Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Ketika

Posted by Darwis Suryantoro on April 20, 2008

Dearest all,

Sebenarnya aku udah pengen ngeposting puisi yang satu ini dari dulu, tapi karena kesibukan, ya aku posting sekarang. Bagaimana rasanya ketika kondisi kita seperti ini?

 

 

Ketika…

 

Ketika senja…

belum tiba waktuku…

melabuhkan rasaku

memanjakan jiwaku

 

aku terhalang waktu

ketika berada dalam jarak

kau jauh dariku

kuingin kau tetap milikku

 

namun ketika

ketika keraguan..

menghancurkan semuanya..

kau semakin menjauh..

 

By Darwis Suryantoro

3 Responses to “Ketika”

  1. analiseror said

    Bukan dari tulang ubun dia dicipta, sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
    Tak juga dari tulang kaki, karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak Tetapi dari rusuk kiri,
    dekat di hati untuk dicintai dan dekat ke tangan untuk dilindungi…

    biarkan dia melabuhkan hati pada dermaga yg dia merasa melindungi…biarkan dia mencintai yg di dalamnya dia merasakan damai :)…

    marahnya adalah semangatku
    tangisnya adalah rinduku
    senyumnya adalah penjagaku
    cintanya adalah damaiku🙂

    belajarlah mencintai dg ikhlas🙂

  2. […] – Ketika (20 April […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: