Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Domain Name System

Posted by Darwis Suryantoro on June 17, 2007

— DNS —

(Just Introduction)

By KB_007.NNR a.k.a Darwis Suryantoro

created on February 27th, 2007

updated on June 17th, 2007

Abstraksi, Pengertian, dan Histori

Setiap komputer yang terhubung di sebuah jaringan memiliki IP Address yang unik, artinya mereka harus berbeda satu sama lain. Ibaratnya nama, supaya saling mengenal gitu lho ! Nah, tapi kita kudu tahu bahwa komputer cuman mengenal angka 0 dan 1 alias angka-angka biner dalam pembacaan alamat yang diimplementasikan dalam IP versi 4, juga dengan bilangan heksadesimal, yang diimplementasikan dengan IP versi 6. Bingung?

Kita lihat pas kita nge-Net di warnet ato kalo kita punya warnet sendiri (bagi-bagi dong benwitnya J). Saat kita menuliskan sesuatu di kotak kecil tapi panjang berwarna putih agak ke bawah dikit, biasanya pas di bawah peralatan perang (toolbar), (tapi bukan buat yang itu lho!!), namanya Address bar. Di situ kita menuliskan alamat misalnya www.plasa.com yang sebenarnya adalah alamat IP yang dituju. Ia punya alamat di 202.134.0.12. Jadi, apa dong fungsinya dari DNS ? Sebenarnya kita nggak usah resmi-resmi banget buat ndefinisiin tuh DNS. Tapi yang jelas bayangin, seandainya kita ngapalin semua nomor-nomor IP yang kita tuju pas kita ngelakuin browsing di warnet. Ugh.. payah banget. Nah, kalo mau njawab pas ulangan apa yang namanya DNS, simak kalimat berikut ini.

  1. Domain Name System yaitu suatu sistem yang memungkinkan translasi nama dari suatu host di jaringan komputer atau Internet menjadi IP Address.
  2. Domain Name System adalah Distribute Database System yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP/IP.

Nah, cukup resmi khan? Dua poin di atas kiranya bisa menjawab pertanyaan pas ulangan semester nanti .

SEJARAH DNS ini sangat menarik untuk kita simak. Ingat, katanya Bung Karno (presiden RI kita yang pertama), “Jas Merah” – “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Karena untuk mengenal dan mengerti sesuatu, kudu tahu asal mulanya & ngerti lika-likunya. Jadi ngelantur J

Pas DNS belum lahir, digunakan teknik yang namanya host table. Masing-masing host/komputer tuh nyimpan daftar kombinasi nama komputer ama IP Address. Nah semua itu disimpen dalam file yang bernama HOSTS.TXT. Dalam file ini disimpan semua nama dan IP Address seluruh komputer yang terhubung ke internet. Karena pengguna internet semakin membludak, file ini kudu diupdate terus sehingga merepotkan banget. Dari sinilah muncul ide pembuatan DNS oleh Paul Mockapetris. Selain buat memetakan IP Address dan nama host, ia juga digunakan untuk sarana bantu dalam penyampaian e-mail.

Keunggulan DNS

DNS punya beberapa keunggulan antara lain :

1. Unlimited Database Size. Ketimbang dengan HOSTS files, ia dapat menampung jauh lebih banyak database alamat IP yang tentunya didistribusikan kepada beberapa organisasi yang berwenang dalam penanganan alamat tersebut.

2. Ia memiliki performance yang baik daripada HOSTS files.

3. Mudah, karena user nggak perlu direpotkan dengan ngapalin IP Address komputer, namun di sini cukup hostnamenya aja (nama komputer).

4. Sederhana dalam pemakaian, karena user cuman make satu domain buat nyari di internet, juga di intranet.

5. Konsisten. IP Address sebuah komputer bisa berubah, tapi hostnamenya nggak berubah.

Hierarki DNS

Format penamaan host yang ada di internet dibuat dengan tingkatan-tingkatan tertentu. Dalam bagan hierarki tersebut terdapat titik-titik yang membentuk tree ( seperti pohon), yang memiliki titik-titik lebih spesifik (subnode / branch). Pada setiap node ini terdapat label yang sering dikenal sebagai domain, yang bisa berupa :

  • Top Level Domain
  • Second Level Domain (Third, dan seterusnya)
  • Host Names

Namun di atas Top Level Domain, masih memiliki tingkatan tertinggi yaitu root, yang merupakan domain teratas, ditulis dalam tanda titik (.).

Jika kita gambarkan bagannya adalah kayak gini :

Hierarki DNS

Hierarki DNS

Top Level Domain berguna untuk menunjukkan jenis perusahaan, lembaga, instansi pemerintahan maupun swasta, juga negara tempat komputer berada. Nah, Top Level Domain ini berada persis di bawah root, yang terbagi menjadi tiga jenis yaitu :

Top Level Domain Generik

Ia merupakan sejarah Top Level Domain, soalnya (model) penamaan domain yang pertama kali menggunakan jenis TLD (Top Level Domain) ini. Ada beberapa jenis TLD generik antara lain :

  • .edu – digunakan untuk lembaga pendidikan (sekolah tinggi maupun universitas).
  • .gov – digunakan untuk lembaga pemerintahan versi Amerika Serikat.
  • .com – digunakan untuk perusahaan / organisasi komersil.
  • .int – digunakan untuk organisasi bersifat internasional.
  • .mil – digunakan oleh badan militer Amerika Serikat.
  • .net – biasa digunakan oleh layanan ISP (penyedia jasa internet).
  • .org – untuk organisasi nonprofit.
  • .info – untuk website yang menyajikan informasi praktis.
  • .tv dan .fm – untuk website jasa broadcast (stasiun televisi dan radio).
  • .name – untuk personal website.

Contoh website dari TLD di atas antara lain :

www.amazon.com , www.infonesia.info , www.telkom.net , dsb.

Top Level Domain Negara

Standar ISO 3166 mengatur pembagian geografis TLD country buat ngenalin sebuah negara. Ia punya dua huruf yang unik, nah mari kita lihat contohnya :

§ .my – merupakan TLD negara Malaysia.

§ .id – merupakan TLD negara kita, Indonesia

§ .ca – untuk TLD Canada.

Second Level Domain

Ini bisa berisi host maupun domain lain (di sini berarti sub domain). Nah pada contoh pada hierarki di atas terdapat alamat smktelkom-mlg.sch.id . sch di sini menduduki posisi second level domain. Namun ini semua tergantung juga bagi para pemberi nama domain tersebut. Sehingga dimungkinkan banyak sekali terdapat subdomain yang ada dalam lingkup alamat sebuah organisasi / instansi.

Woy …….. minum kopi dulu Men !!

Host Names

Ibaratnya dalam sebuah keluarga besar, ada yang namanya mbah buyut (bapaknya kakek), mbah (nenek/kakek), bapak, sampai ke anak. Bila sekedar menganalogikan secara ringan saja (nggak memiliki arti yang spesifik), anak ini disebut sebagai Host Names. Atau kasarnya, keturunan keluarga yang pualiiiing bawah dianalogikan sebagai Host Names. Contoh (hanya sekedar contoh). Alamat :

fileserver1.smktelkom-mlg.sch.id à Maka fileserver1 ini disebut sebagai host name dan smktelkom-mlg.sch.id sebagai domain namenya. Tapi intinya di sini adalah bahwa domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan Fully Qualified Domain Name (FQDN) . Hehe, artikan sendiri Coy !

Prinsip Pokok Proses Kerja DNS

Ada 3 langkah utama yang merupakan proses kerja DNS. Perhatikan gambar di bawah ini : (Sumber gambar di bawah diperoleh dari artikel karya Mas Diding yang diposting di http://www.ilmukomputer.com ).

Proses Kerja DNS

Proses Kerja DNS

I. Resolvers ngirim queries kepada name server. Nah, di sini kita kudu ngerti dulu bahwa resolvers merupakan program DNS Client berjalan di komputer user yang menghasilkan DNS request. Kamu kudu tahu juga bahwa Resolver punya tugas buat njawab pertanyaan tentang domain kepada program aplikasi (seperti Internet Explorer, Netscape navigator, Mozilla, dan masih buanyak lagi).

II. Abis langkah I sampai tujuan, dus (=lalu) Name Server (kalo ngelihat gambar di atas sama dengan DNS Server) ngecek queries itu menuju lokal database, ato ngehubungi name server yang laen. Nah, jika udah ditemukan, ia akan ngembali’in lagi ke resolvers. Tapi kalo ada kesalahan, maka akan muncul message failure note alias pesan kesalahan.

III. Resolvers ngubungin host yang dituju dengan ngguna’in IP Address yang diperoleh dari Name Server.

Serangkaian proses itu yang dinama’in dengan pemetaan, ato bahasa kerennya disebut Forward Lookup Query.

Kesimpulan

DNS merupakan solusi terbaik menggantikan metode penamaan komputer yang disimpan dalam file HOSTS.TXT pada jaman dahulu kala yang sangat menyusahkan manajemen ketika pengguna internet semakin membludak. DNS mempunyai 3 dasar kerja, yaitu : Sending queries to Name Server, checking queries to local database (in the name server), and resolvers contact the target house with IP Address thats given by Name Server (nah low, artikan ndiri tuh, hehe).

 

Referensi

Ardiantoro, Diding. 2003. Pengantar DNS. www.ilmukomputer.com

Purbo, Onno W. 2003. TCP/IP Standar,Desain, dan Implementasi. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Syafrizal, Melwin. 2005. Pengantar Jaringan Komputer. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Wijaya, Hendra, Ir. 2002. Cisco Switch Pedoman untuk Mendesain LAN. Jakarta : Elex Media Komputindo.

 

Special thanks to : Allah swt. (my Almighty God)

Thanks to :

My prophet Muhammad saw. Ayah & bunda di rumah. Adekku Anisa & DBM. Kera2 moklet : war_rockz (Armindra), elpranto2000 (www.elyas.co.nr) , Ucox, Sembod, Abuma, fef_cc, Linto, dan semua angkatan 1 – entek, termasuk Mas Ucup & Mbak Dya (litbang)- (dan seterusnya). Sumber referensi : Pak Onno (salut buat perjuangannya), Pak Diding, Mr. Melwin (smart in Amikom), Mr. Hendra, Pak Anton. Mas2 & mbak2 di PT Wikusama. Pak BJ Moklet, Pak Budi, Mas Kakok (X-Gneration), Temen2 WFC (Waluyo Fans Club), Winda, L 354 AR. Mas Bodong & Mas Agung (GT). Mas Engkeh & Angga (dan wong-wong PSN). Mas Wildan (Amikom). Kera-kera Buyan Fans Club (ninja hattori, amin mie, bimo, google, bowo, andit,kresna, sorry yg blum kesebut namanya). Temen2 di d3mi2f (2005/2006). Kliknet crew (www.kliknet-online.com), Staff www.smktelkom-mlg.sch.id && semua yg mengenal aku all over the world.

===============================================================

Go to index page of Computer Networking

 


		

One Response to “Domain Name System”

  1. […] Domain Name System […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: