Darwis untuk Indonesia

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Ummar bin Khattab, R.A)

Pengenalan IT Infrastructure Library

Posted by Darwis Suryantoro on March 14, 2014


IT Service Management atau yang disingkat ITSM berkembang secara alami sebagai layanan yang berkembang seiring berjalannya waktu. ITSM sendiri merupakan manajemen layanan IT untuk mendukung kinerja satu atau beberapa area bisnis. Satu set proses dan prosedur yang dijalankan dalam ITSM ini dibuat untuk layanan dengan kualitas tinggi, dengan biaya layanan IT yang efektif. Jadi, konsepnya semua layanan bisnis didukung berbasis IT. Hal ini kemudian membentuk paradigma bahwa IT adalah bisnis dan bisnis adalah IT.

Dalam glosarium buku Introduction to the ITIL Service Lifecycle yang diterbitkan oleh Official of Government Commerce di Britania Raya, menyebutkan bahwa ITSM merupakan implementasi dan pengelolaan layanan IT yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan bisnis. ITSM sendiri dilakukan oleh penyedia layanan IT melalui sekumpulan orang-orang yang tepat, proses, dan teknologi informasi.

ITSM adalah semua yang berkaitan dengan efisiensi, efektivitas, dan aspek ekonomis, meliputi:

  • People (manusia). Contohnya adalah pelanggan, pengguna, dan staf IT
  • Processes (proses), yaitu ITIL itu sendiri (akan diterangkan kemudian)
  • Products (produk), terdiri atas alat dan teknologi
  • Partners (mitra), terdiri dari vendor dan suplier

Istilah tersebut seringkali disebut sebagai The Four Ps.

Lalu apa kaitan ITSM dengan ITIL?
Wikipedia menyebutkan bahwa ITIL merupakan serangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, dan operasi teknologi informasi.
Konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, dan operasi teknologi tersebut disebut sebagai ITSM.


Versi ITIL

Pada mulanya, ITIL dikembangkan pada tahun 1980-an. Namun baru dikenal luas pada tahun 1990-an dengan menerbitkan versi 2 (ITIL v2), yang memiliki buku andalannya, yaitu IT Service Management, Service Delivery dan Service Support.
Pada bulan Juni 2007, OGCOffice of Government Commerce (sebagai pemilik merk dagang ITIL) menerbitkan versi ketiga (ITIL v3) yang berfokus pada lima bagian dan menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi, meliputi:

  • Service Strategy
  • Service Design
  • Service Transition
  • Service Operation
  • Continual Service Improvement

Tujuan dari ITIL sendiri, yaitu:

  • Mengurangi biaya-biaya
  • Meningkatkan ketersediaan
  • Meningkatkan kapasitas
  • Meningkatkan throughput
  • Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
  • Meningkatkan skalabilitas

Kelebihan dari ITIL antara lain:

  • Netral
  • Komprehensif
  • Modular
  • Pendekatan kualitas
  • Efektifitas biaya
  • Bisa diaplikasikan secara universal
  • Tersedianya alat pendukung

Beberapa instansi yang mengimplementasikan ITIL ini antara lain: lembaga pemerintahan, asuransi, layanan keuangan, industri manufaktur, perusahaan penerbitan, dan perusahaan outsoursing.

Saat mengimplementasikan ITIL, sangat penting untuk mengelola ekspektasi organisasi dalam hal:

Deliverables
Dalam hal ini, kita harus menentukan goal apa yang ingin dicapai. Bangunlah pencapaian yang spesifik daripada hanya sekedar jalan apa adanya.

Timescales
Realistis. Umumnya proses membutuhkan waktu 18 s.d. 24 bulan untuk mencapai dan menghitung efektivitas dan penghematan. Timeline juga harus ditentukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Changes to the Organisation’s Roles and Responsibilities
ITIL lebih menekankan peran daripada posisi manajerial.

Savings
Peningkatan pengeluaran IT mungkin dibutuhkan untuk mewujudkan benefit perusahaan yang lebih tinggi.

ITIL adalah tentang mendadaptasi dan mengadopsi. Ini bukan perspektif tentang mana dulu proses yang akan diimplementasikan. Ini juga bukan perspektif tentang bagaimana Anda harus mendesain organisasi Anda atau alat apa yang harus digunakan.

Sama halnya dengan bidang yang lain, tidak hanya Cisco atau Microsoft saja yang menyelenggarakan sertifikasi sumber daya manusia untuk berkualifikasi dalam bidangnya. ITIL juga memiliki level sertifikasi.

Level Sertifikasi ITIL

Level Sertifikasi ITIL

The Foundation Certificate (Sertifikasi Dasar ITIL)
Sertifikat ITIL ini memberi pemahaman tentang terminologi yang digunakan dalam ITIL. Ini berfokus pada pengetahuan mendasar berkenaan dengan layanan Service Support dan Service Delivery dalam ITIL (v2). Ini merupakan prasyarat bagi pengambil sertifikat Practitioner dan Manager.

The Practitioner Certificate (Sertifikasi Praktisi ITIL)
Berfokus pada pemahaman dan penerapan proses tertentu dalam disiplin IT Service Management.

The Manager’s Certificate (Sertifikat Manager)
Ini ditujukan untuk profesional yang berpengalaman yang akan terlibat dalam pengelolaan fungsi manajemen layanan.

Posted in Fokus ITIL | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Apakah Impianmu?

Posted by Darwis Suryantoro on March 14, 2014


Download File Motivasi, Apa Impian Anda?

Dear Readers,

Kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana cara meraih impian. Tidak mudah sih, namun tidak pula sulit. Mengapa tidak mudah? Karena setiap misi dan visi kita membutuhkan proses dan perjuangan untuk meraihnya. Alloh akan melihat seberapa besar kesungguhan kita untuk meraih hal tersebut. Humm, tentunya visi dan misi yang baik, ya! Mengapa tidak sulit? Karena Alloh tidak akan membebani umat-Nya melebihi kapasitas umat-Nya bertahan dan berjuang melawan beban tersebut. Maka dari itu, muncullah istilah ujian dan cobaan.

Jika, kita tiba-tiba mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa pengorbanan yang berarti, lantas itu disebut apa? Ya, jelas, itu keberuntungan, tentu datangnya dari Alloh swt. Contohnya apa? udara yang kita hirup, penglihatan dan pendengaran kita yang masih aktif, detak jantung kita yang masih berdenyut, turunnya hujan yang ramah, dan masih banyak lagi.

Jika ada orang sudah berbuat dan berjuang dengan sangat payah sekali dan itu terjadi dalam waktu yang relatif sangat lama untuk mencapai tujuan itu, lantas disebut apa? Eheheh, mungkin saja itu adzab. Do you understand?

Baiklah, saya ingin berbagi, sebuah file penggugah hati. Terus terang saya menangis ketika melihat slide ini untuk pertama kalinya, bahkan beberapa kali menangis juga dalam waktu-waktu tertentu ketika saya membutuhkan self motivation. Sungguh emosional, menguras emosi, dan menambah motivasi.

Silakan diunduh di sini. Juga bisa didapatkan di sini. Jadi, apa impian Anda?

Posted in Download, Refleksi dan Religi | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Speechless after Saying Alhamdulillaah

Posted by Darwis Suryantoro on March 12, 2014


Alhamdulillah, rasa syukur yang tak karuan menghampiri diriku, seketika kulihat dua garis dalam kertas balok mungil yang kami beli beberapa waktu yang lalu. Subhanalloh, riang, senang, gembira.

Adalah dr. Wati Mahsunah, Sp.OG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, telah memastikan keberadaan janin dalam rahim istriku, kemaren malam, 10 Maret 2014. Dinyatakan bahwa usia kandungannya adalah 7 minggu 1 hari.

Hasil Ultrasonografi

Hasil Ultrasonografi

Ternyata, untuk pemeriksaan USG ini, jika usia kandungan masih sangat muda, disarankan kepada ibu hamil untuk minum air putih hingga ingin terasa buang air kecil. Karena, dengan begitu, akan memudahkan dokter (dan kita) melihat isi dalam rahimnya. Pada pemeriksaan tersebut, dokter bilang kalau panjang janinnya masih sekitar 1 cm. Wow, kecil banget ya! :)

Surat Keterangan Hamil

Surat Keterangan Hamil

Diterangkan oleh dr. Wati Mahsunah, Sp.OG bahwa usia kehamilan per tanggal 10 Maret 2014 adalah 7 minggu 1 hari. Dalam usia ini, dokter menyarankan agar tidak bepergian menggunakan pesawat terlebih dahulu. Dokter bilang, usia kehamilan beresiko naik pesawat adalah pada trimester pertama dan trimester terakhir. Tidak diterangkan sih alasan lebih lanjutnya, soalnya saya sendiri lupa menanyakan mengapa hal itu dilarang. Namun, pada beberapa maskapai juga menerapkan aturan ketat terhadap ibu hamil. Maskapai penerbangan akan meminta ibu hamil untuk menunjukkan surat rekomendasi dokter untuk terbang. Ehehe, alamat, istri saya tidak dianjurkan terbang saat ini, mengingat minggu depan akan ada tugas dinas ke Lombok. Sabar dulu ya, sayang! Insya Alloh kita akan jalan-jalan ke Lombok di lain waktu.

Surat Rekomendasi Dokter atas Boleh atau Tidaknya Terbang dalam Usia Kehamilan Tersebut

Surat Rekomendasi Dokter atas Boleh atau Tidaknya Terbang dalam Usia Kehamilan Tersebut

Berapa biaya konsultasi dan USG-nya? Alhamdulillah, cukup terjangkau sih, masih dalam kisaran di bawah 500 ribu. Untuk ukuran tinggal di Jayapura, masih tidak terlalu mahal. Terakhir saya pernah USG di tahun 2013 lalu, di Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura sebesar Rp. 350.000,00. Untuk istri saya pada pemeriksaan lalu, hanya Rp. 150.000,00 dan sudah termasuk biaya konsultasi.

Kwitansi Konsultasi Dokter dan Pemeriksaan USG

Kwitansi Konsultasi Dokter dan Pemeriksaan USG

Pada pemeriksaan ini, dokter memberikan dua resep obat,

Salinan Resep Dokter

Salinan Resep Dokter

Berikut penampakan obatnya:

PREMASTON adalah obat penguat kandungan. Detailnya bisa dilihat di sini.

Premaston, untuk Mengurangi Resiko terjadinya Abortus

Premaston, untuk Mengurangi Resiko terjadinya Abortus

Berikutnya adalah AFOMIX. Caplet ini digunakan untuk menunjang pertumbuhan normal janin dan untuk mengurangi frekuensi muntah pada ibu hamil.

Afomix, untuk Menunjang Pertumbuhan Normal Janin dan Mengurangi Frekuensi Muntah

Afomix, untuk Menunjang Pertumbuhan Normal Janin dan Mengurangi Frekuensi Muntah

Kuitansi Resep

Kuitansi Resep

Alhamdulillah, dokumentasi sudah selesai. Insya Alloh, semoga anak kami kelak bisa melihat tulisan ini, aamiin.

I would like to say thank you to:
Alloh swt (Biggest thank)
dr. Wati Mahsunah, Sp.OG
Semua yang telah mendoakan dan mendukung kami

Posted in Cerita dan Pengalaman | Tagged: , | Leave a Comment »

Berbagi Pakai File dengan Box

Posted by Darwis Suryantoro on January 24, 2014


Sharing Data Online dengan Box

Menyimpan file gratis menggunakan Box

Alhamdulillaah. Kesampaian juga menulis lagi, menulis dan menulis. Kali ini saya ingin berbagi tutorial, tentang bagaimana cara berbagi pakai file dengan salah satu media penyimpanan online berbasis teknologi cloud.

Simple. Secure Sharing from Anywhere. Pernyataan tersebut adalah semboyan dari Box, yang merupakan media penyimpanan dokumen dan berbagi pakai file secara online. Box sebagai solusi sederhana, terukur, dan terjangkau untuk mengelola dokumen, media, dan semua konten online.

Box memungkinkan Anda dapat mengelola konten dan diakses di mana saja, diantaranya adalah untuk:

  • Upload file, termasuk dokumen, dan file media
  • Mengatur konten  dalam struktur folder intuitif, mirip seperti model Windows
  • Tag file yang bertujuan dalam proses pencarian

Box juga memudahkan Anda untuk berbagi file dan memberikan kontrol untuk menjaga konten supaya aman (untuk versi berbayar). Dengan Box, Anda juga dapat mengedit file online melalui fasilitas Box Edit yang diinstal pada dekstop Anda. Fasilitas lain yang diberikan oleh Box adalah Anda dapat melihat file tersebut dalam mode preview, entah itu dokumen, presentasi, maupun gambar.

Jika Anda mendaftar Box pada paket personal, Anda akan mendapatkan kapasitas 10 GB gratis untuk menyimpan file-file Anda. Box menggunakan teknologi cloud yang memungkinkan Anda bisa mengakses data tersebut di mana saja asal terhubung di internet, dengan dukungan beberapa server backup, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika suatu ketika file yang berada di laptop Anda hilang atau rusak, karena sudah terbackup di Box.

MENDAFTAR BOX

Sebelum mendaftar, siapkan satu akun email yang akan digunakan untuk proses pendaftaran. Anda bisa menggunakan penyedia layanan email gratis seperti yahoo atau gmail. Alamat email ini yang nantinya akan digunakan sebagai akun login Box nantinya.

Bukalah situs Box.Com, temukan dan klik tombol sign up pada jendela atas sebelah kanan halaman tersebut.

Mendaftar Box

Mendaftar Box

Terdapat 4 pilihan paket pendaftaran, yaitu: Personal, Starter, Business, dan Enterprise. Masing-masing mempunyai standar fasilitas yang telah ditentukan.

Jika Anda menginginkan paket yang gratisan, silakan pilih Sign Up Now pada kolom Personal.

Media penyimpanan online gratis Box

Lengkapi data pada kolom pendaftaran. Contoh seperti gambar di bawah ini:

Pendaftaran Box

Melengkapi Data Pendaftaran

Fasilitas yang akan didapat pada paket personal, yaitu:

  • Penyimpanan file sebesar 10 GB
  • Batas penyimpanan / upload maksimal per filenya adalah 250MB
  • File dapat disinkronkan dengan desktop
  • Bisa diakses melalui perangkat mobile dengan fitur akses yang sama dan dengan syarat terhubung ke internet
  • File yang disimpan mempunyai tingkat keamanan yang tinggi dengan fasilitas SSL
  • File yang disimpan di Box bisa digunakan untuk berbagi pakai

Centang pada I agree to the Box Terms of Service. Kemudian klik tombol Continue untuk melanjutkan proses pendaftaran, kemudian Anda akan mendapatkan jendela konfirmasi alamat email.

04JendelaPermintaanKonfirmasi
Jendela Konfirmasi Email
Email Konfirmasi

Email Konfirmasi

Cek email Anda yang digunakan untuk mendaftar tadi, kemudian klik Verify. Kemudian Anda akan dibawa ke jendela Getting Started with Box.

Memulai Box

Memulai Box

Jika Anda akan segera memulai bertualang dengan Box, silakan klik tombol Let’s get started.

MENGGUNAKAN BOX

Sistem pengarsipan pada Box ini mirip dengan Windows Explorer pada Microsoft, sehingga akan memudahkan Anda dalam berinteraksi dengan menu-menu pada Box.

Untuk membuat folder, klik New –> New Folder.

Membuat Folder di Box

Cara Membuat Folder

Kemudian lengkapi keterangan pembuatan folder seperti di bawah ini:

Membuat Folder (2)

Membuat Folder (2)

  • Tuliskan nama folder pada Folder Name
  • Pada pilihan Collaboration, Anda dapat memilih Keep private for now jika Anda menginginkan folder tersebut bersifat privatdan pilih Invite people for upload or download files jika Anda ingin berbagi folder tersebut kepada orang lain
  • Jika Anda memilih opsi collaboration yang kedua, tuliskan alamat email user yang dimaksud, pisahkan dengan tanda koma jika melibatkan lebih dari satu user
  • Terdapat dua pilihan untuk Select access type, yaitu: Editor dan Viewer
  • Jika memilih tipe akses Editor, maka user yang diundang, selain dapat upload dan download file, user tersebut juga bisa mengedit file
  • Jika memilih tipe akses Viewer, maka user yang diundang bisa mengunggah dan mengunduh file, namun tidak bisa mengedit file yang berada dalam folder tersebut
  • Klik Okkay jika sudah melengkapi kriteria pembuatan folder tersebut

MENGUNGGAH FILE

Pada sesi ini akan disebutkan cara mengunggah file ke dalam folder yang sudah pernah dibuat sebelumnya.

  • Klik pada folder Work, lalu pilih tombol Upload, pilih Upload Files
  • Pilih file yang akan diunggah
Upload File ke dalam Folder

Upload File ke dalam Folder

MENGEDIT FILE

Anda bisa melakukan proses editing terhadap file yang sudah diunggah. Buka file tersebut dan temukan tool edit bergambar pensil.

Cara mengedit file di Box

Mengedit File

MENGINSTAL TOOL BOX SYNC

Tool ini berfungsi melakukan sinkronisasi file antara laptop dan server Box di internet. Untuk memulainya, login dengan username Anda yang sudah terdaftar sebelumnya, kemudian temukan tombol Install Box on your computer pada sebelah kanan atas jendela website Box.

Menginstal Box dalam Komputer

Menginstal Box dalam Komputer

Kemudian temukan jendela Opening BoxSyncSetup.exe kemudian Save File untuk menyimpan file instalasi tersebut.

Mendownload program instalasi BoxSyncSetup.Exe

Download File Instalasi BoxSyncSetup

Setelah proses mengunduh file tersebut selesai, masuk ke folder tempat mendownload file tersebut, kemudian klik ganda pada BoxSyncSetup.exe untuk memulai instalasi.

Memulai Instalasi Box Sync

Memulai Instalasi Box Sync

Kemudian ikuti langkah instalasi sampai selesai.

MEMANFAATKAN TOOL BOX SYNC

Untuk terhubung dengan server Box, aktifkan tool BoxSync dengan membukanya melalui menu Start-Programs-BoxSync, kemudian login dengan username dan password yang pernah didaftarkan.

Memanfaatkan Tool Box

Memanfaatkan Tool Box

Setelah berhasil pada tahap autentikasi, Anda akan dibawa ke jendela Box Sync. Terdapat 3 menu utama dalam kotak jendela tersebut, yaitu: Status, Settings, dan Help.

Terlihat pada menu Status, Box saat ini sedang dalam kondisi tersinkronisasi, artinya jika kita membuat, mengedit, atau menghapus folder maupun dokumen, maka file tersebut akan tersinkronisasi.

Status Box yang Tersinkronisasi

Status Box yang Tersinkronisasi

Pada menu Settings, terlihat terdapat 2 kategori menu, yaitu status login user dan menu pembuka folder BoxSync.

Menu Settings pada Box

Menu Settings pada Box

Jika tidak sedang ingin melakukan sinkronisasi dengan server Box, lakukan Log Out untuk mengakhiri sesi. Jika Anda tidak terlalu banyak beraktivitas dengan tool ini sementara partner-partner yang Anda beri akses ke dalam folder tersebut aktif melakukan transaksi file (terutama intensitas upload dan edit file), lakukan langkah ini (log out) untuk menghemat bandwidth internet.

Nampak pada kategori menu tersebut Box Sync dan di bawahnya terdapat informasi letak file tempat Anda bekerja dengan Box. Untuk membukanya, cukup klik pada Open folder, maka akan terbuka jendela tempat folder dan
file box berada.

Folder BoxSync pada Komputer

Folder BoxSync pada Komputer

Nampak tidak terdapat file atau folder sama sekali, padahal sebelumnya sudah pernah dibuat 1 file dan 1 folder melalui website Box. Lalu bagaimana cara mengaktifkannya?

Login ke dalam website Box, dan aktifkan mode sync pada file maupun folder yang akan disinkronisasikan dengan laptop atau PC dengan klik kanan pada folder yang tercantum dalam website tersebut, lalu pilih Sync Folder to Computer.

 

Posted in Komputer Umum (ICT), Tips dan Trik | Tagged: , | Leave a Comment »

Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW (Bagian 1)

Posted by Darwis Suryantoro on January 20, 2014


Keadaan Bangsa Arab sebelum Kenabian

Masa Jahiliyah Bangsa Arab

Animisme (menyembah berhala) adalah agama mayoritas Bangsa Arab pada waktu itu. Dan karena mereka menganut paham animisme yang bertentangan dengan agama yang lurus ini, maka masa kehidupan mereka dinamakan masa jahiliyah. Sesembahan mereka selain Alloh yang paling terkenal adalah Latta, Uzza, Manat, dan Hubal. Namun, ada juga bangsa Arab yang memeluk agama Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Dan, hanya beberapa individu yang jumlahnya sedikit yang masih berpegang teguh pada agama hanif, agama nabi Ibrahim (Abraham).

Keadaan Makkah pada tahun 1850 (sumber: Wikipedia)

Ilustrasi: Mekah pada tahun 1850 (gambar ini tidak merepresentasikan cerita)

Kehidupan perekonomian di gurun pasir saat itu bergantung pada kekayaan penggembalaan hewan ternak. Sedangkan kehidupan ekonomi di perkotaan adalah bercocok tanam dan berniaga. Sebelum kedatangan Islam, Mekkah adalah kota perdagangan terbesar di jazirah Arab, sebagaimana dijumpai kebudayaan yang sangat maju di beberapa tempat. Namun sayangnya, dalam kehidupan sosial mereka, kezaliman telah menyebar ke mana-mana. Tidak ada hak sedikitpun bagi kaum lemah, anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup dan kehormatannya dirusak, yang kuat memakan hak yang lemah, para lelaki mempunyai banyak istri tanpa ada batasan, perzinaan merajalela, peperangan antar kabilah bisa terjadi hanya karena masalah sepele. Kesemuanya ini secara ringkas merupakan gambaran singkat tentang kondisi jazirah Arab sebelum kedatangan Islam.

Sumber: Kantor bimbingan dan penyuluhan orang asing Zulfi, KSA.

Posted in Refleksi dan Religi | Tagged: , , | Leave a Comment »

Prosedur Backup Email di Lotus Notes 8.5.3

Posted by Darwis Suryantoro on January 9, 2014


Langkah Menyalin Database Lotus Notes

Prosedur Backup Database pada Aplikasi Email Lotus Notes

Membackup adalah kegiatan memindahkan atau menyalin kumpulan data maupun informasi yang tersimpan di dalam harddisk sebuah komputer/ laptop. Biasanya, dilakukan dari satu perangkat ke perangkat lain (dari harddisk laptop ke flash drive, eksternal harddisk, maupun ke CD).

Membackup file email Lotus Notes berarti menyalin keseluruhan isi file email yang sedang aktif pada aplikasi Lotus Notes ke media penyimpanan lain, seperti yang tersebut di atas.

Backup berfungsi untuk menjaga pengguna dari kehilangan maupun kerusakan data yang dapat disebabkan oleh kesalahan pengguna sendiri seperti tidak sengaja menghapus, atau faktor lain di luar kemampuan kita, seperti: terkena virus, file yang rusak, perangkat komputer yang bermasalah, dan bencana, baik dari sisi klien maupun dari sisi server. Dengan demikian, jika kondisi-kondisi tersebut terjadi, data atau file cadangan tersebut bisa digunakan kembali.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan backup database email Lotus Notes 8.5.3:

Pastikan aplikasi Lotus Notes telah berjalan dan buka inbox Anda, Dari menu File, pilih sub menu Application, kemudian klik New Copy.

Langkah awal melakukan prosedur backup mail di Lotus Notes

Langkah 1: File –> Application –> New Copy

Klik ikon folder yang berada di bagian File Name, tentukan letak file email tersebut. Pada contoh ini, file backup disimpan di D:\Backup Email. Beri nama file backup dan tuliskan ekstensi file .nsf. Lalu klik OK.

Cara Backup Email di Lotus Notes

Langkah 2: Menyalin File Email untuk Dibackup di Harddisk

Proses backup kemudian akan berjalan dan ditunjukkan dengan jendela progress. Lama proses backup tergantung dari besar database email yang digunakan saat ini, juga bergantung pada tujuan media penyimpanan yang digunakan untuk membackup email tersebut.

PERHATIAN! Jika tidak ditentukan letak direktori file yang akan dibackup, tombol OK akan secara otomatis tidak aktif.

Kegagalan proses backup email di Lotus Notes

Contoh Kesalahan dalam Proses Backup Email

Jika proses telah selesai, cek hasil backup di dalam folder yang sudah ditentukan.

Backup Berhasil

Hasil Backup Email Lotus Notes

Posted in Komputer Umum (ICT), Tips dan Trik | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Putus Hubungan dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) – Bagian 3 Habis

Posted by Darwis Suryantoro on January 8, 2014


Halo,

Alhamdulillaah, ketemu lagi dalam acara bedah cara berjibaku menghadapi penyakit GERD. Bagian ke-3 ini saya tulis atas permintaan teman-teman di grup FB GIHM Indonesia. Postingan kali ini akan lebih banyak membahas bagaimana penderita GERD mengkonsumsi makanan dan model pengobatan seperti apa yang dilakukan. Ini pure berdasarkan pengalaman pribadi saya. Semoga tulisan ini dapat membantu dan menjadi referensi teman-teman penderita GERD yang belum sembuh. Temukan runtutan cerita saya di bagian ke-1, dan bagian ke-2 jika Anda baru membaca tulisan ini.

Okkay, saya merasa rapuh ketika terlalu banyak memakan obat. Obat pun jadi disalahkan ketika diagnosis di rumah sakit lain dinyatakan berbeda. Menurut saya ini bukan kesalahan dokter. Ini hanya karena “mungkin” dokter belum berpengalaman mengidentifikasi penyakit ini. Juga “mungkin” karena fasilitas lab yang digunakan masih belum memadai. Karena salah satu komponen dokter untuk mendiagnosis penyakit adalah hasil lab, maka ia akan mengacu pada hasil lab tersebut. Jika peralatan lab yang digunakan dengan standar minimal, maka hasilnya pun akan menunjukkan standar minimal. Mengapa saya katakan begini? Terus terang, kurang dari seminggu saya difoto dua kali di rumah sakit yang berbeda. Hasil gambar ronsen tersebut berbeda. Diagnosis infeksi paru pada rumah sakit A dibantah oleh dokter rumah sakit B, walaupun mereka bergelar sama, spesialis penyakit dalam.

Sudah 5 dokter umum dan 3 dokter spesialis menangani saya dalam 3 minggu pertama penyakit yang pernah saya derita ini. Namun, justru dengan mengunjungi kedelapan dokter tersebut, saya pelan-pelan paham, memahami sepenuhnya, berdasarkan informasi yang saya terima dari mereka, walaupun mereka tidak menyimpulkan bahwa penyakit saya bernama GERD. Informasi ini kemudian saya hubungkan di kejadian (kurang lebih) 6 tahun lalu, ada seorang dokter umum yang mendiagnosis nama penyakit saya adalah Gastroesofagus. Ketika waktu itu dokter mendiagnosis penyakit tersebut, saya masih merasakan gejala yang sangat ringan, yaitu ingin muntah tapi tidak muntah pada hampir setiap bangun tidur dan sehabis makan. Setelah itu saya lupa dengan istilah tersebut selama beberapa tahun, hingga di bulan Oktober 2013 ingatan saya seperti terpancing lagi akibat informasi-informasi pendukung yang disampaikan dokter dan informasi berharga dari internet dengan mencocokkan gejala-gejala primer yang saya alami.

SAYA MENGHENTIKAN OBAT-OBATAN RESEP DOKTER

Pernyataan saya ini bukan untuk memprovokasi Anda agar melakukan hal yang sama seperti saya. Terus terang, lebih dari 10 macam obat yang telah saya konsumsi dalam 2 minggu terakhir awal-awal penyakit saya muncul. Saya percaya dengan dokter, tapi saya lebih percaya dengan ikhtiar saya dan juga keyakinan saya kepada Alloh swt. Ini bukan untuk menyombongkan diri, tetapi justru dengan rendah hati saya sampaikan, ini adalah cara bagaimana saya benar-benar berserah atas penyakit yang pernah saya derita.

Bapak dan ibu dokter, Mas dan Mbak dokter, saya mohon maaf, saya berhenti mengkonsumsi obat-obatan yang Anda resepkan kepada saya.

Awalnya saya tidak mengerti, mengapa saya langsung bereaksi setelah meminum obat tersebut, sesak, nafas berat. Tapi saya yakin, identifikasi saya benar. Obat-obatan tersebut malah memperburuk keadaan lambung saya. Terutama di saat awal-awal saya berobat, atas dasar keminiman pengalaman dokter mendiagnosis penyakit (ingat, saya tidak menggunakan kata-kata “kesalahan dokter”).

Hanya 3 jenis obat terakhir yang saya terima dari dokter THT yang tidak mempengaruhi lambung saya secara signifikan. Itupun tidak saya habiskan semuanya.

AKIBAT STRES

Wowow, saya tidak berlebihan. Tapi menurut saya, ini semacam faktor primer pemicu penyakit GERD. FYI, saya pernah bekerja dengan aktivitas tidur hanya sekitar 4 jam, dan aktivitas di luar 4 jam tersebut lebih banyak menguras energi, berpikir namun tidak banyak bergerak. Dalam 1 hari saya pernah bekerja di 2 tempat. Di satu tempat pun saya pernah menjalani 2 shift kerja. Saya tidak tahu jenis manusia apa saya ini. Mungkin fisik dan psikis saya stress, tapi saya tidak merasakan hal itu. Banyak sekali pekerja yang melebihi batas toleransi tubuh bekerja, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang dihantam dengan stress. Ya, whatever pendapat kalian, hindari dan kontrol ini.

Sayang sekali, saya hanya mempunyai 2 resep mengatasi stress ini,

  1. Perbaiki hubungan dengan Sang Pencipta Alam Semesta.
  2. Perbaiki hubungan dengan alam semesta.

PERBAIKI HUBUNGAN DENGAN SANG PENCIPTA ALAM SEMSETA

Halo, saya ingin menjabarkan ini dalam sudut pandang agama saya, Islam. Jika Anda non-muslim, silakan jabarkan menurut sudut pandang Anda.
Okkay, dalam beberapa kali ketika saya mengalami serangan penyakit ini, saya langsung ingat mati. Kawan, kita tidak akan berlama-lama singgah di bumi ini kan? Kalau begitu, mari kita berserah. Dalam beberapa kesempatan pun saya kemudian mengambil wudlu, kemudian membaca Al Qur’an. Subhanalloh, ada ketenangan dalam hati saya yang seketika itu meredakan rasa kumat penyakit tersebut, nafas menjadi reda, tubuh serasa dingin dan terisi energi lagi.

Berdoa, pasrah, dan ikhlas. Ini dahsyat, kawan. Benar-benar luar biasa. Kadang kala kita berdoa hanya sekedar berdoa, dengan mengucapkan secara lisan, dan berlalu begitu saja. Namun, pernahkah kita berdoa hingga kita merasa merinding, gemetar, atau seperti terbang terpisah antara badan dan rohani kita? Ini yang saya maksud, saat benar-benar kita merasa di titik nol dalam berpasrah dan mengaku kita sangat lemah di hadapan-Nya, ada sebuah energi (yang tentunya ini datangnya dari Alloh) yang datang ke dalam jiwa dan raga kita, seolah mengusir partikel-partikel negatif yang menempel pada tubuh. Bahkan air mata pun tidak bisa kita bendung karena dahsyatnya proses berserah ini. Silakan, Anda mencobanya.

PERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALAM SEMESTA

Semua jenis penyakit pasti ada penyebabnya. Anda setuju? Kalau tidak setuju, jangan lanjutkan bacaan ini ;p. Ahahaha, dari tadi serius amat bahasa tulisannya. Oke, ane ganti Gan, pake Bahasa Kaskus saja yaa, yang penting kita gak saling lempar-lemparan bata ;p. Capek nih nulis pake bahasa resmi.

Pertama. Ok Gan, sekarang ane mau nanya, Ente pernah gak nyakitin orang lain, Gan? Atau Ente pernah nyisa’in dendam kesumat sama orang lain? Ini masuk faktor xxx sih, yang gak terlihat, tapi yakin Gan, ini bisa berdampak sama kehidupan kita. Kalo udah kejadiannya kayak begini, perbaiki dulu Gan sama yang empunya problem sama Ente. Sampai bener-bener selesai. Jangan sampai ada orang lain yang gak ridlo sama perlakuan kita, trus ndoain kita yang engga-engga. Prinsipnya, orang yang terdzolimi, do’anya nembus ‘Arsy. Jadi perbaiki hubungan kita dengan sesama. Humm, kalau yang pertama ini, Insya Alloh ane fine-fine saja, ndak ada masalah berarti sama orang lain.

Kedua, ini Gan yang penting, faktor xxx lagi. Jangan makan dari hasil harta haram. Nah, ini, ane terus berpikir Gan, karena salah satu faktor xxx yang menyebabkan kita sakit adalah akibat memakan dari hasil harta haram. Ane terus mikir, apa iya ane pake acara korupsi-korupsi segala? Daan… Astaghfirulloh… dari pencarian ane selama ini, ane baru nyadar Gan, dulu hampir tiap hari ane selalu bawa botol minuman dari rumah ke tempat kerja. Nah, ketika mau pulang, ane selalu isi tuh botol sama air putih di kantor untuk ane bawa pulang. Ini simpel Gan, tapi jelas konteks keperluannya sudah beda. Ketika ane di kantor dan minum air putih yang disediakan di kantor, itu wajar dan sah, karena air putih emang disediain kantor untuk dikonsumsi di jam kerja. Nah ini yang ndak wajar, karena kita bawa air putih itu ke rumah, karena sudah bukan waktu dan wilayah kita bekerja lagi. Setelah ane nyadar tentang ini, ane gak pake acara bawa-bawa air putih lagi dari kantor. So, what do you think? Please be consider about it! Ini ane sangat bersyukur, Gan. Karena ane langsung diuji dan disadarkan sama hal yang sekecil ini. Udah distop duluan sama Alloh, biar ndak menjalar ke hal-hal yang lebih besar.

Ketiga, salurkan hobi positif. Ini masuk kategori hubungan dengan alam semesta, Gan. Jika rekreasi alam membuat Agan dan Aganwati segar kembali, lakukan. Jika shopping juga membuat tubuh dan pikiran jadi refresh, ya laksanakan (tapi ini akan berputar lagi kayaknya, mikir tentang pengeluaran, dan stress lagi ;p ).

CERAIKAN DULU MAKANAN DI BAWAH INI!!!

Saran saya, dalam proses penyembuhan, hindari atau bahkan ceraikan sementara makanan dan minuman ini, Gan:

  • kopi
  • ubi-ubian
  • gorengan
  • mie instan
  • kacang tanah (dan beberapa jenis kacang-kacangan)
  • kubis
  • kol
  • coklat
  • santan
  • makanan terlalu banyak minyak dan lemak
  • alkohol
  • rokok (terutama bagi yang kerongkongan atau tenggorokannya meradang akibat asam)
  • cabe dan makanan pedas lainnya
  • jeruk
  • makanan yang mengandung  pengawet
  • keju
  • Es, dan makanan atau minuman apapun yang mengandung kedinginan, termasuk es krim

Kalau mau coba ya silakan saja, Gan, tapi ane gak mau nanggung resikonya ya. Pola yang ane lakukan adalah mencobanya sedikit-sedikit jika kondisi tubuh dirasa normal. Contoh, ane dah mulai berani makan mie di 2 bulan terakhir proses penyembuhan. Awalnya agak sesak-sesak dikit, kemudian berhenti dan dicoba lagi beberapa lama kemudian, dan alhamdulillah sekarang sudah merasa normal, tidak berefek. Ingat Gan, ane 2 bulan, bisa jadi berbeda dengan Agan karena respon dan kondisi tubuh kita beda.

Rokok ini Gan, juga nyumbang keparahan, asap yang kita hirup akan memperburuk situasi jika kondisi tenggorokan kita sudah teriritasi akibat asam dari lambung tersebut.

Nah, Gan kalau udah dipastikan Agan sehat dan merasakan semubuh dari penyakit ini, silakan untuk rujuk kembali Gan sama makanan dan minuman yang sudah diceraikan tadi ;p. Tapi Gan, ingat, jangan berlebihan!

INI GAN YANG ALAMI

Halo, masih baca tulisan ini kah? Oke Gan, sekarang kita sudah pada inti pengobatan. Ane sebut alami, karena bahan-bahan pengobatan ini lebih banyak diambil dari alam, dan tidak terlalu banyak terjamah (atau bahkan tidak sama sekali) dengan campuran kimiawi obat-obatan medis.

  • Berkumur air garam. Alhamdulillah, ane sudah berkali-kali melakukan ini dan hasilnya kerongkongan ane membaik dan ganjalan semakin berkurang, bahkan sekarang sudah tidak sama sekali. Berkumur dengan air garam juga akan membasmi bakteri di sekitar mulut dan kerongkongan. Untuk info manfaat air garam ini bisa dilihat di mari, Gan.
  • Apel, buah yang segar dan menyehatkan. Ane tidak berlebihan, Gan. Dulu waktu masa penyembuhan, ane bisa makan 2 sampai 3 buah apel setiap harinya. Ane makan sebelum atau sesudah makan. Tapi kalau pagi, biasanya ane makan sebelum makan. Konon Gan, walaupun rasanya ada asamnya ketika berada di mulut, apel justru akan membuat lapisan basa di lambung sehingga diharapkan fungsi tersebut dapat menyeimbangkan keadaan asam-basa dalam perut. Ane makan pagi, siang, dan malam Gan sebelum tidur. Alhamdulillah, sangat bermanfaat dan bereaksi baik. Oh iya Gan, ane sampe mau lupa, ehehehe. Cuka apel, Gan. Tapi kalau untuk cuka apel ini, ane jarang minum, paling pas kalau stok apelnya habis. 1 sendok teh bisa diminum dengan 1/2 gelas air, tambahkan madu secukupnya.
  • Susu murni. Maksud ane, bukan susu formula, Gan. Ane biasanya minum susu beruang (Bear Brand, bukan susu dari beruang lho, ya) setelah makan. Menurut beberapa artikel yang ane baca, susu bisa berfungsi untuk menetralkan asam yang ada di dalam lambung dan melancarkan proses pencernaan. Alhamdulillah, di awal-awal sakit dulu ane sering mengkonsumsi susu kaleng ini setelah makan, dan reaksi sesak yang dulunya terjadi setelah makan, menjadi berkurang sampai tidak sama sekali.
  • Sari temulawak. Gan, pernah lihat wawancara Jokowi? Jokowi ini penggemar minuman sari temulawak, lho. Apa hubungannya sama ini, Gan? Ehehehe, tidak secara langsung Gan. Ane pernah dengar ceramah dokter Gan. Ketika kita stress, liver (hati) akan bereaksi dengan mengeluarkan zat penyebab asam lambung. Nah, temulawak ini berfungsi untuk kesehatan hati dan berperan juga menetralkan asam lambungnya. Waktu masa penyembuhan, ane minum temulawak paling tidak dua kali sehari. Karena ane gak suka ribet, ane beli yang instan, Gan. Dari beberapa merk, ane lebih cocok sama produk keluaran Konimex, Herbadrink Sari Temulawak.
  • Minum air putih yang cukup. Gan, pernah naik pesawat trus kena serangan panik? Apa yang Agan lakukan? Kalau ane, langsung kontak pramugari Gan, minta air putih hangat. Air putih hangat ini Gan, alhamdulillah bisa meredakan tenggorokan yang lagi mengganjal, dan kata dokter yang pernah nyeramahin ane, air putih hangat punya efek merengganggakan otot-otot yang kaku di sekitaran jalur air tersebut, menimbulkan efek nyaman (CMIIW Gan). Minum air putih yang cukup Gan setiap hari. Ndakpapa sih sering ke toilet buang air kecil, tapi air putih yang kita minum dapat mengurangi tingkat keasaman di perut, terutama ketika bangun tidur. Nah sebaliknya Gan, jangan terlalu banyak minum air putih menjelang tidur, apalagi abis minum langsung tidur, ini bisa bikin asam ikut naik bersama air putih yang berlebih ke kerongkongan. Ane sudah merasakan manfaat air putih ini Gan, bisa dicek di mari untuk keterangan lebih lanjut.
  • Habbatussauda a.k.a Jintan Hitam. Ane benar-benar merasakan manfaat habbatus sauda ini Gan. Dalam masa penyembuhan, ane minum 3 kali sehari, masing-masing 2 butir. Ane biasa minum habbatus sauda dalam bentuk kapsul  sehabis sarapan, makan siang, dan menjelang tidur. Dan Alhamdulillah Gan, ini sangat efektif dalam pengobatan. Oh iya Gan, ini cocok-cocokan kali ya, setelah ane banding-bandingin jenis habbatus sauda dan merknya, ane cocok sama yang bentuk serbuk kapsul, merk Kurma Ajwa. Agan bisa nyari produk ini di apotek tertentu, toko herbal, toko herbal thibbun nabawi, atau toko-toko online Gan. Untuk info, bisa dilihat di Mbah Bro Google di mari.

Itu saja? Iyah, simpel kan? Oke Gan, silakan dicoba jika berkenan. Perhatikan porsi susu Gan jika Agan terkena masalah di ginjal, karena pada dasarnya kalsium dalam susu yang terlalu banyak akan berpengaruh juga pada kinerja ginjal yang tidak normal.

BAGAIMANA DENGAN POLA MAKAN?

Oke Gan, mari kita bahas. Dulu, ketika ane merasakan serangan GERD yang bisa dikategorikan pada kategori puncak, beberapa hari setelah itu dan setelah mendapatkan edukasi dari internet dan informasi pendukung dari para dokter, ane benar-benar menjaga pola makan.

Masa sulit (tahap I). Agan pernah makan lantas merasakan nafas yang berat dan perut terasa penuh? Aha, kalau begitu, benar-benar perhatikan pantangannya Gan. Jangan dipaksakan makan terlalu banyak jika itu terjadi. Dulu ane makan 3 sendok saja sudah tidak sanggup lagi melanjutkan. Ane berhenti dan mengganti nutrisi lain seperti segelas (tepatnya sekaleng) susu (waktu itu Bear Brand). Maaf Gan, ane menyebut merk di sini bukan untuk iklan, tapi benar-benar untuk sharing pengalaman. Dalam kondisi tersebut, ane beberapa kali sarapan dengan 2 butir telur ditambah 1 kaleng susu. Siangnya makan bubur plus 1 kaleng susu (atau dibalik menu sarapan dan makan siangnya). Bahkan porsi makan sore/malam juga bubur. Pada kondisi ini, berat badan ane turun sampai 6 kg. Alhamdulillah, diet yang lumayan murah ;p. Ini berjalan di kisaran bulan kedua sakit berjalan (karena sebelumnya masih belum tahu banyak tentang karakter penyakit ini). Temulawak dan habbatus sauda masih ane konsumsi.

