Darwis for Indonesia

| Information Technology and Communication | Telecommunication | Business | Technopreneur | Leadership | Human Resource Development | Religious | Tips and Tricks | Reflections | Education |

Menyerah Nih?

Posted by Darwis Suryantoro on December 14, 2011

Bagaimana kesetiaan mampu merajut asa, sementara perihnya menandak-nandak hati, dan geloranya menusuk-nusuk jiwa? Tidak ada kekuatan lagi untuk mempercayai, tidak ada kesempatan lagi untuk berbenah, tidak ada cinta, hilang sekejap kerlipan mata. Dilupakan, tenggelam dalam palung terdalam, menembus batas terdalamnya nadi, terkumpulnya trombosit, tertampungnya merah dalam jantung yang selalu mengejar-ngejar, berjibaku dalam lingkaran kesetiaan yang tercampakkan, kesetiaan yang tak mampu memecah karang di lautan, kesetiaan yang dipatahkan, dihancurkan bersama ketulusan hati.

Saat kondisi tersulit menghadap. “Menyerah nih?” Lantas aku menjawab, “engga, aku engga menyerah kok.” Bagaimana aku harus berjuang, sementara ragaku memburu bayang-bayang, dan pikiranku mengembara tiada arah. Lantas apa maksud pertanyaan itu? Aku masih bertanya-tanya, entah sampai kapan, sampai ajal menjelang.

Masih adakah cinta yang disebutkan Cinta, bila kasih sayang kehilangan makna? Ternyata mengagungkan cinta, harus ditebus dengan duka-lara… Tetapi akan tetap kuhayati, hikmah sakit hati ini.  (Ebiet G. Ade – [tidak untuk dinyanyikan]).

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

Status Pernikahan Wanita Hamil dan Anak dari Perbuatan Zina

Posted by Darwis Suryantoro on December 7, 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Innalhamdalillah Ash Shalaatu was Salamu ‘ala Rasulillah.

Kita tahu saat ini dalam masyarakat kita, semakin kompleks saja keadaan sosial ekonominya. Beberapa tekanan yang dipengaruhi lingkungan dan budaya, telah mempengaruhi tata cara kita dalam hidup bermasyarakat. Norma-norma agamapun seolah-olah semakin tersudut, hingga telah jelas terdapat hadist yang menyebutkan bahwa umat muslim di dunia ini bagaikan buih di lautan, iya, bagaimana kita membayangkan?

Disebutkan dalam At Tarikh Al Kabir, Imam Bukhori; Tartib Musnad Imam Ahmad XXIV/31-32; Sunan Abu Daud, hadist nomor 4279, Rasulullah saw. bersabda: Read the rest of this entry »

Posted in religious | Tagged: , , | 3 Comments »

Ziarah. Almarhumah Ibunda Emi Chotima.

Posted by Darwis Suryantoro on December 5, 2011

Aku mencintainya sebagai seorang ibu yang memberi inspirasi kepadaku atas kecintaannya kepada anak-anaknya.

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

Alhamdulillah, Inilah Hikmah Dikecewakan

Posted by Darwis Suryantoro on December 5, 2011

Ya Allah Yaa Rabb, berikanlah jalan kemuliaan dan kebaikan, serta petunjukMu yang paling lurus bagi muslim/ muslimah siapapun yang pernah menyakitiku.

Allah, aku bersyukur atas semua nikmat dan karuniaMu. Kuharap Engkau memaafkan semua kekhilafanku ini. Hari ini aku bersyukur kepadamu atas semua isyarat yang telah Kau tunjukkan kepadaku. Sebelum aku jauh melangkah, Engkau telah memberikan peringatan yang sangat berarti buatku.

Hari ini pula ingin kusampaikan kepada dunia bahwa bersabar adalah kunci menuju kebahagiaan selanjutnya, bahwa ikhlas adalah kunci menuju ketentraman hati berikutnya, bahwa jujur adalah kunci keanggunan diri dan kesuksesan dunia akherat.

Tidak setiap orang memberikan kesempatan kepada kita untuk menunjukkan semua kebaikan kita terhadap orang yang dituju. Celakanya adalah, ketika kita berbuat kesalahan satu saja yang kiranya manusia mampu memaafkan, malah dianggap hilang semua kebaikan kita di masa lalu. Iya, benar, pernahkah kita dilupakan orang begitu saja ketika kita berjuang dan berkorban untuk kebaikannya? Pernahkah kita dikorbankan untuk menjadi yang terlupakan ketika orang lain memintanya untuk melupakan semua kebaikan kita?

Aku ingin beritakan kepada dunia bahwa komitmen adalah janji yang kuat, dan itu berarti hutang ketika kita tidak berniat dan bersungguh-sungguh memperjuangkannya, apalagi melupakannya. Inilah dua peristiwa besar berkaitan dengan komitmen yang terpatahkan, lebih tepatnya dipatahkan. Dipatahkan karena ia melupakan semuanya, meniatkan untuk melupakan semuanya, meniatkan diri untuk melupakan semuanya, meniatkan diri untuk melupakan semuanya… Fa haarun ‘alaikum bagi siapapun yang telah memperlakukan aku seperti ini. Dan aku benar-benar memohon kepada Allah untuk menyadarkannya, melalui peringatan-peringatan yang sekiranya kelak mampu ia pahami, apa itu arti komitmen, sehingga peristiwa yang ia alami, membuatnya lebih menjaga dan mengerti, bahwa setiap orang butuh untuk dihargai, dan ia dapat memanusiakan manusia. Semoga ia menjadi lebih baik atas semua peringatan dan pelajaran yang Insya Allah akan dialami olehnya.

Sungguh aku tidak memiliki rasa dendam yang berkepanjangan. Aku hanya memohon kepadaNya, kepada Rabbku yang memiliki segala kuasa, agar sekiranya ia mengerti, ia memahami, dan mampu mengambil resiko dan hikmah, atas apa yang pernah ia janjikan kepadaku sebagai niat yang baik, namun ia patahkan, lagi-lagi dengan pernyataan yang hanya menyandarkan kepada kepentingannya sendiri, melupakan semuanya.

Allah, aku jadi mengerti,

bahwa tidak setiap pengorbanan yang aku lakukan harus terbalaskan oleh orang yang aku berkorban kepadanya, bahwa tidak setiap perjuangan yang aku lakukan harus mendapat penghargaan oleh orang yang aku berjuang untuk kebaikan dan kebahagiaannya.

Allah, jadikan kepada siapapun yang pernah mengecewakanku, menjadi lebih baik atas semua peringatan dan pelajaran yang Kau berikan kelak (sungguh aku tak mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang karena ini adalah ketentuanmu Ya Rabb). Namun berserahku kuwujudkan dengan doa-doaku kepadaMu Yaa Rahiim, sebagai seorang hamba yang lemah dan merasa terdzalimi atas semua perlakuan seseorang yang pernah melukai dan mengecewakanku.

Ya Allah, ternyata mencari ilmu ikhlas itu sangatlah berat. Kuasakan kepadaku Ya Allah, sampaikan ilmu itu menembus palung hatiku dan inti pikiranku, sehingga berserahku terhadap semua masalahku adalah total kepadaMu… Allah, aku ingin semua yang terbaik dariMu, bimbinglah aku menuju jalanMu yang paling lurus Yaa Rabb, Ihdinas shiraatal mustaqiim, wa irhamna yaa arhamar raahimiin. Allahumma amin…

Posted in Memory & Experience, Reflection | Tagged: | Leave a Comment »

Tangisan Ukhuwah

Posted by Darwis Suryantoro on November 19, 2011

Tulisan ini ditujukan untuk siapapun yang ingin dimengerti tapi tak pernah punya rasa untuk mengerti, untuk siapapun yang ingin dikasihi tapi tak pernah punya rasa untuk mengasihi, untuk siapapun yang menginginkan dikasihani tapi tak punya rasa mengasihani, untuk siapapun yang mendamba-dambakan pentingnya ukhuwah dan silaturrahim namun ia sendiri tak menjunjungnya dengan baik, untuk SIAPAPUN YANG INGIN MELUPAKAN SEMUA KEBAIKAN SESEORANG DALAM IKATAN UKHUWAH ISLAMIYAH, untuk siapapun yang pernah berkata: “Apa sih maunya orang itu? aku udah niat untuk melupakan semua.” (Inikah yang disebut dengan kelembutan hati? Ya Allah, sungguh kasar perkataan ini).

———————————————————————————————————————————–

Seperih rasa sakit.. Sungguh, jauh berbeda dari hari sebelumnya. Rasanya, air mata tak ingin berdiam diri, melepas diri, menangis. Dan aku tahu, saat itu, ada perih yang terasa menyayat hati. Dan aku paham, ukhuwah itu tidaklah sunyi dari uji.

“karena saat ikatan melemah, saat keakraban merapuh

Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan

Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai

Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita

Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil

Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja

Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping ,,, “

(Salim A Fillah )

Yah, benar..

Imanku sedang sakit, amalanku menurun dari semangat

Yah benar..

Akulah yang sebenarnya tersalah, akulah  yang pantasnya terdakwa.

Begitulah ukhuwah, atmosfer yang terkadang berganti. Menyengat, menyayat hati hingga sesekali menghalau air mata yang menandakan kesedihan.

Mungkin, aku yang tak paham bahwa sahabatku juga tak  lepas dari ujiNya. Hingga terkadang sedih menyergapnya, masih saja kutambah dengan ketidakpahamanku. Dan sungguh, aku juga tak lepas dari ujiNya. Hingga terkadang sedih sedang berhadir bertemu dengan ketidaktahuanmu. Dan akhirnya, harus kita tahu, ukhuwah itu sedang diuji. Saat ketidakpahamanku  dan ketidaktahuanmu menyatu tanpa melebur. Kita mungkin tahu, tapi tidak mau tahu.

Apakah cinta dalam ukhuwah itu ada hanya ketika hati  tentram?

Apakah cinta dalam ukhuwah itu hadir hanya saat hati bahagia?

Lalu, kemana ia saat hati gerah memanas?

Lalu, kemana ia saat hati tangis memerih?

Mungkin, ia lagi bersembunyi, menghilang.

Mungkin akan kembali, mungkin tidak.

Begitulah ukhuwah, ia tak sepi dari uji.

Begitulah sakitnya rasa cinta dalam ukhuwah, kala ia tak lagi sama dengan sebelumnya, hati terasa memerih, memerah tangis. Kala kata-kata mulai tidak seperti biasanya, segeralah hati merundung sedih. Kalau lah tidak ada rasa cinta, sungguh itu takkan terjadi, namun apakah harus bahagia atau bersedih?

“Abu Bakr bersimpuh lalu menggenggam tangan sang Nabi. Ditatapnya mata suci itu dalam-dalam. ‘antara aku dan putra Al-Khattab,’ lirihnya, ‘ada kesalahpahaman. Lalu dia marah dan menutup pintu rumah. Aku merasa menyesal. Maka ku ketuk pintunya, kuucapkan salam berulangkali untuk memohon maafnya. Tapi, dia tidak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkanku.’

Tepat ketika Abu Bakr berkisah, ‘Umar ibn Khattab datang dengan resah. ‘sungguh aku di utus pada kalian,‘ sang nabi bersabda menghardik, lalu kalian berkata, ‘engkau dusta!’

Wajah beliau tampak memerah, campuran antara murka dan rasa malunya yang lebih dalam dibanding gadis dalam pingitan.

‘hanya Abu bakr seorang,‘ sambung beliau, ‘yang langsung mengiyakan,‘ engkau benar ! ’lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?’

‘Umar berlinang, beristighfar dan berjalan bersimpuh mendekat. Tetapi tangis Abu Bakr lebih keras, derai air matanya bagai kaca jendela lepas. ‘tidak ya Rasulullah. Tidak. Ini bukan salahnya,‘ serunya terpatah-patah isak. ‘Demi Allah akulah yang memang yang keterlaluan.‘ lalu dia pun memeluk ‘Umar, menenangkan bahu yang terguncang. Mereka menyatukan rasa dalam dekapan ukhuwah, menyembuhkan luka.“

Dan lihatlah, insan-insan terbaik ini pun tak lepas dari uji dalam ukhuwah mereka. Dan begitu pun kita, dan disini aku berada di posisi ‘Umar yang (mungkin) menyakiti hambaNya, dan disini aku berada di posisi Abu  Bakr yang (mungkin) memang keterlaluan.

“Masihkah aku tidak takut menyakiti hamba Allah yang dicintaiNya, yang berkorban di jalanNya?“

Sungguh, sebenarnya aku takut. Semoga aku berada diantara kemaafan sahabat-sahabatku atas ukhuwah yang belum kutunaikan haknya. Dan ketahuilah, kita hidup dalam kemaafanNya.

Ya Rabb..

Izinkan aku mencintai sahabat-sahabatku baik di kala ia ridho atasku dan baik di kala ia enggan atasku..

Izinkan aku mengasihi sahabat-sahabatku baik di kala ia bahagia denganku dan baik di kala ia benci denganku..

Izinkan kami mencintai karenaMu, hingga ujian dalam ukhuwah ini bisa kami lewati dengan kefahaman kami dan keridhoanMu.

fimadani dot com

Posted in Memory & Experience | 1 Comment »

Ibu, aku ingin bersanding…

Posted by Darwis Suryantoro on November 16, 2011

Ibu, sudah hampir sepuluh tahun kita tak terbiasa hidup bersama. Aku menangis ketika kau lepas aku di kota yang aku kesepian tanpa kehadiranmu, terasa jauh Bu, terasa menyesakkan dada. Ibu, aku tahu engkau selalu merindukanku…

Ibu, aku rindu seduhan susu di setiap pagiku. Ibu, aku rindu ketika engkau mengingatkanku untuk sholat tepat waktu. Ibu, aku ingin eskrim, aku ingin baju baru, celana baru, sepatu baru.

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

Ibu, aku pulang

Posted by Darwis Suryantoro on October 24, 2011

Kamis, 20 Oktober 2011 di kala pagi aku menangis, tak jelas mengapa, tak seperti biasanya. Keyakinan ini adalah bahwa kekecewaan akan berbuah keindahan. Kuhentikan sejenak langkahku, aku teringat sosok yang sangat mencintai kelemahanku, mencintai kekuranganku. IBU. Hanya ibu yang satu-satunya makhluk Allah yang mencintai kita apa adanya.

Ibu, di kala aku sakit, kau adalah perantara satu-satunya yang dikirim dari langit untuk membantu menyembuhkanku atas ijinNya. Ibu, di kala aku jatuh, kau adalah satu-satunya perantara yang dikirim dari alam kedamaian untuk mendamaikan hatiku, memberiku semangat. Ibu, kau adalah favoritku, impian-impianku melambai selalu, ingin kurengkuh bersama dirimu.

Ibu, aku menangis saat menulis cerita ini, aku hanya ingin mengatakan, bahwa aku hari ini sakit Bu, aku ingin selalu di sampingmu… Tapi aku tak mau kau merasakannya juga… Biarlah pesanku kusampaikan pada Allah, Rabb kita Bu, yang menyatukan kita….

Ibu, aku ingin pulang… Aku ingin bersandar… Aku ingin melabuhkan jiwa sejenak bersamamu, aku rindu…

Ibu, aku mencintaimu, tulus…. Ibu, ini suara hatiku:

Kunyanyikan semua lagu (tapi ini tidak untuk kunyanyikan lho Bu…)
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih
Ku kepadamu

Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku

Ijinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmu

Didalam hati kuyakin
Serta percaya
ada kekuatan doa yang
engkau titipkan

Lewat Tuhan membuat semangat bila diri
ini rapuh Dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu
Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

-Gita Gutawa-

Posted in Memory & Experience, Reflection | Leave a Comment »

Langkah-Langkah Mengembangkan Bahan Ajar

Posted by Darwis Suryantoro on October 12, 2011

Tata Cara Pengembangan Modul sebagai Bahan Ajar

Metode Penyusunan Modul untuk Bahan Ajar

Silakan download presentasi DI SINI untuk keterangan lebih lanjut (lengkap) mengenai bahan, gambar, bagan alir, langkah, pengembangan bahan ajar.

Bahan ajar dapat didefinisikan sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Pengertian bahan ajar yang lain yaitu: bahan ajar merupakan informasi, alat, dan teks yang diperlukan guru atau instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Bahan ajar juga dapat diartikan sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

Bentuk-bentuk bahan ajar dapat berupa:

• Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,

• Audio Visual seperti: video/film,VCD

• Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH

• Visual: foto, gambar, model/maket.

• Multi Media: CD interaktif, Computer Based, Internet

Untuk cara penyusunan peta bahan ajar dapat didownload di sini. File download tersebut juga memuat gambar alur prosedur analisis penyusunan bahan ajar.
Salah satu komponen pendukung dalam pengembangan bahan ajar yaitu lembar kegiatan siswa. Lembar kegiatan siswa atau “student work sheet” ialah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori maupun praktik.
Langkah-langkah penulisan LKS adalah sebagai berikut:

• Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran.

• Menyusun peta kebutuhan LKS

• Menentukan judul LKS

• Menulis LKS

• Menentukan alat penilaian

Struktur Lembar Kerja Siswa secara umum adalah sebagai berikut:

  • judul, mata pelajaran, semester, tempat
  • petunjuk belajar
  • kompetensi yang akan dicapai
  • indikator
  • informasi pendukung
  • tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
  • penilaian

Apa perbedaan bahan ajar dan buku teks? Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar-mengajar (KBM), sementara buku teks adalah sumber informasi yang disusun dengan urutan atau struktur berdasar bidang ilmu tertentu.

Untuk perbedaan lebih lanjut,

CIRI-CIRI BAHAN AJAR:

  • Menimbulkan minat baca
  • Ditulis dan dirancang untuk siswa
  • Menjelaskan tujuan instruksional
  • Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel
  • Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai.
  • Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih
  • Mengakomodasi kesulitan siswa
  • Memberikan rangkuman
  • Gaya penulisan komunikatif dan semi formal
  • Kepadatan berdasar kebutuhan siswa
  • Dikemas untuk proses instruksional
  • Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa
  • Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
CIRI-CIRI BUKU TEKS:
  • Mengasumsikan minat dari pembaca
  • Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
  • Dirancang untuk dipasarkan secara luas
  • Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
  • Disusun secara linear
  • Stuktur berdasar logika bidang ilmu
  • Belum tentu memberikan latihan
  • Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
  • Belum tentu memberikan rangkuman
  • Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
  • Sangat padat
  • Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
Jenis-jenis bahan ajar meliputi:
  • Lembar informasi (information sheet)
  • Operation sheet
  • Jobsheet
  • Worksheet
  • Handout
  • Modul
Pengertian Modul. Modul merupakan alat atau sarana  pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri. Dari sisi kebahasaannya, modul disusun secara sederhana sesuai dengan level berpikir anak SMK atau input SMK (dapat juga untuk level SMP, MTs, MA, SMA).
Modul digunakan secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing indivisu secara efektif dan efisien. Modul juga memiliki karakteristik “stand alone” yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain. Penyusunan modul dirancang bersahabat dengan pemakai, membantu kemudahan pengguna untuk diakses atau direspon.
Ciri-ciri modul sebagai bahan ajar antara lain:
  • modul harus mampu membelajarkan diri sendiri (self learning)
  • tujuan awal dan tujuan akhir modul harus jelas dan dirumuskan secara terukur
  • materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas, terseda contoh-contoh dan ilustrasi yang jelas
  • tersedianya soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya
  • materi “up to date” dan kontekstual
  • bahasa sederhana, lugas, dan komunikatif
  • terdapat rangkuman materi pembelajaran
  • tersedia instrumen penilaian yang memungkinkan siswa melakukan “self assessment”
  • mengukur tingkat penguasaan materi diri sendiri
  • terdapat umpan balik atas penilaian peserta diklat (feedback)
  • adanya informasi tentang rujukan, pengayaan, referensi yang mendukung materi
  • modul digunakan untuk orang lain, bukan untuk penulis semata
Di bawah ini adalah tujuan penulisan modul, antara lain:
  1. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal.
  2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya gerak indera, baik siswa atau peserta diklat juga guru dan instruktur.
  3. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi seperti: meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat, mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya, memungkinkan murid dapat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya, memungkinkan siswa atau peserta didik untuk dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
Dalam file presentasi (silakan download pada link di atas) juga dijelaskan tentang:
  1. Kaidah penulisan modul.
  2. Karakteristik modul yang meliputi self instructional, self contained, stand alone, adaptif, user friendly, konsistensi, dan format-formatnya.
  3. Kerangka modul.
  4. Prosedur penyusunan modul.
  5. Kiat-kiat menyusun modul.
  6. Diagram pencapaian kompetensi.
  7. Menyusun tes formatif/ tugas.

Demikianlah materi tentang penyusunan bahan ajar.

Posted in Education | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

Cara Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Posted by Darwis Suryantoro on October 12, 2011

Langkah-Langkah Efektif Penyusunan RPP

Metode Cepat Membuat Rancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Landasan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 20. Disebutkan dalam presentasi sosialisasi KTSP, perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali  pertemuan atau lebih.

Alur RPP: SK dan KD –> Silabus –> RPP

Sementara komponen minimal dari RPP adalah:

  • Tujuan Pembelajaran
  • Materi Pembelajaran
  • Metode Pembelajaran
  • Sumber Belajar
  • Penilaian Hasil Belajar

Untuk format dan langkah-langkah menyusun RPP, silakan download di sini.

Posted in Education | Tagged: , , , , , | 2 Comments »

Cara Lengkap Langkah-Langkah Menyusun Silabus

Posted by Darwis Suryantoro on September 28, 2011

Pedoman Lengkap Penyusunan Silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Contoh Silabus Mata Pelajaran Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA)

Untuk panduan lengkap pengembangan silabus KTSP, silakan download di sini.

Dalam file presentasinya (silakan download pada link di atas), Rahmat S menyebutkan pengertian silabus, landasan pembuatan silabus, prinsip-prinsip pengembangan silabus, unit waktu, pengembang atau perancang silabus, komponen silabus, mekanisme pengembangan silabus, langkah-langkah pengembangan silabus, dan contoh model silabus.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, idikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, proses penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Silabus menjawab pertanyaan tentang:

  1. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa?
  2. Bagaimana cara mencapai kompetensi tersebut?
  3. Begaimana cara mengetahui pencapaian kompetensi tersebut?

Beberapa prinsip pengembangan silabus yaitu: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Untuk penjelasan tentang prinsip-prinsip tersebut, silakan download di sini.

Dalam presentasi tersebut juga dijelaskan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran, merumuskan indikator pencapaian kompetensi, pengembangan indikator, menentukan jenis penilaian, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penilaian, menentukan alokasi waktu, menentukan sumber belajar, contoh format silabus, pengembangan silabus berkelanjutan.

DOWNLOAD DI SINI, PANDUAN LENGKAP PENYUSUNAN SILABUS.

Baca Link Terkait:

Kelebihan Belajar Cara Elaborasi

Pengembangan Desain Pembelajaran dalam Teori Elaborasi

Model-Model Pembelajaran

Posted in Download, Education | Tagged: , , , , , , , | 3 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.