatal mustaqiim, wa irhamna yaa arhamar raahimiin. Allahumma amin…

Posted in Memory & Experience, Reflection | Tagged: | Leave a Comment »

Ibu, aku ingin bersanding…

Posted by Darwis Suryantoro on November 16, 2011


Ibu, sudah hampir sepuluh tahun kita tak terbiasa hidup bersama. Aku menangis ketika kau lepas aku di kota yang aku kesepian tanpa kehadiranmu, terasa jauh Bu, terasa menyesakkan dada. Ibu, aku tahu engkau selalu merindukanku…

Ibu, aku rindu seduhan susu di setiap pagiku. Ibu, aku rindu ketika engkau mengingatkanku untuk sholat tepat waktu. Ibu, aku ingin eskrim, aku ingin baju baru, celana baru, sepatu baru.

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

Ibu, aku pulang

Posted by Darwis Suryantoro on October 24, 2011


Kamis, 20 Oktober 2011 di kala pagi aku menangis, tak jelas mengapa, tak seperti biasanya. Keyakinan ini adalah bahwa kekecewaan akan berbuah keindahan. Kuhentikan sejenak langkahku, aku teringat sosok yang sangat mencintai kelemahanku, mencintai kekuranganku. IBU. Hanya ibu yang satu-satunya makhluk Allah yang mencintai kita apa adanya.

Ibu, di kala aku sakit, kau adalah perantara satu-satunya yang dikirim dari langit untuk membantu menyembuhkanku atas ijinNya. Ibu, di kala aku jatuh, kau adalah satu-satunya perantara yang dikirim dari alam kedamaian untuk mendamaikan hatiku, memberiku semangat. Ibu, kau adalah favoritku, impian-impianku melambai selalu, ingin kurengkuh bersama dirimu.

Ibu, aku menangis saat menulis cerita ini, aku hanya ingin mengatakan, bahwa aku hari ini sakit Bu, aku ingin selalu di sampingmu… Tapi aku tak mau kau merasakannya juga… Biarlah pesanku kusampaikan pada Allah, Rabb kita Bu, yang menyatukan kita….

Ibu, aku ingin pulang… Aku ingin bersandar… Aku ingin melabuhkan jiwa sejenak bersamamu, aku rindu…

Ibu, aku mencintaimu, tulus…. Ibu, ini suara hatiku:

Kunyanyikan semua lagu (tapi ini tidak untuk kunyanyikan lho Bu…)
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih
Ku kepadamu

Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku

Ijinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmu

Didalam hati kuyakin
Serta percaya
ada kekuatan doa yang
engkau titipkan

Lewat Tuhan membuat semangat bila diri
ini rapuh Dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

-Gita Gutawa-

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

We Will Not Go Down, Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

Posted by Darwis Suryantoro on February 17, 2009


Assalamu’alaykum…
Halo sobat semua, sudah pernah tahu lagu “We Will Not Go Down” karya Michael Heart dengan lirik berbahasa Indonesia belum?

Aku tuliskan liriknya yaaa…

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza )
Kita Tak Akan Menyerah (Lagu untuk Gaza)

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

=============================================
Lagu ini adalah untuk perenungan bagi kita semua, refleksi-refleksi.

Bagaimana sobat? ukhti, akhi?

Wassalamu’alaykum….

source:

http://nugrohotech.wordpress.com

Posted in Reflection | Tagged: , , , , , , | 63 Comments »

Rencana Tuhan Pasti Indah [R]

Posted by Darwis Suryantoro on December 24, 2007


Temen-temen, artikel ini aku dapat dari salah satu temenku, yang seumber jelasnya blum diketahui, makanya trus saya kasih kode [R]. Secara pribadi saya ijin kepada penulis resminya (meskipun lewat blog ini), dan apabila nama penulis ingin ditampilkan silakan hubungi saya yah!
Artikel ini untuk mengenang khusus HARI IBU, sebagai gambaran dan potret sehari-hari, untuk dijadikan hikmah.
Artikel ini berisi pengandaian, jadi kalau terjadi salah paham, mohon dipahami, loh, maksudnya…. hehe.
==============================================================

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang
 menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain
 di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang
 ia lakukan.
Read the rest of this entry »

Posted in Reflection | Tagged: , , , , | 7 Comments »

Good Egg

Posted by Darwis Suryantoro on October 30, 2007


If you see an egg from outer, you will get, it seems healthy and good. But it can false. After we break its skin, actually we know the conditions of that egg, surely.

From that case, we can give some conclusions that it also happen in people world. When their skin is broken, we will find a real attitude about them. Their body is wrapped by good clothes, also their idea is wrapped by good words, they seems as a good creature. But, if we see a reverse of their skin actually, we usually find a worst heart, disgusted character. Behind their gentle face, there is an ego attitude, arrogant, always tell a lie, and other bad habituals.

If we see the peson’s momentous, we will find their trully color. Then we know them as a good egg or bad. In a macro opposition moral, we often see this case as bad people who sale their strength and organize their actions as a good egg than other persons. But this reality will not end. Time will run fast when people want to enter among another world that all of cretinous will lost and all of strength will stop, not from the people, but the power of Almighty God, Allah swt.

Posted in Reflection | Tagged: , , | 1 Comment »

Menyakitkan, Menyedihkan, Mengecewakan [R]

Posted by Darwis Suryantoro on October 3, 2007


Hal yang sangat menyedihkan adalah
saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu ….
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya ….
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak
menghargainya …

Hal yang sangat menyakitkan adalah Read the rest of this entry »

Posted in Reflection | Tagged: , , , , , | 5 Comments »

Reflection Lists

Posted by Darwis Suryantoro on September 23, 2007


Jumlah artikel/tutorial dalam kategori ini = 4

Posted in Reflection | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.