Masa sulit setengah lewat (tahap II). Setelah masa-masa sulit itu terlewati, ane mulai mencoba makan nasi lagi, tapi nasi yang lumat (dibanyakin airnya pas menanak nasi tersebut), jadi lebih halus untuk dicerna lambung. Itupun porsinya belum bisa sepiring penuh. Paling tidak 4-7 sendok sudah lumayan. Lauknya minimalis Gan, tahu, tempe, telor, dan kadang-kadang dikombinasikan dengan ikan. Susu masih saya konsumsi, pagi dan malam. Makanan bersantan masih ane hindari Gan pada masa ini, termasuk nasi goreng dan mie. Temulawak dan habbatus sauda masih ane konsumsi.

Masa sulit terlewati (tahap III). Pada masa ini, ane sudah berusaha kelbali ke jalan yang normal, Gan. Minum susunya juga sekali-kali, dan temulawak juga sekali dua kali sehari (yang dulunya sampai 3 kali sehari rutin). Ane juga sudah mencoba makan mie (nah ini masih terasa dikit sesaknya setelah makan mie), kemudian jeda seminggu atau 2 minggu kemudian coba mie lagi, tapi tidak banyak.

Masa bebas (tahap IV). Tahap ini ane mulai benar-benar berani Gan, setelah sekitar 3 bulan berteman dengan makanan ala rumah sakit ;p.  Inilah saatnya ane mulai makan makanan dengan kombinasi sambal, makan santan, minum es, makan gorengan, coklat, dan alhamdulillah, saya berani katakan dalam tahap ini 95% sembuh Gan. Yang 5%nya apa? Yang 5% itu beberapa kali ane merasakan tidak nyaman ketika tidur malam tanpa posisi bantal yang tinggi. Namun setelah jalan beberapa jam tidur, tanpa bantal pun bisa nyaman. Tapi so far, alhamdulillaah, ane sehat dan berhasil melawan penyakit ini.

Baik Gan, kelihatannya terlihat simpel? Iya, memang, ane benar-benar serius mencari informasi tentang penyakit ini dan serius menjalani perawatannya. Kalau agan ingin bertanya dan menambahkan pengalaman dan pertanyaan, silakan tuliskan pada komentar.

Sekian dulu ya, Gan. Ini part III habis, sesi terakhir ^_^. Semoga Agan dan Aganwati sekalian mendapatkan kemudahan dalam proses kesembuhannya.

Best regards,

InsyaAlloh Darwis Sukses.

Posted in Cerita dan Pengalaman, Ide dan Opini | Tagged: , , , , , , , | 23 Comments »

Putus Hubungan dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) – Bagian 2

Posted by Darwis Suryantoro on December 31, 2013


Mas Bro dan Mbak Sist, Para Agan dan Aganwati,

Alhamdulillah, ketika menulis blog ini saya dalam keadaan sehat wal’afiat. Jika Agan dan Aganwati baru menemui tulisan ini, sebaiknya Agan dan Aganwati membaca runtutan cerita sebelumnya supaya tidak salah paham, bisa dicek di MARI.

Agan, ketika ane kembali dari Makassar karena berobat, ane masih dalam keadaan suka lemas dan berkeringat, mudah sekali capek. Ane masih belum menyimpulkan apakah ini adalah efek dari penyakit GERD. Bahkan mengangkat barang ringan saja sudah ngos-ngosan. Ini Gan yang ane rasakan ketika mengalami penyakit ini (ini tidak terjadi sepanjang waktu Gan, tapi di waktu-waktu tertentu):

  1. Denyut di dada ane kadang berhenti sejenak Gan, setelah itu kembali sesuai ritmenya, beberapa kali terserang heart burn, seperti terbakar pada dada hingga menusuk ke belakang (punggung).
  2. Di awal kejadian, suara parau, nafas berbunyi, tenggorokan berat dan serak, kerongkongan iritasi.
  3. Setelah beberapa kali minum obat kimia, bagian tengah pinggang terasa sakit, sampai-sampai kesakitan ketika proses gerak dari duduk ke berdiri dan dari tidur ke duduk maupun berdiri.
  4. Betis bagian bawah terasa nyeri.
  5. Kaki dan tangan kram.
  6. Rasa ingin mengeluarkan lendir atau dahak, ketika lendir sudah keluar, nafas terasa lega.
  7. Kalau kumat, kepala juga bereaksi, terasa keliyengan, berat, dan menimbulkan efek panik.
  8. Ingin muntah tetapi tidak muntah.
  9. Tidak bisa mengangkat beban terlalu berat, mudah capek dan berkeringat, bahkan ketika makan pun berkeringat, khususnya bagiankepala dan tangan.
  10. Tidak bisa makan terlalu banyak, hanya 2 sendok saja sudah terasa penuh di perut. Ketika makan melebihi porsi itu, nafas terasa sesak. Efek ini Gan yang bikin berat badan ane menurun drastis. Kurang dari 3 minggu, berat badan ane turun 6 kg.
  11. Bentuk feses tidak normal, kadang-kadang cair (a.k.a mencret), bahkan pernah muncul seperti gumpalan berwarna mirip darah dalam feses.
  12. Gairah seks menurun.

Oke Gan, itu 12 poin penampakan tanda-tanda ane ketika mengalami penyakit itu. Lanjut mau baca Gan? Ane benar-benar ingin berbagi dengan para Agan dan Aganwati bagaimana kita survive dan kemudian sembuh dari penyakit ini. Insya Alloh bisa sembuh Gan. Alloh menganugerahkan penyakit pasti ada obatnya. Tapi dalam cerita ane ini, solusi obat tidak hanya secara fisik, tapi obat psikologis, yang tidak nampak secara kasat mata.

KEBIASAAN BURUK
Gan, kali ini Agan sama ane harus menyadari ini. Mungkin kita pernah mengalami hal yang sama terkait kebiasaan buruk ini. Ane akan jabarkan kebiasaan buruk fisik dan psikis yang mulai saat ini, mari kita hindari, atau paling tidak perlu kita kurangi intensitasnya.

Kebiasaan buruk berbentuk fisik:

  1. Sehabis makan langsung tidur. Ahaha, ane benar-benar nyadar Gan. Dulu, ane punya kebiasaan setelah makan langsung tiduran, terutama setelah makan malam. Dan celakanya, ane baru nyadar setelah baca-baca referensi dampak tidur setelah makan. Dalam posisi tidur, akan sangat memungkinkan makanan yang telah diproses di lambung bersama asam, akan membuka katup antara saluran kerongkongan dan lambung. Ketika katup terbuka, asam bisa naik hingga ke kerongkongan. Jika sudah keseringan asam naik ke kerongkongan, ini akan membuat kerongkongan menjadi teriritasi dan menyebabkan radang, dan ini menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya GERD. Ane pernah baca Gan, sifat asam di dalam lambung itu ngeri, bahkan sifat kimiawinya bisa melunakkan pecahan kaca atau silet sekalipun. Makanya, pertunjukan-pertunjukan orang yang makan kaca atau silet ini ndak mati karena keajaiban fungsi asam lambung (tapi jangan dipraktekin di rumah ya, Gan ;p). Subhanalloh.
  2. Makan terlalu banyak. Ane sebelumnya emang doyan makan Gan. Porsi makan ane jadi berubah ketika pindah ke Papua. Di Jayapura sendiri, kebanyakan warung akan menyediakan porsi nasi segaban Gan, porsinya tukang. Jadi kalau biasanya ane makan di Jawa cuman sepiring sekali makan, di Jayapura bisa setara 2 piring Gan sekali makan. Dari kondisi yang biasa menjadi tidak biasa, tentunya tubuh butuh penyesuaian. Kerja lambung semakin berat dan semakin banyak memproduksi asam untuk memproses makanan tersebut.
  3. Minum air es atau minuman dingin lainnya setelah makan berat. Gan, sebaiknya benar-benar hindari nih kebiasaan. Dulu ane sering banget pas makan di warung, minumnya harus es. Ternyata Gan, minuman dingin akan menurunkan suhu lambung. Ketika lambung suhunya di bawah normal, ia tidak akan bisa bekerja normal lagi, bahkan bisa berhenti bekerja untuk beberapa waktu hingga suhu lambung normal kembali.
  4. Makan makanan yang terlalu pedas. Ketika lambung sudah memproduksi asam dalam proses pencernaan, namun ditambah dengan makanan yang terlalu pedas, maka akan terjadi double produksi asam di dalam lambung, mengingat makanan pedas akan menghasilkan asam. Lagi-lagi ini menjadi efek domino. Dulu ane suka request sendiri Gan jumlah cabe untuk sambal. Pernah ane pesen sambal dengan 30 cabe. Makanan pedas berlevel pun pernah ane sikat Gan, macam keripik level yang pernah marak di Indonesia, juga mie atau nasi goreng level.
  5. Tidak pernah olahraga. Ehehe, ini Gan. Olahraga itu untuk melancarkan peredaran darah. Ketika darah lancar, organ-organ tubuh akan tersuplai darah segar dengan baik, dan tentunya akan menyegarkan kinerja organ-organ tersebut.

Ok Gan, tambahkan di komentar jika Agan dan Aganwati ingin berbagi apa saja faktor fisik yang menyebabkan penyakit ini.

Oke, sekarang, bagaimana dengan faktor non fisik?

Kebiasaan Buruk Berbentuk Non Fisik

Ane cuman kasih 1 poin Gan, adalah STRESS PIKIRAN DAN HATI penyebabnya. Ane orangnya suka memikirkan keadaan orang lain, apalagi ketika ane mengucapkan kata-kata yang membuat sakit hati orang lain. Walapupun sudah minta maaf, kadang ane masih sering kepikiran. Bahkan ane juga suka mikirin keadaan negara :(, aduh, negara saja ogah mikirin ane jadi ngapain ane mikirin negara??? Ane juga zero tolerance Gan terhadap kesalahan. Efek berlebihan dalam perfeksionisme ini yang membuat ane tidak bisa tidur karena lagi-lagi kepikiran dan kepikiran. Sejauh ini sih masih di level stress pikiran Gan, kalau hati Insya Alloh ane masih bisa kontrol, soalnya ane gak suka dengki sama orang, ane gak suka bikin masalah sama orang. Kecuali marah Gan. Jujur ane tidak suka marah-marah Gan, tapi kalau marah, ane suka pendam dalam hati, tidak diluapkan dalam bentuk kata-kata kotor atau luapan nada tinggi dalam berbicara. Ini kali ya yang bikin stress ;p.

Jadi Gan, ini kesimpulannya untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, sekaligus untuk mengurangi dampak penyakit ini:

  • Bikin rileks Gan pikiran dan hatinya. Jangan suka emosi, jangan pula memendam emosi. Cara terbaik mengontrol emosi adalah dengan mengalihkan ke kegiatan atau aktivitas lain yang menenangkan. Ingatlah dalam situasi apa ente bisa tenang, Gan. Kalau ane dalam keadaan emosi sangat puncak arah jam 12, biasanya ane akan berwudlu, istighfar, sholat, dan baca Al Qur’an. Kadar emosi bisa larut Gan, asal Agan benar-benar ikhlas dan berserah diri kepada-Nya. Ketika ane panik karena kambuh sesak dan parnonya, ane biasanya langsung putus kontak sama kegiatan dunia Gan. Ane langsung mengontak Alloh, ngadu Gan, mohon petunjuk dan banyak-banyak istighfar, sampein Gan kalau kita ini ndak ada apa-apanya di hadapan-Nya. Kita manusia yang lemah, hanya Dia yang mampu menyembuhkan penyakit kita. Sampaikan dengan jujur Gan, dengan ikhlas.
  • Olahraga Gan, tidak perlu olahraga berat. Ane biasanya kegel, gerakan warming up, dan push up ringan.
  • Jangan makan makanan yang terlalu pedas, apalagi dalam masa penyembuhan, sebaiknya hindari atau putus hubungan sementara dengan makanan pedas. Ane butuh sekitar 2,5 bulan Gan untuk mengontrol makanan-makanan pedas ini. Saat ini ane sudah pada level coba-coba sambel Gan, dan alhamdulillah sudah tidak sesak nafas lagi. Nanti Insya Alloh ane kasih tahu bagaimana proses ane menghadapi ini.
  • Hindari (kalau ane lebih suka pake kata STOP) makan makanan berpengawet. Ane benar-benar puasa mie instan Gan selama proses penyembuhan. Padahal dulunya, hampir tiap sarapan nih Gan, ane pake menu wajib mie instan. Kalau bukan mie instan bukan ane banget. Lagi-lagi ini efek domino. Pas istri udah serumah bareng ane, ane benar-benar dikontrol dan disupervisi Gan. Dia mengancam akan menyunat ane kalau ane makan mie dalam masa penyembuhan. Oh, sadis… :(, tapi ane sangat sayang sama dia. Oh, lebay… ^_^. Sudah tahu kan Gan bagaimana lambung memproses mie instan? Kalau belum tahu, tanya Gan ke Mbah Bro Google.
  • Jangan minum air yang terlalu dingin setelah makan berat. Jika dalam masa penyembuhan, ente perlu ceraikan dulu Gan sama minum-minuman dingin. Nanti kalau sudah sembuh, boleh lah rujuk lagi, tapi jangan terlalu sering, dan jangan minum ketika perut sedang atau baru diisi. Beri jeda 2 atau 3 jam. Saat ini, ane sudah bisa minum es, tapi tidak sering. Ane saat ini dah bisa menikmati es kacang hijau beras merah sama es pisang ijo, dan alhamdulillah ndak pake sesak nafas lagi.
  • Jangan makan terlalu banyak. Ini yang ane lakukan ketika berjibaku menghadapi penyakit ini. Ane pernah tidak bisa makan lebih dari 2 sendok makan. Dalam proses mengunyah pun terasa sesak dan nafas berat, sesekali harus mengambil nafas panjang. Ini Gan yang membuat berat badan ane turun drastis. Tapi alhamdulillaah, sekarang sudah bisa makan normal, tapi tetap menjaga agar tidak berlebihan.
  • Jangan tidur sehabis makan. Janji ya Gan, kalau Agan dan Aganwati ingin sembuh, jangan langsung tiduran sehabis makan. Alasannya sudah ane jabarkan di atas. Ane sekarang merubah kebiasaan untuk tidak tidur sehabis makan, jeda yang biasa ane pakai adalah 1 atau 2 jam setelah makan baru bisa rebahan. 2 jam lah bagi Agan dan Aganwati yang masih dalam penyembuhan. Dan jika tidur, usahakan posisi kepala dan leher lebih tinggi daripada perut.

Oke Gan, sementara ini dulu ya bagian 2 postingan ini. Ane masih ada kerjaan. Insya Alloh lanjut ke Bagian 3 yang membahas tentang pengobatan dan pola makan.

Bersambung…..

Posted in Cerita dan Pengalaman, Ide dan Opini | Tagged: , , , , , , | 13 Comments »

Putus Hubungan dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Posted by Darwis Suryantoro on December 30, 2013


Dear Readers,

Dilihat dari judulnya, ngeri engga sih? Ehehe, ini bukan membesar-besarkan, tapi emang di Indonesia, penderita penyakit ini sudah terhitung banyak.

Sedikit lupa, beberapa tahun yang lalu, sekitaran tahun 2007, ketika masih kuliah di Jogja, saya pernah ke rumah sakit Dr. Sardjito Yogyakarta, gara-gara kepala keliyengan, pengen muntah tapi tidak muntah. Saya pikir darah tinggi, tapi ternyata bukan. Ketika sudah sampai di rumah sakit, saya tidak tahu harus ngapain, ehehe. Bersama teman saya, hanya keliling-keliling rumah sakit. Tiba-tiba badan terasa normal kembali, seperti ada ketenangan setelah berkunjung ke sana. Namun, kami memtuskan untuk ke rumah sakit yang lebih kecil, yaitu RS Condongcatur di Sleman.

Di perjalanan terasa keliyengan lagi, ban motor bocor juga, aduh, alhamdulillah. Sesampainya di rumah sakit, saya periksa darah, ternyata normal. Setelah konsultasi ke dokter, dia mendiagnosis kalau saya mengalami penyakit Gastroesophagus. Kata dia, penyakit ini banyak diderita orang-orang di Amerika. Walah, berarti ndak perlu ke Amerika untuk dapet penyakit ini :(. Saya minta dicatatkan nama penyakitnya oleh dokter, ternyata referensinya masih sedikit yang membahas tentang penyakit itu dalam Bahasa Indonesia. Saya cuek, mengikuti pengobatan ala kadarnya. Sampai di sini, saya belum benar-benar tahu apa yang terjadi pada tubuh saya.

Ok, beberapa tahun kemudian. Kisaran awal tahun 2011, saya mengalami sesak nafas ketika akan berangkat bekerja. Yup pagi-pagi. Saya pikir saya kena asthma, jadi saya beli obat asma. Eh, sampai di kantor masih tetap saja, trus saya ke UKS, dan saya dikasih alat Ventolin, alat penghirup yang mengandung salbutamol itu. Aduh, kok keliatan parah gini.

Setelah itu saya ke klinik kampus di sebelah SMK. Katanya sih saya sakit maag. Lha, ini yang mulai curiga, kenapa saya sesak nafas tapi kok didiagnosis maag. Penasaran semakin menggila :(. Okkay. Kita akhiri kisah sampai di sini. Saya tidak menyadari kali ini jika penyakit ini berawal dari lambung. Cuek. Ternyata obat Mas Dokter belum berefek joss terhadap tubuh saya. Waktu itu saya beli habbatus sauda, dan alhamdulillah end. Maksudnya penyakitnya yang end ;p.

2013. Ini tahun yang sedikit menyeramkan saya menjalani sakit yang tidak terdiagnosis sakit oleh dokter, bahkan dokter spesialis dalam sekaligus. Sekitar bulan September, tanggal 20 hari Jum’at malam (kalau saya tidak lupa), saya merasakan tenggorokan saya berbunyi ketika bernapas, sangat berat dan susah, terlihat seperti orang yang sedang nazak (nafas-nafas terakhir kematian), aduh, parno sekali. Saat itu saya benar-benar berpikir akan dipanggil Alloh swt, kembali kepada-Nya. Dari kamar tidur saya berusaha keluar meminta pertolongan, sembari saya meminum air yang berada di meja dekat kasur. Allohu Akbar. Saya tidak jadi mati ^_^.

Teman tetangga kamar kos pun terkejut (kayaknya sih terkejut ;p mendengar reaksi teriakan saya). Ia mengira saya sedang mengigau, wow. Kemudian saya ceritakan kronologisnya dan dia percaya bahwa saya berteriak-teriak tersebut karena kesusahan bernapas.

Tiba-tiba suara saya menjadi parau, serak, dan sakit. Saat itu juga saya diantar teman ke rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Dok II Jayapura, sekitar jam 11 malam. Apa yang dilakukan dokter adalah memeriksa dada saya dengan stetoskop dan menyentuh nadi di pangkal telapak tangan saya, kemudian dokter tersebut langsung mendiagnosis saya kena sakit asma. Oh tidak….. Syok sekali mendengarnya. Sakti sekali dokternya tanpa mendeteksi sakit dengan perlatan medis yang memadai langsung mendiagnosis saya terkena asma, hanya dengan berbekal informasi bahwa saya pernah merasakan sesak napas sewaktu kecil, itupun tidak lama dan tidak muncul lagi hingga sekarang. Apa iya sakit asma yang sudah sembuh bisa kambuh lagi setelah lebih dari 20 tahun kemudian? Oh, saya harus mencari second opinion, ya ke dokter lain, atau ke rumah sakit lain.

Senin dini hari, 23 September 2013, dalam kondisi panik dan tidak bisa tidur, saya tidak bisa bernapas lega, parno. Kepala berat, hidung seperti mampet, dan saya berusaha mengeluarkan sesuatu yang mengganjal di tenggorokan saya. Iya, dahak, lebih mirip dengan lendir sebenarnya. Ketika saya berhasil mengeluarkan lendir tersebut, saya merasa sedikit ringan, namun itu tidak untuk waktu yang lama. Kemuadian saya meminta bantuan anak pemilik kos yang kebetulan saat itu berada di rumah. Yup, dini hari sekitar jam 2, saya kembali ke rumah sakit. Kali ini menuju ke rumah sakit Marthen Indey, di Jayapura. Saya dirujuk ke dokter umum, karena saat itu yang hanya ada adalah dokter umum jaga UGD. Saya bilang gejala yang saya alami. Kemudian salah satu perawat memeriksa tekanan darah saya dan ternyata dalam kategori tinggi, 149-80. Wow, saya panik, tapi lebih tenang dan reda ketika berada di rumah sakit. Saat itu saya diberi resep yang saya lupa macam obatnya apa saja, yang jelas bukan untuk penyakit yang baru kemudian saya ketahui.

Kemudian saya pulang dan merasa lebih lega. Aneh, kok tiba-tiba reda serangannya, seperti serangan jantung saja, padahal obat belum diminum. Paginya, sekitar jam 8an, saya ijin kembali ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan lebih lanjut. Langsung saya ke poli penyakit dalam (daftar dulu ke bagian administrasi ;p), masih di rumah sakit yang sama, RS Marthen Indey, Jayapura. Ketika menemui dokter spesialis, saya menyampaikan keluhan yang lagi-lagi saya perlu menjelaskan dengan detail. Saya diminta foto (dada), urin, dot, dan darah.

