Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Pengenalan IT Infrastructure Library

Posted by Darwis Suryantoro on March 14, 2014

IT Service Management atau yang disingkat ITSM berkembang secara alami sebagai layanan yang berkembang seiring berjalannya waktu. ITSM sendiri merupakan manajemen layanan IT untuk mendukung kinerja satu atau beberapa area bisnis. Satu set proses dan prosedur yang dijalankan dalam ITSM ini dibuat untuk layanan dengan kualitas tinggi, dengan biaya layanan IT yang efektif. Jadi, konsepnya semua layanan bisnis didukung berbasis IT. Hal ini kemudian membentuk paradigma bahwa IT adalah bisnis dan bisnis adalah IT.

Dalam glosarium buku Introduction to the ITIL Service Lifecycle yang diterbitkan oleh Official of Government Commerce di Britania Raya, menyebutkan bahwa ITSM merupakan implementasi dan pengelolaan layanan IT yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan bisnis. ITSM sendiri dilakukan oleh penyedia layanan IT melalui sekumpulan orang-orang yang tepat, proses, dan teknologi informasi.

ITSM adalah semua yang berkaitan dengan efisiensi, efektivitas, dan aspek ekonomis, meliputi:

  • People (manusia). Contohnya adalah pelanggan, pengguna, dan staf IT
  • Processes (proses), yaitu ITIL itu sendiri (akan diterangkan kemudian)
  • Products (produk), terdiri atas alat dan teknologi
  • Partners (mitra), terdiri dari vendor dan suplier

Istilah tersebut seringkali disebut sebagai The Four Ps.

Lalu apa kaitan ITSM dengan ITIL?
Wikipedia menyebutkan bahwa ITIL merupakan serangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, dan operasi teknologi informasi.
Konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, dan operasi teknologi tersebut disebut sebagai ITSM.


Versi ITIL

Pada mulanya, ITIL dikembangkan pada tahun 1980-an. Namun baru dikenal luas pada tahun 1990-an dengan menerbitkan versi 2 (ITIL v2), yang memiliki buku andalannya, yaitu IT Service Management, Service Delivery dan Service Support.
Pada bulan Juni 2007, OGCOffice of Government Commerce (sebagai pemilik merk dagang ITIL) menerbitkan versi ketiga (ITIL v3) yang berfokus pada lima bagian dan menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi, meliputi:

  • Service Strategy
  • Service Design
  • Service Transition
  • Service Operation
  • Continual Service Improvement

Tujuan dari ITIL sendiri, yaitu:

  • Mengurangi biaya-biaya
  • Meningkatkan ketersediaan
  • Meningkatkan kapasitas
  • Meningkatkan throughput
  • Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
  • Meningkatkan skalabilitas

Kelebihan dari ITIL antara lain:

  • Netral
  • Komprehensif
  • Modular
  • Pendekatan kualitas
  • Efektifitas biaya
  • Bisa diaplikasikan secara universal
  • Tersedianya alat pendukung

Beberapa instansi yang mengimplementasikan ITIL ini antara lain: lembaga pemerintahan, asuransi, layanan keuangan, industri manufaktur, perusahaan penerbitan, dan perusahaan outsoursing.

Saat mengimplementasikan ITIL, sangat penting untuk mengelola ekspektasi organisasi dalam hal:

Deliverables
Dalam hal ini, kita harus menentukan goal apa yang ingin dicapai. Bangunlah pencapaian yang spesifik daripada hanya sekedar jalan apa adanya.

Timescales
Realistis. Umumnya proses membutuhkan waktu 18 s.d. 24 bulan untuk mencapai dan menghitung efektivitas dan penghematan. Timeline juga harus ditentukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Changes to the Organisation’s Roles and Responsibilities
ITIL lebih menekankan peran daripada posisi manajerial.

Savings
Peningkatan pengeluaran IT mungkin dibutuhkan untuk mewujudkan benefit perusahaan yang lebih tinggi.

ITIL adalah tentang mendadaptasi dan mengadopsi. Ini bukan perspektif tentang mana dulu proses yang akan diimplementasikan. Ini juga bukan perspektif tentang bagaimana Anda harus mendesain organisasi Anda atau alat apa yang harus digunakan.

Sama halnya dengan bidang yang lain, tidak hanya Cisco atau Microsoft saja yang menyelenggarakan sertifikasi sumber daya manusia untuk berkualifikasi dalam bidangnya. ITIL juga memiliki level sertifikasi.

Level Sertifikasi ITIL

Level Sertifikasi ITIL

The Foundation Certificate (Sertifikasi Dasar ITIL)
Sertifikat ITIL ini memberi pemahaman tentang terminologi yang digunakan dalam ITIL. Ini berfokus pada pengetahuan mendasar berkenaan dengan layanan Service Support dan Service Delivery dalam ITIL (v2). Ini merupakan prasyarat bagi pengambil sertifikat Practitioner dan Manager.

The Practitioner Certificate (Sertifikasi Praktisi ITIL)
Berfokus pada pemahaman dan penerapan proses tertentu dalam disiplin IT Service Management.

The Manager’s Certificate (Sertifikat Manager)
Ini ditujukan untuk profesional yang berpengalaman yang akan terlibat dalam pengelolaan fungsi manajemen layanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: