Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Introducing to Windows Registry

Posted by Darwis Suryantoro on June 17, 2007

By KB_007.NNR a.k.a Darwis Suryantoro

Created on September 12th, 2006

Modified on June 17th, 2007

Preambule
Sekian banyak kasus pemakai komputer yang mengeluh (termasuk penulis ) perihal berbagai masalah, dari level rendah hingga yang dibilang fatal sekaligus pada kinerja komputer, baik itu kesalahan pemilik maupun pengguna lainnya. Ada yang komputernya “lemot” alias “ngempet” kalo mau menjalankan/memproses program. Ada yang sering hang, atau bahkan nggak bisa jalan. What’s wrong? Sengaja atau tidak sengaja, setidaknya kita harus ngoreksi apakah file-file di dalam folder WINDOWS dan anak-anaknya. Ada kesalahan apa? Namun kurang lebih, pada tulisan ini penulis akan menyampaikan salah satu faktor (yang mungkin pernah dihadapi) sebagai penyebab sakitnya komputer. Cie… kayak dokter aja !! Yup, “Registry Editor”. Apaan tuh? Let’s go, simak lebih lanjut !

Introduksi

Registry adalah sebuah basis data informasi dan referensi sistem operasi. Sistem operasi Windows menggunakan fasilitas ini untuk memanajemen lika-liku “lakone” program di komputer. Interface registry editor ini begitu sederhana sampai-sampai (mungkin) yang melihat sepintas akan bertanya-tanya, “Apaan tuh?”, atau “Wuih, aneh-aneh yach?”, bahkan yang nggak mau ngerti tentang registry akan berkata, “Males ah, ngapain ngelihat yang kayak gituan, membosankan!” (mungkin seperti playboy yang udah bosen ama gebetannya J). Tetapi bila kita mau ngerti, betapa vitalnya yang satu ini, karena memiliki tugas yang begitu berat dan ekstra, ibarat ia sebagai prajurit garis depan yang kita perintah buat ngontrol tuh kerja komputer. Ia menampilkan semua key / kunci dalam suatu struktur berdirektori yang membantu kita dalam memeriksa dan mengedit semua isinya.

Lalu, dimanakah letak registry tersebut? Windows 95 dan 98 menyimpan yang namanya registry di dalam dua buah file binary (hidden) dalam direktori Windows, yaitu : USER.DAT dan SYSTEM.DAT. Sedangkan Win ME mempunyai sebuah “additional file” yang bernama CLASSES.DAT. Namun, Windows NT dan 2000 menyimpan file tersebut dalam direktori \WINNT\SYSTEM32\CONFIG. Jika kita mengaktifkan profil pengguna (Control Panel à Users) terdapat satu file USER.DAT untuk setiap pengguna. Lalu bagaimana dengan Win XP atau Win Server 2003, Longhorn, atau versi berikutnya? Hehe, ini PR untuk kamu!

STRUKTUR REGISTRY

Jika kita melihat isi Registry (Start à Run à (ketik) regedit), maka sesungguhnya terdapat lima kunci utama (Win XP). Setiap kunci utama tersebut mempunyai kunci-kunci anak yang berupa sub-key, masing-masingnya dapat mempunyai beberapa nilai (value). Kelima struktur tersebut adalah :

  • HKEY_CLASSES_ROOT
  • HKEY_CURRENT_USER
  • HKEY_LOCAL_MACHINE
  • HKEY_USERS
  • HKEY_CURRENT_CONFIG

à HKEY_CLASSES_ROOT

Kunci yang populer disebut sebagai kunci cabang ini menyimpan file asosiasi, informasi OLE (Object Linking and Embedding) yang berfungsi sebagai penyertaan suatu file lain (misal : komponen / bagan Excel pada sebuah dokumen word) juga tombol-tombol pintas Windows dan beberapa rincian penting tentang antar muka user.

à HKEY_CURRENT_USER

Kunci utama ini membuat link dengan kunci HKEY_USERS untuk siapa saja yang sedang menggunakan komputer saat itu. Di sana terdapat rincian seperti setting menu start, sound, keyboard, dll.

