Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Archive for the ‘Refleksi dan Religi’ Category

Pendidikan agama dan renungan diri

Apakah Impianmu?

Posted by Darwis Suryantoro on March 14, 2014


Download File Motivasi, Apa Impian Anda?

Dear Readers,

Kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana cara meraih impian. Tidak mudah sih, namun tidak pula sulit. Mengapa tidak mudah? Karena setiap misi dan visi kita membutuhkan proses dan perjuangan untuk meraihnya. Alloh akan melihat seberapa besar kesungguhan kita untuk meraih hal tersebut. Humm, tentunya visi dan misi yang baik, ya! Mengapa tidak sulit? Karena Alloh tidak akan membebani umat-Nya melebihi kapasitas umat-Nya bertahan dan berjuang melawan beban tersebut. Maka dari itu, muncullah istilah ujian dan cobaan.

Jika, kita tiba-tiba mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa pengorbanan yang berarti, lantas itu disebut apa? Ya, jelas, itu keberuntungan, tentu datangnya dari Alloh swt. Contohnya apa? udara yang kita hirup, penglihatan dan pendengaran kita yang masih aktif, detak jantung kita yang masih berdenyut, turunnya hujan yang ramah, dan masih banyak lagi.

Jika ada orang sudah berbuat dan berjuang dengan sangat payah sekali dan itu terjadi dalam waktu yang relatif sangat lama untuk mencapai tujuan itu, lantas disebut apa? Eheheh, mungkin saja itu adzab. Do you understand?

Baiklah, saya ingin berbagi, sebuah file penggugah hati. Terus terang saya menangis ketika melihat slide ini untuk pertama kalinya, bahkan beberapa kali menangis juga dalam waktu-waktu tertentu ketika saya membutuhkan self motivation. Sungguh emosional, menguras emosi, dan menambah motivasi.

Silakan diunduh di sini. Juga bisa didapatkan di sini. Jadi, apa impian Anda?

Advertisements

Posted in Download, Refleksi dan Religi | Tagged: , , , | 1 Comment »

Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW (Bagian 1)

Posted by Darwis Suryantoro on January 20, 2014


Keadaan Bangsa Arab sebelum Kenabian

Masa Jahiliyah Bangsa Arab

Animisme (menyembah berhala) adalah agama mayoritas Bangsa Arab pada waktu itu. Dan karena mereka menganut paham animisme yang bertentangan dengan agama yang lurus ini, maka masa kehidupan mereka dinamakan masa jahiliyah. Sesembahan mereka selain Alloh yang paling terkenal adalah Latta, Uzza, Manat, dan Hubal. Namun, ada juga bangsa Arab yang memeluk agama Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Dan, hanya beberapa individu yang jumlahnya sedikit yang masih berpegang teguh pada agama hanif, agama nabi Ibrahim (Abraham).

Keadaan Makkah pada tahun 1850 (sumber: Wikipedia)

Ilustrasi: Mekah pada tahun 1850 (gambar ini tidak merepresentasikan cerita)

Kehidupan perekonomian di gurun pasir saat itu bergantung pada kekayaan penggembalaan hewan ternak. Sedangkan kehidupan ekonomi di perkotaan adalah bercocok tanam dan berniaga. Sebelum kedatangan Islam, Mekkah adalah kota perdagangan terbesar di jazirah Arab, sebagaimana dijumpai kebudayaan yang sangat maju di beberapa tempat. Namun sayangnya, dalam kehidupan sosial mereka, kezaliman telah menyebar ke mana-mana. Tidak ada hak sedikitpun bagi kaum lemah, anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup dan kehormatannya dirusak, yang kuat memakan hak yang lemah, para lelaki mempunyai banyak istri tanpa ada batasan, perzinaan merajalela, peperangan antar kabilah bisa terjadi hanya karena masalah sepele. Kesemuanya ini secara ringkas merupakan gambaran singkat tentang kondisi jazirah Arab sebelum kedatangan Islam.

Sumber: Kantor bimbingan dan penyuluhan orang asing Zulfi, KSA.

Posted in Refleksi dan Religi | Tagged: , , | Leave a Comment »

Pesan Ayah: Ringankanlah Kesalahan Orang Lain

Posted by Darwis Suryantoro on January 1, 2013


wiseman

Papa with Me

Satu yang tak pernah kulupa dari banyak kalimat ayah yang menginspirasi adalah: “Ringankanlah kesalahan orang lain.”  Yup, adalah bagaimana cara kita bersikap ketika orang lain sedang menyakiti kita, atau berbuat kesalahan kepada kita, atau bahkan menghambat saat kita tengah berusaha berbuat kebaikan untuk sesama.

Ayah tak sekedar mengucapkan kata-kata tersebut untuk anak-anaknya, namun beliau sendiri benar-benar mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia selalu menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah bersama. Sontak saja, pengalamannya yang lebih dari 30 tahun mendidik para pelajar, membuatku menjadi mengerti, betapa pentingnya arti kesabaran dan bijaksana.

Ayah, ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagiku. Bahwa memberi maaf adalah sebuah kemuliaan. Bahwa menghargai adalah sebuah toleran. Bahwa berbuat baik adalah sebuah keindahan. Dan pribadimu yang tanpa pamrih, mengajarkanku bahwa keihklasan akan berbuah keberhasilan.

Betapapun setiap sakit yang kurasakan dari orang-orang sekitar, pribadiku belum mampu mengalahkan ketangguhan, kesabaran, dan keikhlasan jiwamu. Tentu ini bukan karena aku tak mengerti apa yang kau maksud, Ayah. Namun ini adalah sebuah pengakuanku bahwa engkau telah lebih banyak terlibat dalam menghadapi kerasnya hidup, bahwa engkau lebih banyak menghadapi cacian, hujatan, dan kerasnya orang-orang yang ingin menjatuhkan tahta kebaikan lakumu.

Ayah, bahkan engkau masih sempat tersenyum ketika fitnah datang kepadamu. Bahkan engkau masih SEMPAT tersenyum ketika fitnah datang kepadamu. Bahkan engkau masih sempat TERSENYUM ketika fitnah datang kepadamu, Bahkan engkau masih sempat tersenyum KETIKA FITNAH DATANG KEPADAMU.

Rasululloh dengan teladannya juga mengajarkan bagaimana sikap kita terhadap orang yang berbuat tidak berkenan kepada kita. Sebagaimana pengalaman Anas bin Malik ketika bersama Rasululloh, ia berkata:

Aku pernah berjalan bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang ketika itu beliau mengenakan selendang yang tebal dan kasar buatan Najran. Kemudian seorang Arab Badui datang lalu menarik beliau dengan tarikan yang sangat keras hingga aku melihat permukaan pundak Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berbekas akibat kerasnya tarikan selendang itu. Lalu orang itu berkata, “Berikanlah aku harta Allah yang ada padamu.” Kemudian beliau memandang kepada orang Arab Badui itu seraya tertawa, lalu beliau memberikan sesuatu kepadanya. (HR. Al-Bukhari No. 5809 dan Muslim No. 1057).

Posted in Cerita dan Pengalaman, Refleksi dan Religi | Leave a Comment »

Alhamdulillah, Inilah Hikmah Dikecewakan

Posted by Darwis Suryantoro on December 5, 2011


Ya Allah Yaa Rabb, berikanlah jalan kemuliaan dan kebaikan, serta petunjukMu yang paling lurus bagi muslim/ muslimah siapapun yang pernah menyakitiku.

Allah, aku bersyukur atas semua nikmat dan karuniaMu. Kuharap Engkau memaafkan semua kekhilafanku ini. Hari ini aku bersyukur kepadamu atas semua isyarat yang telah Kau tunjukkan kepadaku. Sebelum aku jauh melangkah, Engkau telah memberikan peringatan yang sangat berarti buatku.

Hari ini pula ingin kusampaikan kepada dunia bahwa bersabar adalah kunci menuju kebahagiaan selanjutnya, bahwa ikhlas adalah kunci menuju ketentraman hati berikutnya, bahwa jujur adalah kunci keanggunan diri dan kesuksesan dunia akherat.

Tidak setiap orang memberikan kesempatan kepada kita untuk menunjukkan semua kebaikan kita terhadap orang yang dituju. Celakanya adalah, ketika kita berbuat kesalahan satu saja yang kiranya manusia mampu memaafkan, malah dianggap hilang semua kebaikan kita di masa lalu. Iya, benar, pernahkah kita dilupakan orang begitu saja ketika kita berjuang dan berkorban untuk kebaikannya? Pernahkah kita dikorbankan untuk menjadi yang terlupakan ketika orang lain memintanya untuk melupakan semua kebaikan kita?

Aku ingin beritakan kepada dunia bahwa komitmen adalah janji yang kuat, dan itu berarti hutang ketika kita tidak berniat dan bersungguh-sungguh memperjuangkannya, apalagi melupakannya. Inilah dua peristiwa besar berkaitan dengan komitmen yang terpatahkan, lebih tepatnya dipatahkan. Dipatahkan karena ia melupakan semuanya, meniatkan untuk melupakan semuanya, meniatkan diri untuk melupakan semuanya, meniatkan diri untuk melupakan semuanya… Fa haarun ‘alaikum bagi siapapun yang telah memperlakukan aku seperti ini. Dan aku benar-benar memohon kepada Allah untuk menyadarkannya, melalui peringatan-peringatan yang sekiranya kelak mampu ia pahami, apa itu arti komitmen, sehingga peristiwa yang ia alami, membuatnya lebih menjaga dan mengerti, bahwa setiap orang butuh untuk dihargai, dan ia dapat memanusiakan manusia. Semoga ia menjadi lebih baik atas semua peringatan dan pelajaran yang Insya Allah akan dialami olehnya.

Sungguh aku tidak memiliki rasa dendam yang berkepanjangan. Aku hanya memohon kepadaNya, kepada Rabbku yang memiliki segala kuasa, agar sekiranya ia mengerti, ia memahami, dan mampu mengambil resiko dan hikmah, atas apa yang pernah ia janjikan kepadaku sebagai niat yang baik, namun ia patahkan, lagi-lagi dengan pernyataan yang hanya menyandarkan kepada kepentingannya sendiri, melupakan semuanya.

Allah, aku jadi mengerti,

bahwa tidak setiap pengorbanan yang aku lakukan harus terbalaskan oleh orang yang aku berkorban kepadanya, bahwa tidak setiap perjuangan yang aku lakukan harus mendapat penghargaan oleh orang yang aku berjuang untuk kebaikan dan kebahagiaannya.

Allah, jadikan kepada siapapun yang pernah mengecewakanku, menjadi lebih baik atas semua peringatan dan pelajaran yang Kau berikan kelak (sungguh aku tak mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang karena ini adalah ketentuanmu Ya Rabb). Namun berserahku kuwujudkan dengan doa-doaku kepadaMu Yaa Rahiim, sebagai seorang hamba yang lemah dan merasa terdzalimi atas semua perlakuan seseorang yang pernah melukai dan mengecewakanku.

Ya Allah, ternyata mencari ilmu ikhlas itu sangatlah berat. Kuasakan kepadaku Ya Allah, sampaikan ilmu itu menembus palung hatiku dan inti pikiranku, sehingga berserahku terhadap semua masalahku adalah total kepadaMu… Allah, aku ingin semua yang terbaik dariMu, bimbinglah aku menuju jalanMu yang paling lurus Yaa Rabb, Ihdinas shiraatal mustaqiim, wa irhamna yaa arhamar raahimiin. Allahumma amin…

Posted in Cerita dan Pengalaman, Refleksi dan Religi | Tagged: | 1 Comment »

Ibu, aku ingin bersanding…

Posted by Darwis Suryantoro on November 16, 2011


Ibu, sudah hampir sepuluh tahun kita tak terbiasa hidup bersama. Aku menangis ketika kau lepas aku di kota yang aku kesepian tanpa kehadiranmu, terasa jauh Bu, terasa menyesakkan dada. Ibu, aku tahu engkau selalu merindukanku…

Ibu, aku rindu seduhan susu di setiap pagiku. Ibu, aku rindu ketika engkau mengingatkanku untuk sholat tepat waktu. Ibu, aku ingin eskrim, aku ingin baju baru, celana baru, sepatu baru.

Posted in Cerita dan Pengalaman, Refleksi dan Religi | Leave a Comment »

Status Pernikahan Wanita Hamil dan Anak dari Perbuatan Zina

Posted by Darwis Suryantoro on November 7, 2011


Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Innalhamdalillah Ash Shalaatu was Salamu ‘ala Rasulillah.

Kita tahu saat ini dalam masyarakat kita, semakin kompleks saja keadaan sosial ekonominya. Beberapa tekanan yang dipengaruhi lingkungan dan budaya, telah mempengaruhi tata cara kita dalam hidup bermasyarakat. Norma-norma agamapun seolah-olah semakin tersudut, hingga telah jelas terdapat hadist yang menyebutkan bahwa umat muslim di dunia ini bagaikan buih di lautan, iya, bagaimana kita membayangkan?

Disebutkan dalam At Tarikh Al Kabir, Imam Bukhori; Tartib Musnad Imam Ahmad XXIV/31-32; Sunan Abu Daud, hadist nomor 4279, Rasulullah saw. bersabda: Read the rest of this entry »

Posted in Refleksi dan Religi | Tagged: , , , | 3 Comments »

Ibu, aku pulang

Posted by Darwis Suryantoro on October 24, 2011


Kamis, 20 Oktober 2011 di kala pagi aku menangis, tak jelas mengapa, tak seperti biasanya. Keyakinan ini adalah bahwa kekecewaan akan berbuah keindahan. Kuhentikan sejenak langkahku, aku teringat sosok yang sangat mencintai kelemahanku, mencintai kekuranganku. IBU. Hanya ibu yang satu-satunya makhluk Allah yang mencintai kita apa adanya.

Ibu, di kala aku sakit, kau adalah perantara satu-satunya yang dikirim dari langit untuk membantu menyembuhkanku atas ijinNya. Ibu, di kala aku jatuh, kau adalah satu-satunya perantara yang dikirim dari alam kedamaian untuk mendamaikan hatiku, memberiku semangat. Ibu, kau adalah favoritku, impian-impianku melambai selalu, ingin kurengkuh bersama dirimu.

Ibu, aku menangis saat menulis cerita ini, aku hanya ingin mengatakan, bahwa aku hari ini sakit Bu, aku ingin selalu di sampingmu… Tapi aku tak mau kau merasakannya juga… Biarlah pesanku kusampaikan pada Allah, Rabb kita Bu, yang menyatukan kita….

Ibu, aku ingin pulang… Aku ingin bersandar… Aku ingin melabuhkan jiwa sejenak bersamamu, aku rindu…

Ibu, aku mencintaimu, tulus…. Ibu, ini suara hatiku:

Kunyanyikan semua lagu (tapi ini tidak untuk kunyanyikan lho Bu…)
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih
Ku kepadamu

Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku

Ijinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmu

Didalam hati kuyakin
Serta percaya
ada kekuatan doa yang
engkau titipkan

Lewat Tuhan membuat semangat bila diri
ini rapuh Dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

-Gita Gutawa-

Posted in Cerita dan Pengalaman, Refleksi dan Religi | Leave a Comment »

We Will Not Go Down, Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

Posted by Darwis Suryantoro on February 17, 2009


Assalamu’alaykum…
Halo sobat semua, sudah pernah tahu lagu “We Will Not Go Down” karya Michael Heart dengan lirik berbahasa Indonesia belum?

Aku tuliskan liriknya yaaa…

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza )
Kita Tak Akan Menyerah (Lagu untuk Gaza)

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

=============================================
Lagu ini adalah untuk perenungan bagi kita semua, refleksi-refleksi.

Bagaimana sobat? ukhti, akhi?

Wassalamu’alaykum….

source:
http://nugrohotech.wordpress.com

Posted in Refleksi dan Religi | Tagged: , , , , , , | 106 Comments »

Allah, aku mencintaiMu…….

Posted by Darwis Suryantoro on November 12, 2008


Allah, aku mencintaiMu

Allah, aku mencintaiMu

Allah, Aku mencintaiMu

Allah, aku mencintaiMu

Allah, aku mencintaiMu

Allah, aku mencintaiMu

Allah, aku mencintaiMu

Posted in Refleksi dan Religi, Sajak dan Puisi | 3 Comments »

Neraka Jahannam

Posted by Darwis Suryantoro on November 7, 2008


(Oleh: Darwis Suryantoro – sumber: berbagai)

Assalamualaikum,
Innalhamdalillah Ash Shalaatu was Salamu ‘ala Rasulillah.

Kawan… Pernah mendengar tentang neraka jahannam nggak? Pasti pernah donk, ya khan? Nah, nih di tulisan kali ini aku coba suguhkan beberapa keterangan tentang neraka jahannam.. Tentunya ini untuk pembelajaran kita bersama, sebagai peringatan untuk diriku sendiri dan untuk kalian para pembaca juga.

Hmmm… Neraka Jahannam. Allah menyediakannya untuk orang-orang kafir, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Al Qur’an, orang-orang yang munafik, dan orang-orang musyrik.

Disebutkan dalam surat An Nisa’ ayat 145:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka (Jahannam), dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”

Keterangan yang lainnya disebutkan dalam Qur’an surat Al-Kahfi ayat 100:
“Dan Kami menampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas (dalam bentuk yang mengerikan).”

Al-Hafid Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Jahannam itu  dinyalakan pada tiap-tiap hari dan dibukakan pintunya, kecuali hari Jum’at tiada dinyalakan dan tiada dibukakan pintunya.” (Mukhtashar Tadzkiratul Qurthuby).

Dalam mukhtasar tersebut disebutkan pula bahwa pada tiap-tiap pintunya, neraka Jahannam itu mempunyai 70.000 bukit, pada tiap-tiap bukit mempunyai 70.000 jurang, pada tiap jurang terdapat 70.000 nyala api, pada tiap nyala api terdapat 70.000 dusun, pada tiap dusunnya terdiri dari 70.000 mahligai, pada tiap-tiap mahligai terdapat 70.000 rumah api. Pada tiap-tiap rumah api terdiri 70.000 ular sebagai alat penyiksa dan 70.000 kala, dan pada tiap-tiap kala terdiri dari 70.000 ekornya….
Hmmm… cukup seram, sangat seram, atau super heboh seramnya? Read the rest of this entry »

Posted in Refleksi dan Religi | Tagged: , , , | 3 Comments »