Pada hari pertama, hasil foto sudah dapat diketahui, kemudian saya tunjukkan ke dokter, dan, teng teeng… Kata beliau saya mengalami infeksi paru :(. Syok lagi, tambah stress. Apa salah saya coba? Merokok tidak, minum miras juga tidak, selama di kos saya merasa menghirup udara normal? So, whats wrong with my lung? Seketika itu saya diberi resep obat antibiotik, obat darah tinggi (karena sebelumnya saya menginformasikan formasi nilai tekanan darah saya ;p), dan obat racikan dari dokter (saya tidak tahu), sepertinya untuk meredakan tenggorokan (lendir dan batuk). Obat-obatan ini masih belum bisa meredakan atau meringankan penyakit saya.

Hari rabu, 25 September 2013. Eaaa, ke rumah sakit lagi untuk mengambil hasil tes urin, dot, dan darah. Hari itu juga saya menjalani USG. Apa kata dokter? Hati saya bermasalah, banyak lemak di lapisannya. Dueng… Namun hasil tes dot menunjukkan kalau saya negatif terkena TBC. Ginjal juga diperiksa. Alhasil, saya dikasih tambahan obat, berupa peluruh batu ginjal, antibiotik, obat asam urat. Aduh, pusing deh. masih muda gini kok didiagnosis yang macem-macem.

Jumat, 27 September 2013. Mengalami sesak lagi dan tenggorokan mengganjal ketika khotbah Jumat akan dimulai. Saya mengurungkan niat mengikuti sholat Jumat dan kembali ke kantor. Saya ganti dengan sholat dluhur kemudian ijin pulang beristirahat. Eh, sesampai di rumah, kumat lagi, astaghfirulloh. Saya kontak orang kantor untuk minta tolong mengantarkan saya lagi ke rumah sakit. Kali ini ke UGD lagi, saya diuap. Aduh, baru pertama kali nih sepanjang hidup saya diuap. Eh, setelah itu tenang lagi, tangan saya merasakan kram. Saya bilang ke dokter penjaga UGD, bahwa saya telah memeriksakan diri ke poli dalam, namun saya masih merasakan gejala yang sama. Sang dokter mengatakan itu tidak apa-apa, efek dari obat. Wow? Efek dari obat? Bisa end kalau terus-terusan begini. Masalahnya, saya merasa sudah terlalu banyak meminum jenis obat. Saya masih belum sadar dengan penyakit GERD saya.

Sore itu juga saya memesan tiket ke Makassar, untuk memeriksakan diri ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas medis yang lebih memadai daripada di sini. Saya mengontak istri (kebetulan istri saya sedang di Makassar) untuk menyiapkan akomodasi saya. Saya selalu berdoa agar perjalanan saya hari Sabtu, 28 September diberi keselamatan oleh Alloh.

Saya bertekad untuk menghentikan obat-obatan kimia dari dokter tersebut, karena setelah saya minum obat, saya merasa sesak kembali. Saya mulai meyakinkan diri bahwa paru, ginjal, dan hati saya tidak ada masalah. Selama perjalanan dalam pesawat, saya berkali-kali merequest air hangat ke pramugari. Untungnya pramugarinya care dan mengerti kalau saya sedang sakit. Sempat berpikir berkali-kalai, bagaimana jika saya mati di dalam pesawat, aduh good bye istriku :(. Masalahnya, tenggorokan saya mulai mengganjal lagi ketika di dalam pesawat, kedinginan pula, dan agak susah bernapas. Saya mengalihkan perhatian dengan menonton film pendek humor yang terdapat di display entertainment pada setiap seat di pesawat Garuda Indonesia. Ketika ada hal lucu, saya mulai merasa ringan lagi. Namun, sesekali kumat sesaknya. Dari sini saya mulai berpikir lagi, saya merasa jika kondisi pikiran panik, maka akan meningkatkan efek penyakit ini. Ya, saya mencoba menenangkan diri.

Alhamdulillah, sekitar jam 5 sore, dengan GA 655 saya mendarat di Bandara Sultan Hassanuddin Maros, kemudian saya melanjutkan ke Makassar untuk menemui istri di kantor, sembari beristirahat. Dalam perjalanan dari kantor istri ke penginapan hanya sekitar 200 meter. Namun, kali ini saya merasa sangat kelelahan. Hanya jalan 200 meter saja, keringat saya bagaikan air hujan, nafas ngos-ngosan. Belum pernah saya merasakan secapek ini, diiringi kepala yang berat keliyengan. Subhanalloh, benar-benar menguji kesabaran saya. Dan dahsyatnya, ini benar-benar mengingatkan saya akan kematian, alhamdulillah. Karena kelelahan itu saya harus beristirahat di penginapan hingga akhirnya hari minggu, 29 September 2013 saya memberanikan diri ke rumah sakit diantar istri.

Siloam Hospital, 29 September 2013, sekitar jam 10 pagi. Karena hari minggu, praktik dokter spesialis libur (dokter spesialis adalah dokter yang spesial butuh libur di hari minggu dan hanya dapat dijumpai di jam-jam tertentu :) ). Saya menemui dokter umum dan beliau menyarankan saya untuk medical check up. Saya kemudian meminta surat referensi, beliau hanya meresepkan saya vitamin dan obat sesak (yang hanya dikonsumsi ketika sesak).

Masih sering berkeringat banyak, senin, 30 September 2013. Saya dan istri mencoba bergerak lagi, gerakan 30 september, bukan untuk membantai orang lain, tapi untuk melawan penyakit ini. Sesekali saya masih sesak, kepala keliyengan dan terasa berat, tenggorokan mengganjal, dan kadang-kadang dada seperti nyut-nyutan. Saya harus kuat. Karena saya yakin paru-paru saya tidak bermasalah, maka saya tidak mengkonsumsi obat sesaknya. Saya haya minum vitaminnya saja. Selama satu hari ini, saya menjalani MCU, meliputi pemeriksaan darah, urin, detak jantung, faal paru, dan foto lagi.

Rabu, 2 Oktober 2013. Saya mengambil hasil MCU sekaligus dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. Apa kata dokter? Ini sungguh berbeda 180°. JANTUNG SAYA NORMAL, PARU-PARU SAYA NORMAL, GINJAL SAYA NORMAL, KEADAAN LIVER SAYA JUGA MASIH DALAM BATAS TOLERANSI (Berlemak karena gemuk). What??? Dokter tersebut hanya bilang kalau saya sedang stress karena kelelahan atau kebanyakan berpikir berat. Woww… Amazing :D. Sebenarnya ini jawaban yang saya inginkan dari dokter, bahwa organ-organ vital dalam tubuh saya tidak bermasalah. Namun, apa iya hanya karena stress? Akhirnya masalah penyakit saya mengerucut di bagian tenggorokan (dan kerongkongan). Kemudian saya dirujuk ke dokter spesialis THT. Setelah diperiksa dengan ENT Procedure, diketahui bahwa daerah seputaran kerongkongan saya meradang, seperti terlihat luka di dalamnya. Dari dokter THT saya kemudian diberi resep 2 obat, yaitu antibiotik dan obat pengencer dahak. 1 lagi atas resep dokter MCU melalui dokter THT adalah curcum, adalah vitamin hati.

Sabtu, 5 Oktober 2013. Hari itu saya tidak mengikuti upacara hari TNI. Saya kembali ke Rumah Sakit Siloam Makassar untuk memeriksakan perkembangan saya. Saya langsung menemui dokter spesialis THT karena sebelumnya sudah janjian. Saya bilang kalau keadaan saya sudah membaik, namun sesekali masih merasakan sesak, namun ringan. Kemudian saya diberi resep yang sama untuk pengobatan beberapa hari. Atas saran dokter juga, saya melakukan pemeriksaan esophagus, sebuah cairan mirip susu diminum dan kemudian difoto. Dari hasil lab kemudian, saya bisa melihat alur minuman tersebut dari kerongkongan sampai ke lambung. Karena waktu terbatas dan saya harus kembali ke Jayapura pada hari minggunya, maka hasil lab diambil ketika istri saya melakukan kunjungan kerja lagi ke Makassar.

Hellooo, mari kita sekarang bicara hitung-hitungan. Bersyukurlah kalian akan nikmat sehat yang Alloh berikan kepadamu, karena sehat itu mahal dan sangat mahal harganya. Baiklah, berapa uang yang harus dirogoh selama kurang lebih 2 MINGGU tersebut?

  • Biaya jasa medis, laboratorium, dan obat-obatan sebesar Rp 6.643.808,-
  • Biaya pesawat Jayapura-Makassar PP sebesar Rp 3.766.400,-
  • Penginapan Rp 1.050.000,-

Jika dijumlahkan, akan menemui angka Rp 11.460.208,- Subhanalloh… Ini belum termasuk biaya transport lokal lho yaa….

Bersambung… BAGIAN 2

Posted in Cerita dan Pengalaman, Ide dan Opini | Tagged: , , , , | 2 Comments »

Jalan-jalan Perdana bersama Zawjatiku, Iswanti Syahrul

Posted by Darwis Suryantoro on September 4, 2013


Hehehe, tumben nih, makin rajin ngeblog, tak lain adalah karena rasa semangatku dan mood yang baik setelah sekian lama vakum menulis. Wokey, sayang sekali kalau momen ini tidak diabadikan, coz ini adalah saat-saat yang paling berkesan bersama istriku (zawjaty).

Alhamdulillah, setelah 4 hari melewati masa yang sangat sibuk dari pra nikah, proses, dan pasca nikah, akhirnya kami dapat berlibur. Ini ceritanya liburan perdana, jalan-jalan bagi pasangan baru. Orang bule sih bilang honey moon, tapi aku lebih suka bilang nge-date perdana. Maklum, dari awal proses sampai nikah, kami hanya bertemu sekitar 5 kali saja, dan belum pernah jalan bareng.

Cie..cieee… Ahahah, oops, hari minggu, 18 Agustus 2013, yuhu kami bertolak ke Malang melalui penerbangan Ujung Pandang ke Surabaya. Kenapa harus Malang? Humm, itu karena Malang adalah tempat yang romantis buat pacaran, hihihi (maaf yaa, yang belum nikah). Aku ingin mengajak istriku berkeliling Malang dan Batu.  Tapi ada satu hidden agenda yang akhirnya ketahuan istriku, hihihihi. Sebenarnya aku ingin mengajak istriku kelak untuk menetap di Malang.

Alhamdulillah, sore harinya, ba’da magrib kami sampai di Malang, Brrr, dingiiin ^_^, maklum dah lama tidak ke daerah tersebut. Setelah menaruh barang di hotel, aku mengajak istriku makan malam. Ini, akan menjadi dinner pertamaku bersama istri di luar rumah. Aku coba cari tempat yang romantis tapi cukup elegan bagi eksektif muda. Kuajak dia ke Warung Ndeso, salah satu rumah makan bernuansa Jawa dengan lampu yang sedikit redup, tanda romantis. Warung ini terletak di Jalan Pulosari No.25, Malang. Kebetulan pemiliknya adalah ayah dari muridku dulu. Istriku cukup menikmati masakannya, alhamdulillah, romantis euy… ^_^ (maaf yah, ga pake diceritain di sini hal-hal romantisnya).

“Cap Jaynya enak, Mas.” Ya eya laah, Malang geto. “Makanya ntar tinggal di Malang aja, ya.” (dalam hatiku berkata, wkwkwk).

Setelah makan malam kami keliling kota hingga mendekati tengah malam, akhirnya kembali ke penginapan dan beristirahat. Capek, lelah, tapi sangat berkesan.

19 Agustus, ciee…. Saatnya jalan-jalan ke…. Jatim Park 2, yang di dalamnya terdapat Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Paginya kami ke Warung Assalaamu’alaikum dulu untuk singgah sarapan. Astaghfirulloh ^_^, semoga nih menu tidak termasuk dalam kategori yang berlebihan ^_^.

Bersama Istri Sarapan di Warung Assalaamu'alaikum

Bersama Istri Sarapan di Warung Assalaamu’alaikum

Dalam status istriku pada hari tersebut, disebutkan: “Sarapan itu….nasi uduk, gado2, ayam penyet, lele goreng, sambel teri, sambel terong, tempe penyet, jamur kremes, lemon squash n lemon tea, ehehhehe.”

Alhamdulillah, berarti selera makannya sama denganku ^_^.

My Zawjaty, sedang menikmati pemandangan fosil kupu-kupu

My Zawjaty, sedang menikmati pemandangan fosil kupu-kupu

Sehabis sarapan kami bergegas ke Batu, melanjutkan perjalanan wisata kami ke Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Batu Secret Zoo menawarkan ilmu pengetahuan tentang hewan-hewan dari level tidak langka hingga langka, dan terdapat bervariasi jenis binatang yang menjadi koleksinya saat ini.  Sementara di Museum Satwa diperlihatkan banyak contoh fosil dan replika hewan purba di seluruh dunia beserta pengetahuan umum di dalamnya.

Alhamdulillah, perjalanan ke Jawa Timur Park 2 ini membuat kami kelelahan, namun menyenangkan ^_^.

Ting-tung, ada sms, hihihi. Ternyata datangnya dari muridku, Az Zahra. Az Zahra adalah nama panggilan online bagi Mona Andriana, seorang alumni siswi SMKN 8 Malang yang dulu pernah kuajar pada beberapa mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan. Karena dia tahu aku sedang berkunjung ke Malang bersama istriku, dia ingin bersilaturrahim sekalian ingin berkenalan dengan istriku. Alhamdulillah, kami bertemu di sebuah rumah makan lesehan, Ocean Garden. Dia datang bersama sahabatnya, Adinda Nabihah, begitu nama panggilannya di salah satu media sosial internet.

By the way cerita tentang mereka berdua, dulu ketika aku masih mengajar di sekolah tersebut, aku pernah terlibat dalam percomblangan Islami mereka berdua dengan kedua teman guruku. Ahahaha, semoga ini masuk dalam kategori yang diperbolehkan. Aku peka melihat perilaku mereka seperti ada sesuatu yang cetar di dalam hatinya ketika mereka bertemu dengan guru (yang sangat mungkin pada waktu itu adalah menjadi guru favoritnya). Sehingga akupun sempat melakukan cross check untuk mengkonfirmasi ketertarikan teman guru tersebut kepada mereka. Dan, tha thaaa… Kedua temanku ternyata tertarik, ahahaha. Deng dong, lantas mereka ambil sikap ta’aruf, hingga pada perjumpaan kepada orang tua pihak si akhwat. Kelanjutannya bagaimana? Inilah yang menjadi gojlokan kami kepada Az Zahra dan Adinda agar segera menikah, mengingat usia mereka sudah cukup matang saat ini untuk menikah.

Jadi, kamu kapan Mon, jadi kamu kapan Dind?

Sipu-sipu malu lah mereka, wkwkwkw, bahasa apa itu sipu-sipu. Bismillaah, semoga Alloh melancarkan urusan kalian yang baik-baik ya, Nduk! Aamiin… ^_^

Okkay, kurang lebih setengah jam kami bertemu, tak terasa maghrib pun tiba, dan sayang sekali kami tidak bisa melanjutkan perbincangan lebih jauh. Di samping waktu sholat sudah tiba, jadwal kami juga padat pada waktu itu. Lantas kami bergegas ke Masjid Al-Ghifari di area Jalan Soekarno-Hatta Malang.

Sawojajar. Tahukah kalian bahwa di kelurahan ini terdapat perumahan terbesar di Asia Tenggara, yaitu Perumahan Sawojajar. Di daerah ini aku pernah menimba ilmu di SMK Telkom, sekaligus tinggal selama bertahun-tahun dalam proses hidupku merajut asa.

Kulihat mendung tak menunjukkan tanda-tanda berjatuhannya rerintik hujan (ciee… ini mulai puistis nih, soalnya akan bertamu ke salah seorang teman yang sekaligus kakak kelasku yang juga penggiat sastra). Kala itu dingin, disertai bergugurannya dedaunan seraya menyapa kami, “berjalanlah menuju tempat-tempat yang engkau suka, kami di sini akan mengiringi perjalanan cintamu.” Ihiirrr…. (opo aee….). Sontak kami kaget berdetak sedikit kencang walau tak sampai terlepas dari rongga dada kami. Apa itu? Jantung (ahahaha, bercanda). Putaran roda yang sengaja tidak kuputar secepat putaran yang biasa kulakukan, sontak mengingatkanku pada malam penuh kenang melewati jalanan yang tak begitu berliku. Tapi aku merasa, aku pernah hidup di sana dengan banyak belokan dan tikungan tajam, melewati hamparan waktu yang mendewasakan pikiran dan hatiku.

Malang. Di sini adalah tempat di saat aku pernah menyimpan dan membuang segala egoku. Tempat aku menata hati, tersenyum dalam berondongan caci-maki, tempat aku mulai terbangun dari impian-impian kosong dan bergegas merajut asa, menjalin mimpi. Tempat di saat aku mulai mengerti dan memahami, bahwa cinta itu harus memiliki. Tempat di mana aku harus memutuskan untuk berhijrah, menjemput sesuatu yang pasti. Astaghfirullah hal’adziem, jadi melantur ke mana-mana, eheheh.

Next trip, kami menuju Sunbae Rahmat untuk silaturrahim, sebenarnya ada satu lagi yang ingin kami kunjungi di perumahan itu, Ustadz Arif Kurniawan, yang juga sebagai staf pendidik di SMKN 9 Malang, namun waktu kami sangat terbatas saat itu.

Sunbae Rahmat, ya, teman yang pernah tinggal satu kontrakan denganku, sekaligus senior dalam berbagai hal. Merasa kehilangan dia setelah menikahi anak gadis orang lain bernama Vera, seorang akhwat sekaligus murid dan adik tingkat jauh sealmamater di sekolah, yang kebetulan juga aku pernah menuntut ilmu di sana. Ahahaha, bukan merasa kehilangan karena dia telah melepas masa lajangnya (walaupun dikit sih karena iri dia menikah duluan ;p), namun karena akan kehilangan waktu berbagi pengalaman dengannya. Yup, tidak ada hal khusus yang kami bicarakan sebagaimana yang pernah kami lakukan dulu, kecuali saat kami bergegas berangkat dan pulang dari sholat Isya’ di Masjid Manarul Islam.

Lapar? Sepertinya iyah ^_^. So? Obatnya lapar ya makan Mas Bro ;p. Ayam Bakar Lientang, di Sawojajar. Ayuuk. Alhamdulillah ya, cukup mengisi kekosongan perut malam itu, juga berkesempatan langka bertemu dengan para jomblowan senior, Pak Guru Wasis dan Bamz.

Bersama Wasis dan Bambang

Makan Malam di Ayam Bakar Lientang

Teng-tong, apa yang kami bincangkan? Hihihi, sepertinya mereka malu membincangkan tentang rencana pernikahan mereka di hadapan istriku. Jadi, yaa, lebih banyak cerita tentang hal lain. Maklum, dua teman saya ini paling vokal menyuarakan tentang pernikahan.

Lanjut perjalanan menuju Jalan MT Haryono, di daerah Dinoyo, untuk bertemu Lisa, sahabat istriku sewaktu jaman kuliah dulu. Wah, aku tidak begitu paham apa yang mereka bincangkan, karena mereka memakai Bahasa Makassar, dan aku pura-pura mengerti ;p.

Nenek, I’m coming :), Gondanglegi, 20 Agustus 2013.

Kok pintar kamu, Wis!

Nenek dan Pak Dhe mengucapkan kata-kata di atas (setelah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia), bahwa saya pintar. Maksudnya apa? Ahahaha, ternyata maksud mereka, saya dibilang pintar milih istri. Ya alhamdulillah, ini sesuatu ^_^. Alhamdulillah juga sudah memenuhi permintaan nenek untuk agar aku mempertemukan istriku dengan beliau untuk bersilaturrahim, sehingga beliau lega adanya.

Akhirnya saatnya kami mengembalikan motor pinjaman yang kami pakai untuk berkeliling Malang dan Batu. Pak Bamz menyetujui kalau tempat pengembaliannya adalah di sekolah. Waah, sekolah? Ini berarti kami akan ke SMKN 8 Malang, tempat aku mengajar dulu.

Bersama Mom Zahroh dan Bu Lizza, 21 Agustus 2013

Bersama Mom Zahroh dan Bu Lizza, 21 Agustus 2013

Beliau Mom Zahroh, merupakan guru SS (super senior) di SMKN 8 Malang dan mengajar Bahasa Inggris. Setelah mengetauhi bahwa istriku adalah alumni di salah satu lembaga pendidikan keuangan syariah di Malaysia, beliau malah asyik mengajak ngobrol istri dengan berbahasa Inggris, kemudian meminta kami untuk menuju ke ruang guru untuk diperkenalkan. Nih padahal tujuan semula hanya untuk mengembalikan motor dan hanya berhenti sampai tempat parkir saja, namun akhirnya silaturrahim juga dengan teman-teman guru di sana.

Kursi Terdepan Perjalanan Pulang bersama Akas Green

Kursi Terdepan Perjalanan Pulang bersama Akas Green

Alhamdulillah, setelah kami packing ke hotel, yuhuu, menuju ke Terminal Arjosari untuk melanjutkan perjalanan ke Jember. Dan berakhirlah jalan-jalan kami ke Malang untuk sesi ini ^_^. Berharap Insya Alloh bisa menjumpai (atau bahkan menetap di sana?) kota itu lagi di lain waktu, aamiin.

 Thanks to:
Alloh swt, Rasululloh saw

Tribute to:
Wasis Isuramu Kyoto
Abdullah Ibn Bamz
Lisa
Az Zahra Andriana
Adinda Nabihah
PO Akas Green
PO Akas Asri

Posted in Cerita dan Pengalaman | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.