Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

9 Juni 2013, Detik-Detik Mendebarkan

Posted by Darwis Suryantoro on June 11, 2013

Hasbunallooh wani’mal wakiil. Ni’mal maula ma ni’man nashiir.

Inilah salah satu tahapan dalam hidupku yang belum pernah kulalui sebelumnya. Mendebarkan, sekaligus melegakan. Iyah, salah satu langkah yang ditempuh sebelum menuju pernikahan, adalah khitbah.

Sabtu, 8 Juni 2013, dag, dig, dug dalam hatiku, pagi itu aku lepas landas meninggalkan Jayapura menuju Makassar dengan menumpang pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 585 jadwal terbang pukul 09:30 WIT. Dari rumah menuju bandara aku dijemput oleh Pak Bade, sopir kantor yang menawarkan diri untuk mengantarkan aku ke bandara. Alhamdulillah, aku tidak perlu repot-repot memesan settle bus bandara atau taksi.

Cuaca pagi itu cukup cerah, sedikit berawan, menyelimuti langit Bandara Sentani Jayapura. Subhanalloh, pesawat lepas landas dengan mulus. Sriwijaya salah satu maskapai yang kupilih karena cukup berkesan dengan kelembutan take-off dan landingnya. Di samping itu, pelayanan dari awak kabin yang ramah-ramah, cukup melegakan keteganganku pada momen hari itu.

Yup, sampai di Makassar, alhamdulillah sesuai jadwal, 13:00 WITA, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Seselaesainya dari sholat Dhuhur dan Ashar pada hari itu yang kujamak, aku beristirahat sejenak di ruang pengambilan bagasi. Tak kusangka, hari itu turun dari lantai 3, ketua KPK Abraham Samad juga meninggalkan bandara terbesar di Sulawesi tersebut. Aku hanya melepaskan senyuman kepada beliau, tanpa menemuinya.

Selang sekitar 1 jam kemudian, aku ditemui oleh seseorang yang merupakan kakak dari akhwat yang sedang aku berta’aruf dengannya. Walaupun sebelumnya aku pernah melakukan komunikasi melalui telepon, tapi aku tak ragu untuk menyapanya di gerbang kedatangan bandara saat dia mencariku. “Mas Syahrir?” Kusapa dia dengan hangat. Lalu kami mengobrol sana-sini, cukup akrab untuk hitungan pertama kali ketemu🙂.  Dia yang akan memandu perjalanan kami menuju Bontoa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Lho, dari tadi belum cerita ya apa maksud tulisan ini? Hehehe, btw aku akan melamar ^_^. Ini peristiwa melamar untuk pertama kalinya dalam hidupku, bukan untuk melamar pekerjaan, tapi melamar anak perempuan seseorang, ya, khitbah dalam bahasa yang Islami. Aku tidak sendirian, aku didampingi kedua orangtuaku dan mertua dari pamanku yang kebetulan tinggal di Makassar. Alhamdulillah, selama perjalananku terasa ringan, bantuan sana-sini datang, dari proses pengantaran hingga penginapan, semua terencana dengan baik tanpa hambatan. Inilah mungkin yang disebut “jodoh takkan lari ke mana ^_^.”

Minggu, 9 Juni 2013, sekitaran pukul 08:20 WITA, kami bertolak dari Makassar menuju Bontoa. Di sana keluarga akhwat sudah menunggu dengan mengundang beberapa saudara dan tetangga di sekitar. Yap, mereka akan kedatangan keluarga kami dari Jawa. Terus terang ini untuk pertama kalinya aku mengkhitbah seorang akhwat dengan latar budaya yang sangat berbeda, Jawa dan Bugis.

Sekitar pukul 10:10 WITA, alhamdulillah sudah sampai, setelah mendaki gunung lewati lembah, ehehehe, bercanda. Untuk pertama kalinya pula aku, bapak, dan ibu menemui perkampungan Bugis. Ya, ciri-ciri rumah mereka adalah terbuat dari kayu, ini yang masih dipertahankan dari jaman nenek moyang mereka, karena rumah adat ini mempunyai nilai filosofis dan historis yang tinggi. Ehehe, tapi untuk keterangan lebih lanjut mengenai filosofi rumah panggung ini, silakan merujuk ke SINI.

Kami disambut sangat ramah oleh keluarga akhwat tersebut, dan tadaaaa, akhirnya proses meminang dimulai. Dari pihak kami, mertua paman membuka pembicaraan dengan kata-kata sambutan dan maksud kedatangan. Kemudian dilanjutkan dengan perwakilan dari keluarga akhwat memberikan sambutan. Selanjutnya? Yap, seperti yang biasa dilakukan oleh penduduk adat setempat, kami melakukan penyerahan panai, pembicaraan penentuan mahar, administrasi pernikahan (penyerahan kelengkapan dokumen pernikahan), dan, ini yang paling rileks, makan-makan ^_^. Aduh… dasar emang perut sudah kelaparan ;p. Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Setelah makan siang, kami disuguhkan dengan hidangan kue-kue khas Bugis, banyak macamnya, tapi berhubung kami sedang bertamu, ya aku sedikit-sedikit jaim lah ^_^. Btw, makanan khas di sana adalah olahan bandeng lho. Ada juga Sop Saudara. Humm, alhamdulillaah.

Selama prosesi hingga acara makan-makan berakhir, si akhwat belum diperbolehkan menampakkan diri. Astaghfirulloh, sebagai seorang lelaki biasa dan bernaluri, terus terang aku tak mampu menahan rasa penasaran ingin bernadzor. Akhirnya, pihak keluarga akhwat memberikan ijin kepadaku untuk bernadzor. Masya Alloh, sesuatu ^_^. Speechless, dag, dig, dug.

Akhirnya, setelah rangkaian acara berlangsung lengkap, kami pamit untuk pulang. Aku menemani bapak ibuku ke bandara. Kami berfoto di sekitaran bandara, momen yang langka🙂.

Kenapa harus Bugis? Jawaban pertama adalah wallohu a’lam. Jawaban kedua cukup sederhana, dia tertawan oleh hatiku, aku juga tertawan oleh hatinya. Melalui apa? Alloh pasti turut campur dalam perjumpaan dan perkenalan kami. Lantas? Keinginan kami untuk menjaga rasa dan hati melalui jalan yang dibenarkan, yaitu pernikahan. Untuk apa? Tentu, menyempurnakan ibadah dan melangsungkan keturunan, serta menjaga diri dari perbuatan zina dan mendekati zina.

Hei, jawabannya belum pada esensi pertanyaan, kenapa harus Bugis? Kenapa tidak dengan sesama Jawa? Humm, kalau Alloh menghendaki kami bersatu dalam ikatan pernikahan, mau apa? Alloh memandang derajat kita bukan dari kadar kita dari suku mana, tapi seberapa kadar iman dan takwa kita kepadaNya.

Subhanalloh, Maha Suci Alloh yang menetapkan segala sesuatu sesuai kehendakNya. Semoga ini akan menjadi momen terbaik kami dan mengantarkan pada momen-momen terbaik dan paling baik selanjutnya. Insya Alloh. Semoga Alloh selalu menjaga dan meridloi hubungan kami dan keturunan kami dalam ikatan mulia hingga akherat kelak, aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: