Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Terapung tak Hanyut, Terendam tak Basah

Posted by Darwis Suryantoro on November 24, 2007

Aku belum bisa berpikir panjang bagaimana aku melupakannya, namun setiap ada malam, hingga saat ini mengapa selalu terbayang asma cinantya nan budi luhurnya, selalu saja tertancap dalam pikiranku.

Aku hampir jenuh, tapi tak kunjung jua datang, kejenuhan yang kutunggu hingga saat ini. Aku ingin tenang, namun belum jua menjemput jiwa. Aku masih terombang-ambing, masih jauh dari logika berpikir seorang yang kritis, tidak relevan. Aku belum sempat memikirkan bahwa dara sudah ada pemiliknya.

Aku belum sadar bahwa cinta tak mungkin dikejar. Aku belum bangun dari tidurku. Aku belum tersentak. Aku belum… Aku belum… Aku belum segalanya. Aku belum sempurna.

Hai kawan, hai ini aku menyapamu (entah siapa yang kan mendengar). Beritahu aku cara menghargainya. Beritahu aku agar aku tak bersalah. Satu lagi, beritahu aku bagaimana aku menghilangkan keresahan jiwa akibat harapan-harapan yang sirna (meskipun masih ada). Oh, berapa kali aku memohon, kau belum bisa membantuku sepenuhnya.

Alloh, Engkau begitu baik kepadaku. Aku khilaf-aku tobat, aku khilaf-aku tobat, aku khilaf-aku tobat, seolah-olah aku mempermainkan-Mu. Dan Kau tetap saja membimbingku, menyadarkanku disetiap waktu. Apakah ini bagian dari penjagaan-Mu?

Hari ini, Allah, aku mohonkan pada-Mu, tetapkan hatiku pada-Mu! Jadikan aku kasih-Mu. Jiwaku masih terombang-ambing Tuhan, maka tenangkan dengan kelembutan-Mu. Jauhkanlah aku dari mencintai kepada makhluk-Mu karena nafsu. Dekatkan aku dengan cinta kepada semesta karena keagungan-Mu, dengan kedamaian hati akan iman yang tulus dan ikhlas.

Bantulah aku ya Allah untuk mencintai umat-Mu karena-Mu. Penuhi jiwaku dengan ayat-ayat-Mu, cantikkan perilakuku, luruskan langkahku.

Aku yang dalam proses melupakan kenangan dan keinginan-keinginan semu yang tak kunjung padam:

Bahwa cinta dunia bukan segalanya.

Aku yang akan merubah diri karena Allah.
Aku yang akan menjemput cita-cita karena Allah.
Aku akan menghormati sesuatu kaena keagungan Allah.
Aku dalam proses memperbaiki diri karena Allah.
I love you Allah.

Dari As Syafi’i r.a aku tuliskan kembali:

Ketika hatiku mengeras dan jalanku menyempit, kujadikan harapan-harapanku sebagai titian menuju ampunan-Mu.
Dosaku begitu besar, namun kubandingkan dengan ampunan-Mu ya Allah, ternyata ampunan-Mu lebih besar.
Engkau selalu mengampuni dosa, dan Engkau selalu bermurah hati, dan pemaaf karena sifat-Mu yang pemurah.
Tetapi seandainya bukan karena Engkau, tak seorangpun yang akan digoda oleh iblis.
Maka bagaimana, sedangkan dia telah menggoda insan pilihan-Mu (yaitu) Adam?

2 Responses to “Terapung tak Hanyut, Terendam tak Basah”

  1. […] – Terapung tak Hanyut, Terendam tak Basah (24 Nopember […]

  2. -mbemz- said

    Jika bunga itu hanyalah mimpi… saatnya terjaga dan sambut mentari esok hari…. Msih mungkin sang bunga kan hadir di dunia nyata… bukan di “alam mimpi”….
    SEMANGKA bro!!!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: