Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Semua hal yang berkaitan tentang pendidikan

Langkah-Langkah Mengembangkan Bahan Ajar

Posted by Darwis Suryantoro on October 12, 2011


Tata Cara Pengembangan Modul sebagai Bahan Ajar

Metode Penyusunan Modul untuk Bahan Ajar

Silakan download presentasi DI SINI untuk keterangan lebih lanjut (lengkap) mengenai bahan, gambar, bagan alir, langkah, pengembangan bahan ajar.

Bahan ajar dapat didefinisikan sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Pengertian bahan ajar yang lain yaitu: bahan ajar merupakan informasi, alat, dan teks yang diperlukan guru atau instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Bahan ajar juga dapat diartikan sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

Bentuk-bentuk bahan ajar dapat berupa:

• Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,

• Audio Visual seperti: video/film,VCD

• Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH

• Visual: foto, gambar, model/maket.

• Multi Media: CD interaktif, Computer Based, Internet

Untuk cara penyusunan peta bahan ajar dapat didownload di sini. File download tersebut juga memuat gambar alur prosedur analisis penyusunan bahan ajar.
Salah satu komponen pendukung dalam pengembangan bahan ajar yaitu lembar kegiatan siswa. Lembar kegiatan siswa atau “student work sheet” ialah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori maupun praktik.
Langkah-langkah penulisan LKS adalah sebagai berikut:

• Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran.

• Menyusun peta kebutuhan LKS

• Menentukan judul LKS

• Menulis LKS

• Menentukan alat penilaian

Struktur Lembar Kerja Siswa secara umum adalah sebagai berikut:

  • judul, mata pelajaran, semester, tempat
  • petunjuk belajar
  • kompetensi yang akan dicapai
  • indikator
  • informasi pendukung
  • tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
  • penilaian

Apa perbedaan bahan ajar dan buku teks? Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar-mengajar (KBM), sementara buku teks adalah sumber informasi yang disusun dengan urutan atau struktur berdasar bidang ilmu tertentu.

Untuk perbedaan lebih lanjut,

CIRI-CIRI BAHAN AJAR:

  • Menimbulkan minat baca
  • Ditulis dan dirancang untuk siswa
  • Menjelaskan tujuan instruksional
  • Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel
  • Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.
  • Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih
  • Mengakomodasi kesulitan siswa
  • Memberikan rangkuman
  • Gaya penulisan komunikatif dan semi formal
  • Kepadatan berdasar kebutuhan siswa
  • Dikemas untuk proses instruksional
  • Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa
  • Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
CIRI-CIRI BUKU TEKS:
  • Mengasumsikan minat dari pembaca
  • Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
  • Dirancang untuk dipasarkan secara luas
  • Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
  • Disusun secara linear
  • Stuktur berdasar logika bidang ilmu
  • Belum tentu memberikan latihan
  • Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
  • Belum tentu memberikan rangkuman
  • Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
  • Sangat padat
  • Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
Jenis-jenis bahan ajar meliputi:
  • Lembar informasi (information sheet)
  • Operation sheet
  • Jobsheet
  • Worksheet
  • Handout
  • Modul
Pengertian Modul. Modul merupakan alat atau sarana  pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri. Dari sisi kebahasaannya, modul disusun secara sederhana sesuai dengan level berpikir anak SMK atau input SMK (dapat juga untuk level SMP, MTs, MA, SMA).
Modul digunakan secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing indivisu secara efektif dan efisien. Modul juga memiliki karakteristik “stand alone” yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain. Penyusunan modul dirancang bersahabat dengan pemakai, membantu kemudahan pengguna untuk diakses atau direspon.
Ciri-ciri modul sebagai bahan ajar antara lain:
  • modul harus mampu membelajarkan diri sendiri (self learning)
  • tujuan awal dan tujuan akhir modul harus jelas dan dirumuskan secara terukur
  • materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas, terseda contoh-contoh dan ilustrasi yang jelas
  • tersedianya soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya
  • materi “up to date” dan kontekstual
  • bahasa sederhana, lugas, dan komunikatif
  • terdapat rangkuman materi pembelajaran
  • tersedia instrumen penilaian yang memungkinkan siswa melakukan “self assessment”
  • mengukur tingkat penguasaan materi diri sendiri
  • terdapat umpan balik atas penilaian peserta diklat (feedback)
  • adanya informasi tentang rujukan, pengayaan, referensi yang mendukung materi
  • modul digunakan untuk orang lain, bukan untuk penulis semata
Di bawah ini adalah tujuan penulisan modul, antara lain:
  1. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal.
  2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya gerak indera, baik siswa atau peserta diklat juga guru dan instruktur.
  3. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi seperti: meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat, mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya, memungkinkan murid dapat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya, memungkinkan siswa atau peserta didik untuk dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
Dalam file presentasi (silakan download pada link di atas) juga dijelaskan tentang:
  1. Kaidah penulisan modul.
  2. Karakteristik modul yang meliputi self instructional, self contained, stand alone, adaptif, user friendly, konsistensi, dan format-formatnya.
  3. Kerangka modul.
  4. Prosedur penyusunan modul.
  5. Kiat-kiat menyusun modul.
  6. Diagram pencapaian kompetensi.
  7. Menyusun tes formatif/ tugas.

Demikianlah materi tentang penyusunan bahan ajar.

Advertisements

Posted in Pendidikan | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Cara Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Posted by Darwis Suryantoro on October 12, 2011


Langkah-Langkah Efektif Penyusunan RPP

Metode Cepat Membuat Rancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Landasan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 20. Disebutkan dalam presentasi sosialisasi KTSP, perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali  pertemuan atau lebih.

Alur RPP: SK dan KD –> Silabus –> RPP

Sementara komponen minimal dari RPP adalah:

  • Tujuan Pembelajaran
  • Materi Pembelajaran
  • Metode Pembelajaran
  • Sumber Belajar
  • Penilaian Hasil Belajar

Untuk format dan langkah-langkah menyusun RPP, silakan download di sini.

Posted in Pendidikan | Tagged: , , , , , | 2 Comments »

Cara Lengkap Langkah-Langkah Menyusun Silabus

Posted by Darwis Suryantoro on September 28, 2011


Pedoman Lengkap Penyusunan Silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Contoh Silabus Mata Pelajaran Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA)

Untuk panduan lengkap pengembangan silabus KTSP, silakan download di sini.

Dalam file presentasinya (silakan download pada link di atas), Rahmat S menyebutkan pengertian silabus, landasan pembuatan silabus, prinsip-prinsip pengembangan silabus, unit waktu, pengembang atau perancang silabus, komponen silabus, mekanisme pengembangan silabus, langkah-langkah pengembangan silabus, dan contoh model silabus.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, idikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, proses penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Silabus menjawab pertanyaan tentang:

  1. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa?
  2. Bagaimana cara mencapai kompetensi tersebut?
  3. Begaimana cara mengetahui pencapaian kompetensi tersebut?

Beberapa prinsip pengembangan silabus yaitu: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Untuk penjelasan tentang prinsip-prinsip tersebut, silakan download di sini.

Dalam presentasi tersebut juga dijelaskan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran, merumuskan indikator pencapaian kompetensi, pengembangan indikator, menentukan jenis penilaian, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penilaian, menentukan alokasi waktu, menentukan sumber belajar, contoh format silabus, pengembangan silabus berkelanjutan.

DOWNLOAD DI SINI, PANDUAN LENGKAP PENYUSUNAN SILABUS.

Baca Link Terkait:

Kelebihan Belajar Cara Elaborasi

Pengembangan Desain Pembelajaran dalam Teori Elaborasi

Model-Model Pembelajaran

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , , | 3 Comments »

Langkah-Langkah Penyusunan KTSP

Posted by Darwis Suryantoro on September 28, 2011


Konsep Dasar KTSP

Metode Perancangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Sekolah

Untuk detail dan informasi lanjut semua hal yang berkaitan dengan KTSP, silakan download file presentasinya DI SINI.

Landasan perancangan dan pembuatan KTSP adalah:

Dalam presentasi sosialisasi KTSP disebutkan tentang definisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Acuan operasional penyusunan KTSP meliputi:

•Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
•Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
•Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
•Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
•Tuntutan dunia kerja
•Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
•Agama
•Dinamika perkembangan global
•Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
•Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
•Kesetaraan Jender
•Karakteristik satuan pendidikan

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi

Posted by Darwis Suryantoro on September 28, 2011


Penataran Kurikulum Berbasis Kompetensi

Metode, Langkah Pengembangan KBK

Untuk memahami lebih lanjut tentang kurikulum berbasis kompetensi, silakan download di sini.

Pada file presentasi tersebut, disebutkan beberapa aspek yang berbeda berkaitan dengan kurikulum berbasis kompetensi adalah kegiatan belajar mengajar (KBM), aspek penilaian, dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.

Kegiatan belajar sendiri dalam sistem KBK adalah berpusat pada peserta didik, mengembankan kreativitas peserta didik, menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang, kontekstual, menyediakan pengalaman belajar yang beragam, dan belajar melalui “action”.

Sementara itu dalam proses penilaian, penilaian kelas dalam sistem kurikulum berbasis kompetensi dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, dan merupakan bagian dari pembelajaran, serta sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar.

Rancangan penilaian hasil belajar juga berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dengan dilakukan berbagai cara, antara lain:

  • portofolios atau kumpulan hasil kerja siswa
  • products, merupakan hasil karya peserta didik
  • projects, penugasan kepada murid
  • performance, unjuk kerja siswa
  • paper and pen, yaitu dalam bentuk tes tulis

Dalam sosialisasi KTSP, disebutkan bahwa pengelolaan kurikulum berbasis sekolah (KBS) delakukan dengan:

  • mengacu pada visi dan misi sekolah
  • pengembangan perangkat kurikulum, seperti silabus
  • pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar
  • pemantauan (supervisi pendidikan) dan penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja, dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik
  • berkolaborasi secara horisontal dengan komite sekolah, sekolah lain, dan organisasi profesional
  • berkolaborasi secara vertikal dengan dewan dan dinas pendidikan

Sementara itu, pengembangan dan pelaksanaan kurikulum disesuaikan dengan satuan pendidikan itu sendiri, potensi atau karakteristik daerah, kondisi sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

Pengembangan diri terdiri dari: kegiatan bimbingan konseling dan ekstra kurikuler.

Untuk lebih jelasnya tentang presentasi di atas, silakan download panduan Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi di sini.

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Panduan Pengembangan Diri Melalui Pelayanan Konseling dan Ekstrakurikuler

Posted by Darwis Suryantoro on September 26, 2011


Metode Pengembangan Diri dengan Bimbingan Konseling

Panduan Pengembangan dan Inovasi Layanan Ekstrakurikuler di Sekolah

Untuk Penjelasan dan Keterangan lebih lanjut tentang Bimbingan Konseling dan Ekstrakurikuler, silakan DOWNLOAD DI SINI.

Tiga komponen yang dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (PerMenDikNas) Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah adalah mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.

Struktur dari komponen pengembangan diri itu sendiri terdiri atas kegiatan pelaksanaan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

Aturan, rambu-rambu, model, bentuk, dan contoh dalam panduan presentasi (silakan download pada link paragraf pertama di atas) ini dapat digunakan untuk pengembangan kegiatan pelaksanaan “service” bimbingan konseling (dulu disebut sebagai bimbingan karier) dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) maupun di level madrasah (MI, MTs, MA, MAN, MAK) untuk penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Buku panduan ini (silakan ikuti tautan download di atas), menerangkan tentang struktur pelayanan konseling yang terdiri dari:

  • definisi dan pengertian konseling
  • paradigma, visi, dan misi bimbingan konseling
  • bidang-bidang pelayanan konseling
  • fungsi, prinsip, dan asas konseling
  • jenis layanan konseling
  • kegiatan pendukung yang mendukung konseling
  • format, draft, contoh kegiatan konseling
  • program pelayanan BK

Sementara itu, hal-hal lain yang berhubungan dengan BK (Bimbingan Konseling) juga dibahas dalam buku panduan, di antaranya:

  • Perancangan dan Pelaksanaan Kegiatan
  • Penilaian Kegiatan
  • Unsur Pelaksanan Kegiatan
  • Serta kegiatan pengawasan konseling

Beberapa lampiran yang diikutsertakan dalam buku panduan antara lain:

  • Lembar penugasan pengasuhan peserta didik kepada konselor.
  • Rencana program tahunan pelayanan pelaksanaan konseling.
  • Contoh materi pengembangan yang meliputi: layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan atau penyaluran siswa, layanan penguasaan konten, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, konsultasi, mediasi, aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
  • Perencanaan program semester bimbingan konseling.
  • Program bulanan, mingguan, dan harian BK.
  • Contoh laporan pelaksanaan program pelayanan konseling.
  • penilaian umum.
  • Rincian tugas, kewajiban, tanggun-jawab seorang konselor yang meliputi: penguasaan spektrum pelayanan profesional konseling (pelayanan dasar, pengembangan, dan teraputik), merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak terkait seperti, peserta didik, pimpinan sekolah/ madrasah, rekan pendidik, dan orang tua atau wali murid, waspada terhadap hal-hal negatif.
  • Contoh perhitungan jam kegiatan pelaksanaan konseling di sekolah dan madrasah (menyesuaikan dengan kebijakan kurikulum).
  • Contoh isian format penghitungan jam mengajar atau kegiatan pelayanan konseling di sekolah/ madrasah.

Untuk bagian pengembangan ekstra kurikuler,

  • Struktur kegiatan
  • Pengertian ekstrakurikuler
  • Fungsi dan prinsip
  • Jenis dan format kegiatan ekstrakurikuler

Lampiran-lampirannya meliputi:

  • Rambu-rambu rencana kegiatan ekstra-kurikuler.
  • Laporan keikutsertaan peserta didik (siswa) dalam kegiatan ekstra kurikuler.
  • Penilaian peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Untuk mengetahui dan memahami Pengembangan Diri Melalui Pelayanan Konseling dan Kegiatan Ekstrakurikuler, ikuti panduannya dengan mendownload buku panduan resmi DI SINI.

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , , | 4 Comments »

Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 06 Tahun 2007

Posted by Darwis Suryantoro on September 26, 2011


Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan

Permendiknas no.24 th.2006 dan no.6 thn.2007 tentang Penyelenggaraan Standar Isi dan SKL

Untuk lebih jelasnya tentang keterangan atau penjelasan peraturan mendiknas ini, silakan DOWNLOAD DI SINI.

Dalam sosialisasi KTSP, Rahmat S menyebut dalam presentasinya, bahwa:

  • Satuan Pendidikan dan Komite sekolah mengembangkan dan menetapkan KTSP sesuai kebutuhan.
  • Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari standar isi.
  • Satu7an Pendidikan dan Komite Sekolah dapat mengadopsi dan mengadaptasi model KTSP BNSP.

Untuk jadwal pelaksanaan kurikulum sesuai permendiknas nomor 24 tahun 2006 dan nomor 6 tahun 2007 dapat didownload di sini.

Pelaksanaan peraturan menteri ini melibatkan gubernur (untuk jadwal pelaksanaan permen nomor 22 dan 23), bupati dan walikota (untuk mengatur jadwal pelaksanaan permen nomor 22 dan 23, Menteri Agama yang mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI, MTs, MA, dan MAK. Ini juga berkaitan dengan kurikulum.

Dalam presentasi tersebut, dijelaskan tentang tugas dan tanggung jawab Direktorat Jenderal (DitJen) Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, paranan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, kontribusi yang harus dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan bidang Pendidikan, yang harus dilakukan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi, dan fungsi Sekretariat Jenderal.

Untuk File Presentasi Permendiknas ini, silakan DOWNLOAD DI SINI.

Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan/ SKL.

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , | 2 Comments »

Perbandingan Struktur Kurikulum SD, SMP, dan SMA

Posted by Darwis Suryantoro on September 22, 2011


Download file perbandingan struktur kurikulum SD, SMP, dan SMA menurut tren dari tahun ke tahun. Perbandingan struktur kurikulum tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas digunakan untuk membandingkan mata pelajaran – mata pelajaran yang diusung dalam setiap kelas sepanjang tahun pendidikan.

Untuk mendapatkan tabel tren perbandingan struktur kurikulum SD, SMP, dan SMA dapat didownload di sini.

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Isi PerMenDikNas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL

Posted by Darwis Suryantoro on September 22, 2011


Memahami Permen no. 23 th. 2006 tentang SKL

Standar Kompetensi Minimal menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 Tahun 2006

DOWNLOAD penjelasan lebih lanjut tentang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan. File tersebut dijelaskan oleh Rahmat S, dengan intisari sebagai berikut:

Diterangkan mengenai arti kompetensi, yaitu kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.

Standar Kompetensi merupakan ukuran kompetensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada suatu satuan pendidikan tertentu.

Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencaku pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Dalam file presentasi tersebut juga diterangkan tentang Fungsi Standar Kompetensi Lulusan yang digunakan sebagai pedoman penilaian dalam pemantauan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan tersebut.

Dalam file presentasi tersebut juga dijelaskan tentang:

  • Tujuan dan fungsi standar kompetensi lulusan (SKL)
  • Penjelasan ruang lingkup SKL yang meliputi SKL Satuan Pendidikan, SKL Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP), SKL Mata Pelajaran

DOWNLOAD Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

PerMenDikNas Nomor 22 Tahun 2006

Posted by Darwis Suryantoro on September 22, 2011


Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tentang Standar Isi Pendidikan

Permendiknas No. 22 Tahun 2006

Dalam file presentasi yang dapat didownload di sini, memuat tentang:

  • Kerangka dasar kurikulum
  • Struktur kurikulum
  • Beban belajar
  • Kurikulum tingkat satuan pendidikan
  • Kalender Pendidikan

Kerangka Dasar lima kelompok yang dibahas dalam file presentasi tersebut terbagi menjadi:

  1. Agama dan Akhlak Mulia
  2. Kewarganegaraan dan Kepribadian
  3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  4. Estetika
  5. Jasmani dan Olahraga

Beberapa prinsip pengembangan kurikulum yang perlu diketahui yaitu:

  1. Berpusat pada perkembangan, potensi, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
  2. Beragam dan terpadu.
  3. Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni.
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan.
  6. Belajar sepanjang kehidupan.
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Dalam file presentasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI juga diterangkan tentang:

  • Prinsip pelaksanaan kurikulkum
  • Struktur kurikulum
  • Penjelasan tentang beban belajar siswa
  • Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan sistem paket atau sks
  • Kegiatan pengembangan diri
  • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
  • Kalender Pendidikan

Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan download file presentasinya.

Posted in Download, Pendidikan | Tagged: , , , , , , , , , | 2 Comments »