Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Gathering Information with Social Engineering

Posted by Darwis Suryantoro on June 13, 2007

Awal tahun 2005, memang menegangkan sih, tapi ini kali pertama aku melakukan rekayasa sosial (social engineering)buat ndeketin ntuh kaum hawa (huahuahua, disarankan buat kaum hawa tidak membaca artikel ini), meskipun ujung-ujungnya aku gagal juga (wekekeke, blon wektunye kalee).

Aku lupa, tepatnya hari apa tanggal berapa aku melakukan hal yang gila ini (masalahnya ialah, semua catatanku aku tulis di kalender, trus kalendernya hilang entah kemana, ada yang tau??). Tapi yang jelas, saat itu malam menjelang. Media yang aku pakai ialah telepon (soalnya aku malu banget kalo langsung direct meet getoo).

“Permisi Bu, mau nelpon,” ucapku kepada pemilik wartel, sembari beliau mempersilakan aku untuk menggunakan KBU 2. Ya, aku yakin sekali, kali ini aku pasti berhasil.

Tit-tut-tat-tit-tit-tat-tit-tut.Iya, aku telah menekan 7109xx (sensored). Siapakah yang menerima, yaitu ibu kos dai cewek itu. Aku bilang aja aku pengin ngomong ma dia. “Dari siapa?” Ya kalo aku ngaku nama panggilanku sama aja boong, berarti khan menawarkan kecerobohan kepadanya (soale dia udah tau kalo aku kakak kelasnya). Cape deehhh… Aku ngaku namaku “Ryan” (Tapi aku nggak boong, soalnya namaku Darwis Suryantoro, jadi, ada suku kata “Ryan”).

Siapakah nama cewek itu? Sssttt.. jangan bilang siapa-siapa ya, namanya Santi (aku buat samaran aja, biar nggak heboh getoo). Nah, kurang lebih cerita dan bunyi percakapannya seperti ini :

Santi : Halo, siapa ni?
Aku : Mbak Santi ya, namaku Ryan masih ingat khan?
Santi : Ryan siapa ya?
Aku : Adik kelasnya mbak waktu SMP dulu.
Santi : Masa sih, aku kok gak pernah denger ya, apa aku yang lupa yawh. Lho tau dari mana kalo aku di sini?
Aku : Aku diberitahu mbak April (temen dia, mesikipun aku belum pernah berhubungan sama dia, karena aku tau dia punya temen namanya April).
Santi : Oo.. Apa apa? Kamu yang waktu itu ikut pramuka ya?
Aku : Oh iya mbak, aku juniornya waktu itu (junior dari hongkong, huahua). Aku mau nanya-nanya mbak tentang pendaftaran di sekolah mbak gimana, syarat-syaratnya getoo!
Santi : Lho bentar-bentar, rumahmu di mana? (kayaknya dia dah sedikit curiga, tapi aku nggak bodoh, soalnya sebelum nelpon aku tanya ma temenku yang satu kota dengannya tentang pasar yang paling terkenal di kota x, ialah y).
Aku : Rumahku di deket pasar y.
Santi : Ooo.. (sudah kuduga jawabannya pasti “Ooo..” kalo nggak itu ya “oh, iya toh”).
Aku : Gimana mbak, apa aja syarat-syaratnya… (kemudian dia sebutkan satu-persatu syarat masuk ke sekolah itu).

Kemudian kita bercerita banyak… dalam percakapan telepon itu, tapi si dia masih belum tahu kalo aku adalah aku, huahua…
Akhirnya di akhir percakapan aku ngaku kalo aku adalah aku.
Santi : Hah, bodoh-bodoh-bodoh…
Aku : Hehe, maaf ya, aku cuman pengin tau aja suara kamu gimana..(bla-bla-bla, biasalah basa-basi dulu, biar kemudian ada suasana laen).
Akhirnya kita ngobrol banyak dan akhirnya kita menentukan untuk ketemuan di hari-hari berikutnya.

STOP PRESS: Bacaan dari sini sampai ke bawah, nggak boleh dibaca oleh kaum hawa (soale nanti rahasia cowok-cowok pada ketahuan, huahua).

So, apa yang aku lakukan setelah itu? Yawh, gathering information. Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang dia.
Karena pada waktu itu aku masih SMA, kebetulan aku pernah jadi panitia MOS (Masa Orientasi Siswa) untuk angkatannya, jadi yaaa aku cari data peserta MOSnya.

1. Nama Lengkap (so guys loe harus tau yang ini kalo mau ngenalin dia lebih deket).
2. Tempat dan tanggal lahir (kayak ngisi KTP aja, hiks2).
3. Alamat kos dan alamat rumah dia (ini sebagai bahan pembicaraan ama dia nanti).

Nah, awalnya aku cuman dapat informasi itu aja. Apa perlu dikembangkan? Yup, sangat perlu untuk keperluan darurat lainnya. Keperluan apa? HANDSHAKING (kayak TCP/IP aja, huahua). Aku harus tahu orang tuanya, keluarganya, karakternya, de el el.

Pengembangan informasi untuk mengenal karakternya, aku langsung cari software primbon, wekeke.. Boleh khan??

Hanya dengan memasukkan nama dan tanggal lahir, ENTER, keluar deh informasi-informasi pribadinya (hari lahir pasaran, wuku, zodiak, elemen, dan zonanya). Meskipun aku gak percaya primbon, tapi itu khan bisa buat bahan selanjutnya buat ngobrol-ngobrol. Setuju nggak?? Huahua..

So, apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.. Iya, ketemuan dan ngobrol (jangan cuman ketemuan doang). Then ceritalah hingga dia akan mengucapkan kata-kata di bawah ini :

1. Lho, kamu kok tau?
2. Masa sih, dari mana kamu tau itu..
3. Kamu dah tau banyak yawh tentang aku🙂
4. Aku jadi maluu..
5. Dari mana kamu tau itu?
6. Siapa yang memberi tahu kamu kalo aku lahir tanggal segini-segitu?

Huahua.. inilah yang akan mempererat HANDSHAKING kamu.
Selanjutnya terserah Anda… So guys tetap semangat!!!
=============================================================

( Darwis Suryantoro ) in Jogja, on June 13th 2007

2 Responses to “Gathering Information with Social Engineering”

  1. […] – Gathering Information with Social Engineering […]

  2. Suryantoro said

    Ini kisah jaman jahiliyah dulu, sekitar tahun 2004. Astaghfirulloh hal ‘adziem… Maafkan aku Yaa Alloh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: