Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi

Posted by Darwis Suryantoro on September 28, 2011

Penataran Kurikulum Berbasis Kompetensi

Metode, Langkah Pengembangan KBK

Untuk memahami lebih lanjut tentang kurikulum berbasis kompetensi, silakan download di sini.

Pada file presentasi tersebut, disebutkan beberapa aspek yang berbeda berkaitan dengan kurikulum berbasis kompetensi adalah kegiatan belajar mengajar (KBM), aspek penilaian, dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.

Kegiatan belajar sendiri dalam sistem KBK adalah berpusat pada peserta didik, mengembankan kreativitas peserta didik, menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang, kontekstual, menyediakan pengalaman belajar yang beragam, dan belajar melalui “action”.

Sementara itu dalam proses penilaian, penilaian kelas dalam sistem kurikulum berbasis kompetensi dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, dan merupakan bagian dari pembelajaran, serta sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar.

Rancangan penilaian hasil belajar juga berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dengan dilakukan berbagai cara, antara lain:

  • portofolios atau kumpulan hasil kerja siswa
  • products, merupakan hasil karya peserta didik
  • projects, penugasan kepada murid
  • performance, unjuk kerja siswa
  • paper and pen, yaitu dalam bentuk tes tulis

Dalam sosialisasi KTSP, disebutkan bahwa pengelolaan kurikulum berbasis sekolah (KBS) delakukan dengan:

  • mengacu pada visi dan misi sekolah
  • pengembangan perangkat kurikulum, seperti silabus
  • pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar
  • pemantauan (supervisi pendidikan) dan penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja, dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik
  • berkolaborasi secara horisontal dengan komite sekolah, sekolah lain, dan organisasi profesional
  • berkolaborasi secara vertikal dengan dewan dan dinas pendidikan

Sementara itu, pengembangan dan pelaksanaan kurikulum disesuaikan dengan satuan pendidikan itu sendiri, potensi atau karakteristik daerah, kondisi sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

Pengembangan diri terdiri dari: kegiatan bimbingan konseling dan ekstra kurikuler.

Untuk lebih jelasnya tentang presentasi di atas, silakan download panduan Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi di sini.

2 Responses to “Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi”

  1. Darwis Suryantoro said

    Pertamax Gan!

  2. membantu tgs saya..mksih..tpi sdikit bgug hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: