Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Malang, Masih Menjadi Kenangan

Posted by Darwis Suryantoro on February 4, 2009

Jumat, 30 Januari 2009, pukul 17.30 WIB di Jogja, telah bersiap rombongan 5 orang, akan menuju Kabupaten Malang dengan menaiki Tank berwarna silver (Suzuki APV). Hujan menyertai perjalanan kami dari awal hingga akhir. Karena hujan lebat, beberapa titik di daerah Solo terkena banjir, sehingga terpaksa perjalanan kami dilempar oleh polisi ke rute alternatif yang memakan waktu hampir 2 jam, perjalanan dari Solo ke Sragen.

cobanrondo-00Sampai di Malang sekitar pukul 03.30 pagi, tanggal 31 Januari, aku tidak tidur sepanjang perjalanan, karena memandu perjalanan, seperti co-pilot. Ngantuk, setelah sampai di rumah, tak tertahankan untuk tidur, keudian bangun lagi sekitar jam 5, untuk melaksanakan kewajiban 1 dari 5 waktu. Kemudan tidur lagi hingga sekitar jam 10.00, sungguh melelahkan.

Pukul 11.00, aku dengan Pak Rahman, rekan kerjaku, telah merencanakan sebelumnya untuk berekreasi menuju Coban Rondo. Iya, Coban Rondo, yang pada tahun 2002 lalu menjadi tempat digemblengnya aku dalam PLDK (Pendidikan Latihan Dasar Kepemimpinan) SMK Telkom Sandhy Putra Malang. Masih teringat di benakku, ketika aku dilepas di hutan semalaman hanya berbekal senter, peta buta, dan air jahe untuk menghangatkan badan. Sungguh terkesan, rute-rute perjalanan yang jelas masih nyaris sama kondisinya 7 tahun lalu.

Memasuki area Coban (air terjun), aku langsung terkesima, Subhanallah… indah sekali. Wow..wow.. aku mendekat ke air terjun, dan… hmm… basah semua… Kami melewatinya sekitar 40 menit, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke bukit sebelah, arah ke Cangar, Batu. Jadi, perjalanan kami melintasi satu bukit, ke bukit berikutnya, sungguh menyenangkan.
Banyak sekali kebun apel, banyak sekali kebun bunga, banyak sekali tanaman sayur. Sungguh kami tak kehausan oksigen di sini. Sungguh sejuk… Sekitar pukul 14.30 kami sudah sampai ke Malang lagi, Malang bagian utara lebih tepatnya, kemudian mengajak Pak Rahman, menuju Malang Kota, atau yang sering di sebut Kota Malang. Wow… masih teringat masa-masa indah ketika aku masih STM dulu🙂 . Keliling kota, dan tidak lupa lewat di depan Jalan Danau Ranau, jalan kenangan yang ketika sekolah dulu, pasti aku lewati, kemudian menuju mesjid Manarul Islam Sawojajar, mesjid kesukaanku.

Akhirnya kembali lagi ke tempat semula, Sengkaling. Kami beristirahat di sana untuk beberapa waktu. Sekitar pukul 20.00, aku menuju Kota Malang lagi, Sawojajar, yuppy, tidak salah lagi, menuju ke tempat Armindra Rais Pramudika bin (ndak etis kalo disebut di sini). Eh ketika sampai di kontrakannya, kebetulan ketemu orang tuanya, Bapak Narwanto beserta istri, dan anak keduanya Armyta Dwi Pratiwi pada pagi harinya, kemudian disusul Ananditya Marchelian Pradita binti (ndak etis kalo disebut di sini). Tak ketinggalan juga prajuritnya Armindra keminisme, Yaniko Okinay bin (ndak etis kalo disbut di sini), juga Amin si pecinta mie🙂 . Malam itu, malam minggu, kami ngobrol sampe sekitar jam 1 dini hari hari minggu. Cukup puas ngobrol, paginya sekitar am 09.30, aku balik lagi ke Sengkaling, dan melanjutkan perjalanan menuju Jogja sekitar jam 14.00

Alhamdulillah…

——————————–

sumber gambar: http://www.malangkab.go.id

One Response to “Malang, Masih Menjadi Kenangan”

  1. […] Malang, Masih Menjadi Kenangan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: