Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Posts Tagged ‘cara menyusun modul’

Langkah-Langkah Mengembangkan Bahan Ajar

Posted by Darwis Suryantoro on October 12, 2011


Tata Cara Pengembangan Modul sebagai Bahan Ajar

Metode Penyusunan Modul untuk Bahan Ajar

Silakan download presentasi DI SINI untuk keterangan lebih lanjut (lengkap) mengenai bahan, gambar, bagan alir, langkah, pengembangan bahan ajar.

Bahan ajar dapat didefinisikan sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Pengertian bahan ajar yang lain yaitu: bahan ajar merupakan informasi, alat, dan teks yang diperlukan guru atau instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Bahan ajar juga dapat diartikan sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

Bentuk-bentuk bahan ajar dapat berupa:

• Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,

• Audio Visual seperti: video/film,VCD

• Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH

• Visual: foto, gambar, model/maket.

• Multi Media: CD interaktif, Computer Based, Internet

Untuk cara penyusunan peta bahan ajar dapat didownload di sini. File download tersebut juga memuat gambar alur prosedur analisis penyusunan bahan ajar.
Salah satu komponen pendukung dalam pengembangan bahan ajar yaitu lembar kegiatan siswa. Lembar kegiatan siswa atau “student work sheet” ialah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori maupun praktik.
Langkah-langkah penulisan LKS adalah sebagai berikut:

• Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran.

• Menyusun peta kebutuhan LKS

• Menentukan judul LKS

• Menulis LKS

• Menentukan alat penilaian

Struktur Lembar Kerja Siswa secara umum adalah sebagai berikut:

  • judul, mata pelajaran, semester, tempat
  • petunjuk belajar
  • kompetensi yang akan dicapai
  • indikator
  • informasi pendukung
  • tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
  • penilaian

Apa perbedaan bahan ajar dan buku teks? Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar-mengajar (KBM), sementara buku teks adalah sumber informasi yang disusun dengan urutan atau struktur berdasar bidang ilmu tertentu.

Untuk perbedaan lebih lanjut,

CIRI-CIRI BAHAN AJAR:

  • Menimbulkan minat baca
  • Ditulis dan dirancang untuk siswa
  • Menjelaskan tujuan instruksional
  • Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel
  • Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.
  • Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih
  • Mengakomodasi kesulitan siswa
  • Memberikan rangkuman
  • Gaya penulisan komunikatif dan semi formal
  • Kepadatan berdasar kebutuhan siswa
  • Dikemas untuk proses instruksional
  • Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa
  • Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
CIRI-CIRI BUKU TEKS:
  • Mengasumsikan minat dari pembaca
  • Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
  • Dirancang untuk dipasarkan secara luas
  • Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
  • Disusun secara linear
  • Stuktur berdasar logika bidang ilmu
  • Belum tentu memberikan latihan
  • Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
  • Belum tentu memberikan rangkuman
  • Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
  • Sangat padat
  • Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
Jenis-jenis bahan ajar meliputi:
  • Lembar informasi (information sheet)
  • Operation sheet
  • Jobsheet
  • Worksheet
  • Handout
  • Modul
Pengertian Modul. Modul merupakan alat atau sarana  pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri. Dari sisi kebahasaannya, modul disusun secara sederhana sesuai dengan level berpikir anak SMK atau input SMK (dapat juga untuk level SMP, MTs, MA, SMA).
Modul digunakan secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing indivisu secara efektif dan efisien. Modul juga memiliki karakteristik “stand alone” yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain. Penyusunan modul dirancang bersahabat dengan pemakai, membantu kemudahan pengguna untuk diakses atau direspon.
Ciri-ciri modul sebagai bahan ajar antara lain:
  • modul harus mampu membelajarkan diri sendiri (self learning)
  • tujuan awal dan tujuan akhir modul harus jelas dan dirumuskan secara terukur
  • materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas, terseda contoh-contoh dan ilustrasi yang jelas
  • tersedianya soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya
  • materi “up to date” dan kontekstual
  • bahasa sederhana, lugas, dan komunikatif
  • terdapat rangkuman materi pembelajaran
  • tersedia instrumen penilaian yang memungkinkan siswa melakukan “self assessment”
  • mengukur tingkat penguasaan materi diri sendiri
  • terdapat umpan balik atas penilaian peserta diklat (feedback)
  • adanya informasi tentang rujukan, pengayaan, referensi yang mendukung materi
  • modul digunakan untuk orang lain, bukan untuk penulis semata
Di bawah ini adalah tujuan penulisan modul, antara lain:
  1. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal.
  2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya gerak indera, baik siswa atau peserta diklat juga guru dan instruktur.
  3. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi seperti: meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat, mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya, memungkinkan murid dapat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya, memungkinkan siswa atau peserta didik untuk dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
Dalam file presentasi (silakan download pada link di atas) juga dijelaskan tentang:
  1. Kaidah penulisan modul.
  2. Karakteristik modul yang meliputi self instructional, self contained, stand alone, adaptif, user friendly, konsistensi, dan format-formatnya.
  3. Kerangka modul.
  4. Prosedur penyusunan modul.
  5. Kiat-kiat menyusun modul.
  6. Diagram pencapaian kompetensi.
  7. Menyusun tes formatif/ tugas.

Demikianlah materi tentang penyusunan bahan ajar.

Posted in Pendidikan | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.