à HKEY_LOCAL_MACHINE

Menyimpan informasi spesifik tentang hardware, software, dan preferensi PC. Konigurasi perangkat keras terdapat di sini semua sentralnya.

à HKEY_USERS

Kunci ini menyimpan preferensi individu untuk setiap pengguna (jika Windows disetting untuk multiuser). Informasi diperoleh dari berbagai file USER.DAT pada sistem.

à HKEY_CURRENT_CONFIG

Bagian ini membuat link ke bagian dari HKEY_LOCAL_MACHINE untuk konfigurasi perangkat keras yang sedang digunakan (misal : untuk setting printer, scanner, dll).

BACKUP REGISTRY

Bila kamu petualang TI (sayang, penulis masih amatir), dan memiliki rasa pengin tahu yang gede (nggak papa khan dikit2 gaul gitu bahasanya), cocok banget gitu loch “if” “you” ngutak-atik tuh yang namanya RegEdit. Soalnya penuh tantangan gitu…..

Tapi, sebelum ngoprak-ngaprik, perlu banget buat kamu untuk ngerti (ya.. setidaknya tahu lah) tentang registry. Perlu nyadar juga saat kamu ngubah settingan pada Control Panel sebenarnya kamu udah mengubah settingan dalam registry, begitu juga saat nginstal program aplikasi tertentu, atau penambahan hardware. Registry akan terluka bila kamu nyetting manualnya “ngawuur” (cie.. kayak kisah cinta aza pakek kata terluka), atau nggak sengaja ngawur (nggak mungkin lah). Akibat luka tersebut bisa aja keseluruhan sistem komputer akan hanjur berkeping-keping (dengarkan : “Ancur” –Iwan Falls-) atau bahkan bisa game over. Makanya perlu banget buat kita tuk mem-backup tuh registry (sebenernya penulis juga males buat yang satu ini, hehe…).

Oke, untuk menyalin file-file registry, bukalah jendela Registry Editor (seperti langkah di atas), klik kanan pada My Computer lalu pilih Export (tentukan letak file-file yang akan di backup tersebut, asal jangan di dalam drive/folder sistem operasinya). Selesai dech….

Nah, nanti jika ada kerusakan saat ngutak-atik tuh registry, caranya adalah kebalikannya, lakukan langkah “Import”, cari file-file awal yang telah di backup tadi. Kalo masih nggak bisa kamu kudu merepair Windows, atau bahkan menginstal ulang…. (saran : pakek CD OS yang bootable).

KESIMPULAN

Jadi sebenarnya dan sesungguhnya registry ialah BASISDATA dari file konfigurasi yang digunakan untuk menyimpan informasi, setting, dan pilihan dalam semua kegiatan dalam sistem operasi Windows, baik dalam segi hardware maupun software, user, maupun preferensinya.

SARAN

Saran yang penulis paparkan ini (beberapa dikeluarkan oleh Microsoft tm ) untuk keamanan sebuah Registry :

  1. Sebelum melakukan perubahan terhadap Registry, buatlah file backupnya (sudah diterangkan).
  2. Jangan mengganti Registry Windows dengan versi yang berbeda (contoh : Registry Windows XP jangan diganti sembarangan dengan Windows NT/server).
  3. Gunakan tool-tool dan program-program lain dalam mengedit registry, daripada secara manual (masuk ke dalam jendela registry) dalam menyettingnya (khususnya bagi pemula)
  4. Jangan pernah tinggalkan registry editor berjalan (window terbuka)
  5. Jangan sekali-kali “nge-del” file registry editor sembarangan.

Referensi :

  1. Help pada Windows Explorer
  2. Help pada registry Editor
  3. Neotek Vol II No. 3

Ke halaman indeks Computer Networking

One Response to “Introducing to Windows Registry”

  1. Fajar said

    terima kasih atas pengetahuannya, pi saya punya masalah dengan regedit. regedit saya tidak bisa dibuka, saya minta saran dari anda. sekali lagi terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: