Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Human Relationship

Posted by Darwis Suryantoro on November 9, 2007

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

 

Lingkungan terbaik bagi tumbuhnya kepemimpinan yang baik adalah :

  1. Lingkungan yang hubungan interpersonalnya berlangsung baik.
  2. Hubungan pimpinan yang baik dengan para anggota/karyawannya akan memberikan pengaruh positif pada hubungan di antara karyawan/anggota itu sendiri.
  3. Hubungan yang baik dengan manajemen atasan, manajemen satu level, dengan pelanggan, para kolega, hubungan dengan tetangga, dll.

HUMAN RELATIONS

  • Merupakan subyek ilmu yang paling sering ditulis, dianalisis, didiskusikan dalam sejarah bisnis modern.
  • Merupakan persoalan AKSI dan REAKSI antar manusia.

Reaksi-reaksi tersebut sebetulnya dapat diramalkan secara efektif, karena DIPENGARUHI oleh aksi-aksi atau tindakan-tindakan kita sendiri.

 

Jika REAKSI adalah hasil dari AKSI, maka :

  • Artinya kita dapat mencapai suatu reaksi yang diharapkan dengan mulai melakukan suatu aksi yang sesuai.

Ø      Semakin kita mengenal seseorang, semakin mudah kita meramalkan ia akan bereaksi.

 

Dalam pekerjaan normal, kita akan mencari reaksi-reaksi yang sifatnya positif. Hal ini terbentuk bila tercipta hubungan kerja yang efektif, sehingga perlu perencanaan dan kerja nyata yang harus diterapkan demi tercapainya “Hubungan Kerja yang Baik.”

 

Hubungan Tampak Luar :

  • Sikap beradab, yaitu dengan berjabat tangan dan tersenyum, ditafsirkan sebagai tanda perdamaian, suatu itikad baik, menampilkan sikap menyenangkan.
  • Menyebut nama, untuk meyakinkan lawan bicara dengan menggunakan keberhasilan/keterkenalan orang lain.
  • Sebaiknya biarkan orang lain tahu siapa Anda secepatnya, supaya mereka cepat berpijak pada aktualitas & mementapkan hubungan teguh jangka panjang.
  • Kita wajib mengusahakan pencapaian hubungan yang membuahkan hasil.

Hubungan Antar Manusia :

  • Adalah melihat hal-hal dari sudut pandang orang lain, berpikir menurut pola perasaan orang lain.
  • Melakukan komunikasi secara berkala dan jelas, pujian yang wajar, serius dengan yang Anda ucapkan, sikap loyal, sopan santun kepada setiap orang, pengakuan bila bersalah, pemberian rasa hormat kepada orang lain, ucapan TERIMA KASIH.
  • Jangan memotong pembicaraan orang lain, kehilangan kendali/emosi, bersikap tidak sabar, sulit diduga dalam reaksi-reaksi Anda.

TUJUH KARAKTERISTIK MANAJER yang SANGAT BAIK

  1. Mereka sering kembali pada sumber-sumber yang benar, yaitu sumber-sumber yang membuat mereka lembut, terbuka, mempercayai, merasa bahagia dengan tulus akan keberhasilan orang lain, memberi mereka kenyamanan, pengertian, inspirasi, panduan, perlindungan, arah, dan kedamaian hati.
  2. Mereka mencari kesendirian dan menikmati alam (menyediakan waktu untuk menyendiri lalu berpikir dalam-dalam, menikmati kesunyian dan kesendirian. Berefleksi, menulis, mendengar, merencanakan, mempersiapkan, memvisualisasikan, merenung, bersantai).
  3. Mereka mengasah gergaji (otak/pikiran) secara teratur (menanamkan kebiasaan mengasah gergaji Anda, setiap hari dengan melatih pikiran dan badan. Selalu belajar untuk menambah wawasan sehingga akan mempunyai kemampuan untuk berproduksi, punya inisiatif & belajar bagaimana kita menciptakan nilai-nilai bagi diri mereka sendiri.
  4. Mereka melayani orang lain secara diam-diam, yaitu dengan menumbuhkan sumber-sumber rasa aman dari dalam (menilai secara diam-diam).
  5. Mereka memulihkan kemauan dan kemampuan untuk melayani orang lain dengan efektif.
  6. Mereka mempertahankan hubungan jangka panjang yang akrab dengan orang lain.
  7. Mereka memaafkan diri mereka dan orang lain, mereka adalah penyelesai masalah.

TUJUH MASALAH KRONIS DALAM ORGANISASI

  1. Tidak ada visi dan nilai bersama, atau organisasinya tidak memiliki pernyataan misi, atau tidak ada pengalaman mendalam dan komitmen terhadap misi itu di semua tingkat dalam organisasi.
  2. Tidak ada jalur strategis, atau strateginya tidak dikembangkan dengan baik, atau strateginya tidak menjabarkan pernyataan misi secara efektif dan/atau gagal menulis keinginan dan kebutuhan, serta realitas arus.
  3. Keselarasan yang buruk antara struktur dan nilai-nilai bersama, antara visi dan sistem, antara struktur dan sistem organisasi, kurang melayani dan mendukung jalur strategis.
  4. Gaya yang salah, falsafah manajemennya tidak selaras dengan visi dan nilai-nilai bersama, atau gaya manajemennya tidak konsisten mewujudkan visi dan nilai-nilai pernyataan misi.
  5. Keterampilan yang jelek, gaya tidak sesuai dengan keterampilan, atau manajer tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menggunakan gaya yang tepat.
  6. Kepercayaan yang rendah, pegawai mempunyai kepercayaan yang rendah mengakibatkan komunikasi tertutup, sedikit penyelesaian masalah dan kerja sama. Kerja kelompok yang buruk.
  7. Tidak ada integritas diri, nilai tidak sama dengan kebiasaan, tidak ada korelasi antara apa yang saya hargai dan percaya dengan apa yang saya lakukan.

KETUJUH MASALAH KRONIS DAPAT DIATASI

 

Dengan tidak hanya mengatasi gejala-gejalanya dan menciptakan masyarakat yang lebih baik, tetapi untuk melakukan hal di atas mereka harus mengubah nurani mereka, membangun kepercayaan, memperbaiki struktur dan sistem.

 

MENGUBAH PARADIGMA MANAJEMEN ANDA ( Bagaimana Menjadi Efektif ? )

 

Apabila ingin membuat perbaikan yang pelan-pelan dan bertahap, ubahlah sikap atau tingkah laku Anda.

 

Bila Anda ingin berubah secara besar-besaran atau ingin  membuat perbaikan-perbaikan besar, baik sebagai individu maupun organisasi, ubahlah kerangka acuan Anda, yaitu :

  • Ubahlah cara Anda memandang dunia.
  • Cara Anda berpikir tentang manusia.
  • Bagaimana Anda memandang manajemen dan kepemimpinan.
  • Ubahlah paradigma Anda, skema Anda untuk memahami dan menjelaskan aspek-aspek realitas tertentu.
  • Terobosan-terobosan besar merupakan hasil perubahan dari cara-cara berpikir lama, ketika paradigma berubah, perubahan ini membukakan suatu bidang yang sama sekali baru bagi pandangan , pengetahuan, dan pemahaman yang menghasilkan perbedaan besar dalam kinerja.

EMPAT PARADIGMA MANAJEMEN

  • Paradigma manajemen ilmiah (perut), berkata bayarlah saya dengan baik.
  • Paradigma hubungan manusia (hati), berkata perlakuan saya dengan baik.
  • Paradigma sumber daya manusia (pikiran), mengemukakan, manfaatkan saya dengan baik.
  • Paradigma kepemimpinan yang berprinsip (manusia seutuhnya), mengatakan mari berbicara tentang visi dan misi, peranan dan tujuan, saya akan memberikan sumbangan yang berarti.

Paradigma yang paling bagus yaitu yang terakhir. Kita menumbuhkan paradigma kepemimpinan yang berprinsip, yang tidak hanya mencakup prinsip-prinsip keadilan dan kebaikan, dan menggunakan bakat orang-orang secara lebih baik untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuat lompatan-lompatan dalam efektifitas pribadi serta organisasi.

2 Responses to “Human Relationship”

  1. […] – Hubungan Antar Manusia […]

  2. […] Konsep Hubungan Antar Manusia […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: